Kontraksi Setelah Berhubungan Intim Saat Hamil, Apakah Aman?


Kontraksi setelah berhubungan intim saat hamil tua bisa menimbulkan kekhawatiran. Kondisi dapat dikatakan darurat apabila terjadi pecah air ketuban sebelum waktu persalinan.

(0)
Kontraksi setelah berhubungan intim saat hamil tua terjadi akibat orgasme hingga rangsangan putingKontraksi setelah berhubungan intim saat hamil tua terjadi karena orgasme, rangsangan puting, hingga air mani
Kontraksi setelah berhubungan intim saat hamil tua tentu mengagetkan ibu dan pasangannya. Bahkan, banyak pasangan yang menganggap keluhan ibu hamil ini sebagai sesuatu yang berbahaya.Lantas, apakah berhubungan seks aman saat hamil? Sebenarnya aman-aman saja bercinta apabila kehamilan Anda termasuk yang berisiko rendah.Kondisi kehamilan seseorang dikatakan berisiko tinggi apabila plasentanya terletak di bagian bawah rahim, risiko kelahiran prematur, dan komplikasi kehamilan lainnya.Bahkan, bila Anda menemukan bercak darah setelah berhubungan seks saat usia kehamilan mencapai 12 minggu ke atas, kemungkinan keguguran pun amat sangat kecil.Lalu, normalkah sakit perut bagian bawah setelah berhubungan saat hamil dan terasa seperti kontraksi?

Apakah mengalami kontraksi setelah seks normal?

Mengalami kontraksi setelah berhubungan intim saat hamil tua adalah hal yang normal dan diprediksi akan muncul setiap kali penetrasi.Kondisi ini terjadi karena adanya mekanisme tubuh yang terjadi saat orgasme sehingga memengaruhi jalannya kehamilan.Namun, bila Anda ragu, Anda bisa konsultasikan dengan dokter kandungan Anda untuk mengetahui jawaban yang pasti.

Penyebab kontraksi setelah seks saat hamil

Jika bercinta disebut aman, lalu mengapa terkadang terasa kontraksi setelah berhubungan intim saat hamil tua?Hal ini bisa terjadi ketika bercinta dan setelah merasakan orgasme. Ini wajar dan tidak akan berpengaruh apapun pada kondisi leher rahim (serviks).Beberapa alasan mengapa kontraksi ini terjadi adalah:

1. Orgasme

Penyebab kontraksi setelah berhubungan intim saat hamil tua adalah orgasme
Penyebab kontraksi setelah berhubungan intim saat hamil tua adalah orgasme
Tubuh melepaskan hormon oksitosin saat orgasme. Ketika ini terjadi, otot dasar panggul dan otot rahim akan merasakan kontraksi.

2. Terkena air mani

Air yang keluar saat bercinta mengandung prostaglandin. Prostaglandin terbukti mampu memicu kontraksi setelah berhubungan intim saat hamil tua.

3. Rangsangan payudara

Apabila suami merangsang payudara ketika melakukan hubungan intim, sangat mungkin menimbulkan kontraksi. Sebab, rangsangan puting pun memicu produksi hormon oksitosin.Lagi-lagi, sakit perut bagian bawah setelah berhubungan saat hamil akibat kontraksi pun tak tertahankan.Jika terasa tidak nyaman, sebaiknya hentikan rangsangan dengan cara ini.

4. Gerakan fisik

Gerakan yang terus-menerus selama berhubungan seks mampu memicu kontraksi setelah berhubungan intim saat hamil tua
Gerakan yang terus-menerus selama berhubungan seks mampu memicu kontraksi setelah berhubungan intim saat hamil tua
Saat bercinta, tubuh terus menerus bergerak. Adanya aktivitas fisik dan perubahan posisi ini juga bisa menyebabkan kontraksi.Umumnya, sakit perut bagian bawah setelah berhubungan saat hamil akan mereda dengan sendirinya setelah beberapa jam. Kontraksi yang dirasakan pun tidak terlalu kuat.

5. Aliran darah meningkat

Saat hamil, aliran darah akan meningkat karena bertambahnya volume darah. Menurut penelitian dari jurnal Circulation, volume darah saat hamil rata-rata meningkat hingga hampir 45%.Aliran darah yang meningkat ini akan mengarah ke perut dan rahim sehingga membuat sakit perut bagian bawah setelah berhubungan saat hamil tak terhindari. Ini sama halnya dengan leher rahim yang terasa lebih sensitif saat hamil.

6. Braxton-Hicks

Kontraksi palsu setelah berhubungan seks mampu menyebabkan sakit perut bagian bawah setelah berhubungan saat hamil
Kontraksi palsu setelah berhubungan seks mampu menyebabkan sakit perut bagian bawah setelah berhubungan saat hamil
Kontraksi setelah berhubungan intim saat hamil tua bisa jadi diakibatkan oleh munculnya Braxton-Hicks atau kontraksi palsu.Kondisi ini biasanya terjadi saat memasuki trimester ketiga atau bahkan kedua. Kontraksi palsu biasanya muncul karena tubuh sedang mempersiapkan kontraksi untuk proses persalinan yang sesungguhnya.

Cara mengatasi kontraksi setelah berhubungan intim saat hamil tua

Minum air putih membantu meredakan kontraksi setelah berhubungan intim saat hamil tua
Minum air putih membantu meredakan kontraksi setelah berhubungan intim saat hamil tua
Kontraksi setelah hubungan intim saat hamil tua terkadang membuat Anda tidak nyaman. Tenang saja, kondisi ini akan hilang dalam beberapa jam setelah berhubungan seks.Bila Anda ingin mengurangi sensasi kontraksi setelah berhubungan intim saat hamil tua, Anda bisa mencoba membuat Anda lebih rileks dengan cara:
  • Berbaring
  • Bersantai
  • Mandi air hangat
  • Minum air hingga kontraksi mereda.

Aktivitas seksual yang harus dihindari?

Sebaiknya, hindari seks anal saat hamil
Sebaiknya, hindari seks anal saat hamil
Meskipun bercinta pada suami istri adalah hal yang aman bagi ibu hamil dengan risiko rendah, tetap ada beberapa hal yang perlu dihindari. Apa saja?
  • Bercinta dengan pasangan yang berisiko menularkan infeksi menular seksual
  • Hindari melakukan seks anal.
Tak kalah penting, jangan memaksakan bercinta apabila sedang tidak ingin.Ketika melakukannya pun, ada beberapa posisi yang perlu disesuaikan karena ukuran perut yang membesar menyebabkan tidak nyaman.Hindari posisi terlentang saat hamil 4 bulan ke atas. Sebab, hal ini akan menekan pembuluh darah Anda.

Kapan harus ke dokter

Segera ke dokter bila kontraksi setelah berhubungan intim saat hamil ditandai dengan nyeri perut tak tertahankan
Segera ke dokter bila kontraksi setelah berhubungan intim saat hamil ditandai dengan nyeri perut tak tertahankan
Meski kontraksi setelah berhubungan intim saat hamil tua dapat dikatakan normal, ada tanda-tanda gawat atau false alarm yang harus Anda perhatikan, misalnya kontraksi dini. Bila tidak segera ditangani, maka ini dapat mengancam nyawa Anda dan janin.Untuk itu, segera ke dokter kandungan bila Anda mengalami kontraksi dini yang mengkhawatirkan berikut:
  • Kram dan nyeri perut hebat
  • Panggul seakan ditekan
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Cairan vagina keluar lebih banyak
  • Keluar flek atau perdarahan
  • Gerakan bayi berkurang
  • Kontraksi lebih dari 4 kali dalam satu jam, tidak membaik setelah beristirahat
Selain itu, inilah gejala lain yang juga mengharuskan Anda untuk segera ke dokter:
  • Demam atau kedinginan
  • Pandangan berubah
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Pusing tak tertahankan hingga pingsan.

Catatan dari SehatQ

Kontraksi setelah berhubungan intim saat hamil tua merupakan hal yang wajar. Hal ini diakibatkan aliran darah, hormon oksitosin, hingga munculnya kontraksi palsu.Namun, bila Anda mengalami tanda-tanda yang membahayakan keselamatan Anda dan janin, segera hubungi dokter kandungan lebih lanjut.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar seks saat hamil hingga cara meraih kehamilan sehat, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
menjaga kehamilankehamilanmasalah kehamilankontraksihamilibu hamil
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/contractions-after-sex
Diakses pada 6 November 2020
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/sex-and-relationships/cramps-contractions-after-sex-during-pregnancy/
Diakses pada 6 November 2020
Parents. https://www.parents.com/pregnancy/my-life/sex-relationship/pregnancy-sex-guide/
Diakses pada 6 November 2020
Circulation. https://www.ahajournals.org/doi/full/10.1161/CIRCULATIONAHA.114.009029
Diakses pada 24 Mei 2021
Pregnancy Birth&Baby. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/braxton-hicks-contractions
Diakses pada 24 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait