Mengenal Kolin, Si Asupan Penting untuk Jaga Kesehatan Tubuh

(0)
29 Jan 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Kolin adalah nutrisi yang baik untuk ibu hamilTelur merupakan salah sumber makanan yang kaya dengan kolin
Apabila Anda merupakan ibu hamil dan menyusui, Anda mungkin sering mendengar nutrisi yang disebut kolin. Kolin memang nutrisi esensial untuk bumil dan busui. Walau begitu, sebenarnya, kolin adalah nutrisi yang diperlukan oleh semua kalangan.Mari simak artikel ini untuk mengenal kolin dan sumber makanannya.

Apa itu kolin?

Kolin adalah nutrisi berupa senyawa yang larut dalam air dan lemak, serta bersifat organik. Sebagai nutrisi, kolin menjalankan fungsi vital untuk tubuh, mulai dari perkembangan otak hingga fungsi sistem saraf.
Kolin berperan dalam perkembangan otak
Kolin penting untuk kinerja dan perkembangan otak
Kolin boleh dibilang sebagai pemain baru sebagai nutrisi yang berhasil ditemukan. Nutrisi ini pertama kali diperkenalkan oleh Institute of Medicine pada tahun 1998.Kolin bukanlah vitamin dan bukan pula mineral. Walau begitu, nutrisi ini memiliki sifat yang mirip dengan vitamin-vitamin B.Organ hati menghasilkan kolin dalam jumlah sedikit. Karena tak banyak dihasilkan tubuh, kita perlu mendapatkan asupan kolin yang cukup dari berbagai makanan sehat.

Fungsi dan manfaat kolin untuk kinerja tubuh

Kolin menjalankan beberapa fungsi yang tak tergantikan untuk perkembangan tubuh. Beberapa fungsi kolin tersebut, yaitu:

1. Mendukung perkembangan sel

Kolin sangat esensial untuk perkembangan sel. Sebab, nutrisi ini menghasilkan sejenis lemak untuk membentuk struktur membran sel.

2. Berperan dalam sintesis DNA

Bersama dengan nutrisi lain, seperti vitamin B9 dan vitamin B12, kolin juga berperan dalam ekspresi gen atau sintesis DNA.

3. Menjaga kesehatan sistem saraf

Kolin diperlukan dalam produksi asetilkolin, neurotransmitter atau senyawa yang menyampaikan pesan di tubuh. Asetilkolin terlibat dalam proses daya ingat, pergerakan otot, hingga pengaturan detak jantung.

4. Membantu proses metabolisme dan transportasi lemak

Kolin juga esensial untuk pembuatan senyawa yang dibutuhkan untuk membuang kolestrol dari organ hati. Bahkan, kekurangan kolin di tubuh meningkatkan risiko penumpukan kolesterol dan lemak pada organ tersebut.

5. Menurunkan risiko penyakit jantung

Kadar homosistein di dalam darah yang terlalu tinggi diketahui bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Namun, asupan kolin yang cukup dapat menjadi pengendali kadar tersebut tetap pada batas normal. 

6. Menjaga kesehatan otak

Ternyata, asupan kolin dalam tubuh sangat berguna juga untuk otak karena dapat mempertajam ingatan serta memperbaiki mood. Makanan tinggi kolin diketahui mampu meningkatkan fungsi kognitif otak, juga mampu menjaga kualitas penyimpanan memori verbal dan visual di dalam otak.

Makanan mengandung kolin yang bisa dikonsumsi

Kolin merupakan nutrisi yang bisa kita dapatkan dari berbagai makanan sehat. Bayi membutuhkan asupan kolin yang lebih tinggi dan umumnya sudah terpenuhi dari air susu ibu maupun susu formula. Sementara itu, seiring pertambahan umur, kebutuhan kolin pun akan meningkat.Menurut ODS, berikut ini merupakan beberapa sumber kolin, yaitu:
  • Daging sapi, ikan, produk kedelai, dan telur
  • Sayur brokoli, kentang, dan jamur
  • Roti gandum utuh dan biji quinoa
  • Kacang-kacangan dan biji-bijian
Kolin terkandung dalam brokoli
Brokoli merupakan salah satu sumber kolin
Selain dari makanan sehat, kolin juga tersedia dalam bentuk suplemen. Beberapa makanan olahan pun diperkaya dengan nutrisi ini. Kolin pada suplemen dan makanan olahan ini hadir dalam bentuk lesitin.Apabila ingin mengonsumsi suplemen kolin, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Akibat kekurangan kolin

Defisiensi atau kekurangan kolin sebenarnya cenderung jarang terjadi. Meski demikian, bukan berarti Anda mengabaikan nutrisi ini dari makanan sehat. Pasalnya, defisiensi kolin dapat menimbulkan efek negatif, seperti:
  • Gangguan hati
  • Risiko cacat tabung saraf pada bayi
Selain itu, walau langka dialami, beberapa kelompok orang berisiko mengalami defisiensi. Kelompok yang rentan tersebut, yaitu:
  • Atlit dengan olahraga yang intens
  • Orang yang sering mengonsumsi alkohol
  • Ibu hamil
  • Wanita yang memasuki menopause
Rekomendasi resmi terkait asupan kolin belum ditentukan. Penting juga untuk diingat bahwa kebutuhan kolin masing-masing individu dapat berbeda. Yang terpenting, pastikan Anda mengonsumsi makanan sehat yang bervariasi untuk menghindari defisiensi kolin.

Risiko jika asupan kolin terlalu berlebihan

Konsumsi kolin berlebihan dikaitkan dengan beberapa efek samping. Beberapa efek samping tersebut, termasuk:
  • Penurunan tekanan darah
  • Berkeringat
  • Bau badan yang amis
  • Diare
  • Mual dan muntah
Kelebihan kolin picu keringat tak wajar
Berkeringat tak wajar menjadi tanda jika tubuh kelebihan kolin
Asupan kolin yang berlebihan lebih berisiko terjadi dari konsumsi suplemen, bukan dari makanan sehat. Untuk itu, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu terkait konsumsi suplemen, serta patuhilah anjuran penggunaan suplemen tersebut.

Catatan dari SehatQ

Kolin adalah nutrisi penting untuk kesehatan yang optimal. Walau defisiensi kolin jarang terjadi, banyak orang masih belum cukup memenuhi kebutuhan kolin. Anda bisa memenuhi kebutuhan kolin dari makanan yang juga dibarengi dengan pola hidup sehat.
vitaminnutrisizat gizi
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/what-is-choline
Diakses pada 29 Januari 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/327117.php
Diakses pada 29 Januari 2020
Oxford Academic Nutrition Review. https://academic.oup.com/nutritionreviews/article/67/11/615/1850648
Diakses pada 29 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait