Kepala Kliyengan Bikin Tidak Nyaman, Ini Penyebabnya


Kepala kliyengan adalah kondisi kepala seolah terasa melayang atau ringan sehingga Anda menjadi lemah dan seolah ingin pingsan. Penyebab kepala kliyengan dehidrasi hingga efek samping obat-obatan.

(0)
Kepala kliyengan adalah kondisi kepala seolah terasa melayang atau ringan sehingga Anda menjadi lemah dan seolah ingin pingsanKepala kliyengan dapat disebabkan oleh kondisi dehidrasi atau penurunan tekanan darah sementara
Kepala pusing atau kepala kliyengan sering dialami oleh banyak orang sehingga dapat mengganggu aktivitas yang sedang dilakukan. Apakah Anda termasuk salah satu yang kerap mengalaminya?Lightheadedness atau kepala kliyengan adalah kondisi ketika kepala seolah terasa melayang atau ringan sehingga tubuh terasa lemah, goyah, dan seolah ingin pingsan.Lantas, apa penyebab kepala kliyengan?

Penyebab kepala kliyengan yang patut diwaspadai

Kepala kliyengan adalah rasa tidak nyaman yang merupakan bagian dari kepala pusingPada dasarnya, penyebab pusing atau kepala kliyengan bukan kondisi yang perlu dikhawatirkan.Meski demikian, Anda tetap perlu waspada karena kepala kliyengan bisa menandakan kondisi medis tertentu yang membutuhkan penanganan dari dokter.Jika tergolong parah, kepala kliyengan terasa melayang akibat kondisi medis tertentu dapat meningkatkan risiko Anda untuk jatuh pingsan.Adapun berbagai penyebab kepala kliyengan atau kepala terasa melayang ini adalah sebagai berikut:

1. Dehidrasi

Penyebab kepala kliyengan adalah dehidrasi
Kepala kliyengan umum terjadi tapi perlu diwaspadai
Salah satu penyebab kepala kliyengan adalah dehidrasi atau kondisi kekurangan asupan cairan dalam tubuh.Anda mungkin bisa merasa pusing berputar bahkan ingin pingsan bila mengalami dehidrasi akibat suhu udara terlalu panas, tidak cukup minum dan makan, atau sedang sakit.Ketika cairan dalam tubuh tidak mencukupi, volume darah akan menurun. Alhasil, aliran darah yang mengalir ke otak akan berkurang sehingga menyebabkan kepala melayang atau kepala kliyengan.Untuk mengatasi kepala kliyengan akibat dehidrasi, minum segelas air dapat menjadi solusi terbaik.Pada kondisi yang serius, Anda mungkin sampai memerlukan cairan infus agar kondisi tubuh dapat kembali stabil.

2. Tekanan darah menurun secara tiba-tiba

Penyebab kepala kliyengan yang paling umum adalah kondisi tekanan darah menurun secara tiba-tiba.Tubuh memiliki sistem saraf otonom yang berfungsi mengatur pergeseran tekanan darah saat Anda berdiri. Namun, seiring bertambahnya usia, sistem ini dapat memburuk sehingga menyebabkan penurunan tekanan darah sementara.Kondisi yang dikenal pula dengan hipotensi ortostatik ini biasanya terjadi ketika Anda berdiri atau mengubah posisi tubuh dalam waktu cepat.Perubahan posisi tubuh, terutama dalam waktu cepat, dapat mengalihkan aliran darah untuk sementara dari otak ke tubuh.Akibatnya, kepala akan terasa melayang atau kepala kliyengan. Terutama, jika Anda sedang mengalami dehidrasi atau sakit.Penyebab kepala kliyengan akibat penurunan tekanan darah secara tiba-tiba ini dapat hilang jika Anda duduk atau berbaring kembali setelah berdiri.Akan tetapi, kondisi tekanan darah menurun secara sementara juga dapat terjadi dalam jangka panjang.Untuk mengurangi gejalanya, Anda bisa mengonsumsi obat fludrocortisone atau midodrine. Sebaiknya, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan kedua obat tersebut untuk mengatasi kepala kliyengan.

3. Belum makan atau melewatkan waktu makan

Belum makan atau melewatkan waktu makan juga menjadi penyebab kepala kliyengan. Tubuh membutuhkan persediaan energi yang cukup dalam bentuk makanan yang berperan sebagai bahan bakar guna mendukung segala aktivitas fisik yang Anda jalani. Ketika Anda belum makan sama sekali atau terakhir makan beberapa jam yang lalu, persediaan dan cadangan energi dalam tubuh, terutama gula, akan menurun. Kondisi tersebut tentu akan membuat kadar gula dalam darah ikut merosot. Padahal, gula darah diandalkan sebagai sumber energi. Alhasil, kepala jadi kliyengan, tubuh terasa goyah atau lemah, hingga rasa ingin pingsan. Baca juga: Apa Penyebab Sakit Kepala Saat Lapar?

4. Kadar gula darah rendah

Penyebab kepala kliyengan karena penurunan tekanan darah sementara
Saat asupan gula menurun, kadar gula darah Anda akan menurun
Penyebab kepala kliyengan berikutnya adalah kadar gula darah rendah. Ketika asupan gula menurun, kadar gula darah Anda akan ikut menurun.Akibatnya, tubuh termasuk otak Anda akan menggunakan energi sesedikit mungkin. Kondisi itulah yang bisa menjadi penyebab kepala kliyengan atau kepala melayang.Untuk mengatasi kepala kliyengan yang disebabkan oleh gula darah rendah, cobalah makan camilan atau minum jus buah yang dapat membantu menyeimbangkan kadar gula.Tak ada salahnya untuk memeriksakan kadar gula darah. Terutama, bagi Anda yang mengalami penurunan gula darah terkait dengan diabetes.

4. Efek samping obat-obatan

Beberapa jenis obat-obatan yang Anda konsumsi bisa membuat seseorang merasa kliyengan atau kepala terasa ringan dan melayang karena efek samping yang ditimbulkan.Misalnya, obat-obatan yang bekerja dengan menurunkan tekanan darah, obat diabetes melitus, atau obat yang membuat Anda lebih sering buang air kecil (efek diuretik).Untuk mengatasinya, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Dokter mungkin akan menyesuaikan kembali dosis obat untuk Anda atau memberikan obat-obatan jenis lain. 

5. Serangan jantung dan stroke

Pada kondisi yang serius, penyebab kepala kliyengan bisa karena serangan jantung dan stroke. Umumnya, kepala kliyengan akibat serangan jantung dan stroke dialami oleh orang-orang lanjut usia.Gejala kepala kliyengan yang berkaitan dengan serangan jantung dapat disertai dengan nyeri dada, sesak napas, mual, nyeri pada lengan, nyeri punggung, atau nyeri rahang.Sedangkan, gejala kepala kliyengan yang menunjukkan stroke adalah muncul sakit kepala tiba-tiba, mati rasa, merasa lemah, perubahan pada penglihatan, sulit berjalan, hingga bicara menjadi cadel.Jika gejala kepala kliyengan berkaitan dengan kondisi jantung dan stroke, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan kesehatan ke dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat.

6. Penyebab kepala kliyengan atau kepala terasa ringan dan melayang lainnya

Beberapa kondisi medis lainnya juga dapat membuat seseorang merasa kliyengan atau kepala terasa ringan dan melayang. Misalnya:
  • Reaksi alergi
  • Sakit, seperti flu atau pilek
  • Kecemasan
  • Stres
  • Merokok
  • Minum minuman beralkohol
  • Gangguan nafsu makan
  • Aritmia
  • Shock
  • Gangguan telinga bagian dalam
  • Adanya perdarahan di bagian dalam tubuh
  • Kehilangan darah
  • Anemia atau kekurangan darah merah
  • Gangguan sirkulasi darah
  • Diabetes
  • Gangguan fungsi tiroid
  • Berbagai gangguan saraf, seperti penyakit Parkinson dan multiple sclerosis
  • Cedera di kepala
Jika kepala kliyengan atau kepala terasa melayang disebabkan oleh salah satu kondisi medis serius di atas, biasanya ada gejala lain yang mungkin menyertainya.

Gejala kepala kliyengan

Penyebab kepala kliyengan dapat terjadi secara bertahap
Kepala kliyengan terasa melayang bisa disertai dengan mual hingga berkeringat
Umumnya, kepala kliyengan atau kepala terasa melayang dapat terjadi secara bertahap ataupun terjadi secara terus menerus.Tingkat keparahan kepala kliyengan yang dialami, mulai dari yang ringan hingga parah.Gejala kepala kliyengan dapat disertai dengan beberapa gejala lain, seperti:
  • Muka memerah
  • Berkeringat
  • Mual
  • Kulit pucat
  • Gangguan penglihatan
Pada kondisi yang lebih parah, gejala kepala kliyengan tidak hanya mual dan muntah, melainkan juga disertai dengan berkeringat, merasa kepanasan, telinga berdengung, hingga perubahan pada penglihatan (seolah-olah Anda sedang melihat terowongan panjang).Beberapa dari Anda mungkin juga mengalami kepala kliyengan sampai seolah-olah ingin pingsan. Kondisi ini dikenal dengan istilah syncope.

Cara mengatasi kepala kliyengan atau kepala terasa ringan

Sebagian besar kondisi kepala kliyengan ringan dapat diatasi dengan melakukan pengobatan rumahan.Beberapa cara mengatasi kepala kliyengan ringan di rumah, yaitu:
  • Minum banyak air, terutama saat suhu udara panas atau sedang berolahraga
  • Konsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula atau karbohidrat simpleks
  • Konsumsi makanan yang bergizi penuh dengan nutrisi
  • Duduk atau berbaring sampai gejala kepala kliyengan mereda
  • Tidur yang cukup
  • Hindari mengonsumsi kafein, alkohol, dan merokok
  • Batasi konsumsi makanan yang mengandung garam
Jika kondisi kepala kliyengan berkaitan dengan kondisi medis serius tertentu, Anda dapat menemui dokter untuk mengetahui penyebab kepala kliyengan dan penanganannya dengan tepat.Dokter biasanya akan memberikan obat-obatan, seperti obat diuretik, obat anticemas (diazepam atau alprazolam), obat antimual, obat migrain, hingga melakukan prosedur medis tertentu sesuai dengan kondisi kepala kliyengan yang Anda alami.

Kapan kepala kliyengan harus diperiksakan ke dokter?

Meski kepala kliyengan tidak semuanya bersifat membahayakan, bukan berarti Anda dapat menyepelekannya begitu saja.Sebaiknya, segera temui dokter apabila kepala kliyengan terjadi terus menerus, menunjukkan tanda-tanda serangan jantung atau stroke, atau disertai dengan tanda bahaya sebagai berikut:
  • Muntah
  • Nyeri di lengan, leher, atau rahang
  • Sakit kepala parah mendadak
  • Nyeri dada
  • Kejang
  • Detak jantung menjadi lebih cepat atau tidak teratur
  • Perubahan penglihatan, seperti penglihatan ganda
  • Pingsan
  • Mati rasa atau ketidakmampuan untuk menggerakkan lengan atau kaki
  • Bicara menjadi cadel
  • Wajah mati rasa
  • Salah satu sisi tubuh merasa lemah
Dokter akan memberikan penanganan yang tepat sesuai dengan penyebab kepala kliyengan atau kepala terasa melayang yang Anda alami.Anda pun dapat berkonsultasi dengan dokter lewat aplikasi kesehatan keluarga SehatQ untuk mengetahui lebih lanjut seputar penyebab kepala kliyengan dan pengobatannya. Caranya, unduh sekarang di App Store dan Google Play.
penyakit jantungstrokesakit kepalapusing
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323717#when-to-see-a-doctor
Diakses pada 14 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/lightheadedness#see-a-doctor
Diakses pada 14 September 2020
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/lightheadedness-1745408
Diakses pada 14 September 2020
Health Harvard Publishing. https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/lightheaded-top-5-reasons-you-might-feel-woozy
Diakses pada 14 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait