Berbagai Cara yang Bisa Anda Lakukan untuk Mencegah Asma Kambuh


Asma memang tidak bisa disembuhkan, tapi ada sejumlah langkah pencegahan yang bisa Anda lakukan untuk mencegah serangan asma datang atau gejalanya memburuk. Selain menjauhi pemicu, Anda perlu memperhatikan rencana pengobatan dengan saksama.

0,0
Langkah pencegahan asma bertujuan untuk mengurangi serangan asmaAsma tidak bisa disembuhkan, langkah pencegahan yang dilakukan bertujuan untuk mencegah kekambuhan
Asma bronkial, atau asma, adalah menyempitnya saluran pernapasan sehingga penderitanya sulit bernapas. Asma termasuk penyakit yang tidak dapat disembuhkan, tapi dapat dikontrol. Berbagai langkah pencegahan asma dapat Anda dilakukan untuk menghindari kambuh.

Langkah utama pencegahan asma 

Gejala asma muncul akibat adanya penyempitan, pembengkakan, dan produksi lendir berlebih pada saluran pernapasan. Gejalanya biasanya berupa sesak napas, batuk, dan mengi. Meski tak dapat disembuhkan, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah serangan asma. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah asma kambuh:

1. Hindari pemicu asma 

Bulu hewan peliharaan bisa menjadi salah satu pemicu asma
Bulu hewan peliharaan bisa menjadi salah satu pemicu asma
Hingga kini, penyebab asma belum diketahui. Namun, ada sejumlah pemicu yang dapat memperbesar risiko Anda mengalami serangan asma.Paparan terhadap iritan dan polutan atau alergen (zat penyebab alergi) bisa menyebabkan timbulnya asma. Pemicu asma bisa saja berbeda pada tiap individu. Beberapa pemicu umum penyakit asma antara lain:
  • Alergi, seperti serbuk sari, debu, spora jamur, bulu hewan, dan kotoran serangga
  • Infeksi saluran pernapasan, seperti flu
  • Aktivitas fisik yang berlebihan 
  • Udara dingin
  • Polutan atau iritan udara, seperti asap rokok, bahan kimia tertentu 
  • Obat-obatan tertentu, seperti beta blocker, aspirin, dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAIDS)
  • Emosi dan stres
  • Sulfit atau pengawet makanan
  • Penyakit asam lambung, seperti GERD
Untuk mencegah asma kambuh, yang bisa Anda lakukan adalah menjauhkan diri sebisa mungkin dari pemicu asma. Itu sebabnya, penting untuk mengetahui apa yang memicu serangan asma dalam diri Anda.Sebagai langkah pencegahan, Anda juga dapat menggunakan menggunakan masker dan pelembap udara untuk mencegah paparan alergen atau iritan udara. 

2. Ikuti rencana pengobatan asma Anda

Asma merupakan penyakit pernapasan kronis, sehingga membutuhkan pemantauan dan perawatan agar penderita asma dapat hidup lebih berkualitas. Ketika didiagnosis asma, dokter akan memberikan rencana pengobatan untuk mengelola serangan asma. Mematuhi rencana pengobatan atau terapi asma yang dianjurkan dokter merupakan langkah pencegahan asma yang paling efektif. Anda juga perlu berkonsultasi dengan dokter secara rutin untuk memantau perkembangan penyakit asma sehingga dapat dilakukan pengobatan yang tepat.Dengan demikian, serangan asma pun dapat diminimalisir.

3. Selalu membawa obat asma

Membawa obat asma ke mana pun menjadi salah satu upaya pencegahan asma memburuk
Membawa obat asma ke mana pun menjadi salah satu upaya pencegahan asma memburuk
Sekalipun telah mengikuti rencana pengobatan, serangan asma tetap bisa muncul kapan saja. Itu sebabnya, membawa obat asma ke mana pun Anda pergi merupakan cara terbaik untuk mengantisipasi serangan asma dan mencegah kondisinya memburuk.

4. Vaksinasi flu dan pneumonia

Flu dan gangguan pernapasan lainnya, seperti pneumonia, juga menjadi salah satu pemicu asma.Itu sebabnya, Anda juga perlu melakukan pencegahan kedua penyakit tersebut. Anda bisa mendapatkan vaksin flu dan pneumonia secara rutin sesuai dengan anjuran dokter. Melakukan vaksinasi dapat mencegah Anda dari flu dan pneumonia yang dapat memicu serangan asma.

5. Menggunakan masker saat bepergian

Anda yang menderita asma juga disarankan untuk menggunakan masker saat bepergian atau beraktivitas di luar ruangan sebagai langkah pencegahan asma kambuh. Masker melindungi hidung dan mulut Anda dari paparan debu, asap, dan partikel-partikel kecil lainnya yang dapat memicu gejala asma kambuh.

6. Olahraga yang tepat

Olahraga mungkin menjadi hal yang dihindari bagi sebagian penderita asma karena bayangan sesak napas yang mungkin akan menghantui. Namun, olahraga yang tepat justru dapat memperbaiki kondisi paru-paru, membantu melegakan pernapasan, hingga mencegah asma kambuh. Pilihlah olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang, tidak terlalu menguras tenaga, dan dilakukan dengan singkat, secara konsisten dan rutin. Dengan demikian, olahraga tidak akan membebani paru-paru sehingga tidak memicu serangan asma.Olahraga untuk penderita asma, antara lain:
  • Berenang
  • Berjalan santai
  • Bersepeda santai
  • Senam
  • Golf
Tidak hanya memperbaiki fungsi pernapasan, olahraga yang tepat bagi penderita asma juga dapat meningkatkan kesehatan tubuh dan mencegah stres yang juga dapat memicu serangan asma.

7. Latihan pernapasan

Latihan pernapasan dapat membantu mencegah asma kambuh
Latihan pernapasan dapat membantu mencegah asma kambuh
Selain berolahraga teratur, latihan pernapasan juga mengurangi gejala asma.Latihan pernapasan dapat membantu Anda membuka saluran udara pernapasan, memindahkan udara segar ke paru-paru, dan mempermudah proses bernapas.Jenis latihan pernapasan yang baik untuk penderita asma antara lain:

8. Rutin memantau pernapasan 

Sebagai penderita asma, Anda perlu memantau pernapasan Anda dan mengenali gejala asma yang akan datang, seperti batuk ringan, mengi, atau sesak napas. Tanda-tanda serangan asma itu bisa jadi berbeda satu sama lain.Memantau pernapasan dan mengenali ciri-ciri asma mau kambuh merupakan upaya pencegahan asma yang baik. Ini dapat membantu Anda menangani gejalanya selagi belum memburuk. Anda bisa menggunakan peak flow meter untuk memantau pernapasan. Peak flow meter dapat mendeteksi penyempitan saluran napas dan mengukur jumlah udara sehingga dapat mengantisipasi serangan asma.

9. Melakukan imunoterapi

Cara mencegah penyakit asma kambuh lainnya adalah dengan melakukan imunoterapi. Menurut American College of Allergy, Asthma, and Immunology, imunoterapi ampuh sebagai langkah pencegahan, khususnya asma yang terkait dengan alergi. Terapi pengobatan ini berfungsi untuk mengurangi sensitivitas sistem imun tubuh manakala ada faktor pemicu alergi (alergen) yang masuk ke tubuh. Imunoterapi dapat dilakukan selama beberapa tahun sampai sistem imun benar-benar ‘terbiasa’ dengan alergen yang masuk.

10. Menggunakan pelembap udara di dalam ruangan

Pelembap udara membantu mencegah udara kering yang bisa memicu asma
Pelembap udara membantu mencegah udara kering yang bisa memicu asma
Penderita asma juga sebaiknya menggunakan pelembap udara di dalam ruangan, terlebih jika ruangan ber-AC. Pasalnya, udara kering dari AC dapat membuat saluran napas teriritasi sehingga memicu timbulnya gejala asma.Pelembap udara (air humidifier) menjaga agar udara tetap lembap sehingga risiko iritasi pada saluran pernapasan dapat dihindari.

11. Membersihkan tempat tidur secara rutin

Tempat tidur bisa menjadi sarang debu, tungau, dan kuman yang dapat memicu asma kambuh. Itu sebabnya, membersihkan tempat tidur secara rutin juga menjadi langkah pencegahan asma yang tidak boleh Anda lewatkan. Anda bisa menggunakan alat vakum yang dilengkapi fitur high efficiency particulate air (HEPA) agar partikel-partikel kecil pada tempat tidur dapat terangkat sepenuhnya.  

12. Tidur dengan kepala lebih tinggi

Apabila penderita asma sedang terserang flu atau kondisi lainnya seperti sinusitis, Anda disarankan untuk tidur dengan posisi kepala lebih tinggi dari badan.Pasalnya, posisi kepala yang sejajar dengan tubuh dapat memicu penumpukan lendir tenggorokan. Hal ini lantas dapat menghambat aliran udara hingga terjadilah serangan asma. Saran yang sama juga berlaku untuk penderita gangguan asam lambung. Tidur dengan posisi kepala yang sejajar dengan tubuh dapat memicu asam lambung naik ke kerongkongan dan menghambat aliran udara. Gunakan bantal yang tebal saat tidur agar posisi kepala bisa lebih tinggi dari badan Anda.

13. Menjaga pola makan

Makan teratur dapat mencegah GERD yang mungkin memicu asma
Makan teratur dapat mencegah GERD yang mungkin memicu asma
Siapa sangka, gastroesophageal reflux disease (GERD) atau kondisi naiknya asam lambung juga menjadi salah satu pemicu asma. Itu sebabnya, mencegah GERD juga membantu Anda mencegah asma. Bagi Anda yang memiliki riwayat GERD dan asma, Anda dapat mulai mengatur pola makan untuk menghindari kedua kondisi ini bersamaan. Mulailah dengan mengatur pola makan, yakni makan sesuai dengan waktu makan, makan tidak berlebihan, hindari makanan berlemak, hindari makanan asam dan pedas, serta perbanyak makan sayur dan buah. Tidak hanya mencegah GERD dan asma, menjaga pola makan juga bisa mengontrol berat badan ideal Anda sehingga terhindar dari kelebihan berat badan yang juga menjadi faktor risiko penyakit asma. Selain itu, sebuah tinjauan ilmiah dalam Current Opinion in Allergy and Clinical Immunology menyebutkan, makan makanan bergizi, khususnya yang mengandung vitamin D dan probiotik, dapat membantu mencegah gangguan kesehatan terutama alergi, yang menjadi pemicu serangan asma. 

14. Kendalikan stres dengan baik

Langkah pencegahan asma kambuh yang juga tidak boleh dilewatkan adalah mengendalikan stres dengan baik. Dilansir dari Asthma UK, stres membuat seseorang menjadi sangat emosional. Nah, emosi yang memuncak inilah yang kemudian disebut-sebut dapat memicu asma kambuh. Mengingat stres mungkin tidak dapat dihindari, maka yang dapat Anda lakukan adalah dengan mengendalikannya. Beberapa cara mengatasi stres adalah:
  • Mendengarkan musik
  • Melakukan aktivitas yang disenangi
  • Istirahat yang cukup
  • Olahraga

15. Menjaga kesehatan 

Menjaga kesehatan secara keseluruhan juga dapat mencegah penyakit asma kambuh. Pasalnya, beberapa penyakit, seperti flu lebih rentan terjadi pada mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah.Pastikan Anda menjaga kesehatan tubuh dengan makan makanan bergizi, aktif bergerak, serta cukup istirahat sebagai upaya pencegahan asma.  

Pantangan yang sebaiknya diikuti oleh pasien asma

Sejumlah pantangan penyakit asma perlu diikuti untuk mencegah kekambuhan
Sejumlah pantangan penyakit asma perlu diikuti untuk mencegah kekambuhan
Selain mengikuti langkah pencegahan asma di atas, mengetahui dan menjauhi pantangan penyakit asma juga bisa membantu Anda mencegah asma kambuh dan dan gejalanya memburuk. Berikut ini, beberapa pantangan penyakit asma yang perlu Anda hindari:

1. Asap rokok

Asap rokok dikenal luas sebagai sumber berbagai gangguan kesehatan, tak terkecuali asma. Paparan asap rokok ini dapat terjadi pada perokok aktif maupun perokok pasif.

2. Aktivitas fisik berat

Olahraga dengan intensitas yang berat cenderung dihindari untuk mencegah timbulnya serangan asma. Kondisi ini biasa disebut dengan exercise-induced asthma (EIA), alias asma yang dipicu oleh olahraga.Beberapa olahraga yang dapat memicu asma, di antaranya:
  • Olahraga dalam kondisi udara dingin dan kering
  • Berenang di dalam ruangan, karena dapat meningkatkan kadar klorin yang memicu masalah pernapasan
  • Olahraga yang dilakukan dalam waktu yang lama dengan intensitas tinggi, seperti lari jarak jauh dan sepak bola. 

3. Makanan

Makanan pemicu alergi, seperti produk susu, telur, kacang, makanan laut juga sebaiknya dihindari. Khususnya, jika Anda memang terbukti memiliki alergi pada makanan ini.Beberapa makanan tersebut dapat menimbulkan alergi, terutama pada anak, yang juga dapat memicu serangan dan perburukan asma. Langkah pencegahan asma dan pantangan penyakit asma sebenarnya saling berkaitan. Langkah dan pantangan ini dapat Anda sesuaikan dengan kondisi asma yang Anda alami. Mengingat faktor pemicu asma dapat berbeda pada tiap individu.Pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter mengenai kondisi yang dialami. Anda juga bisa menggunakan fitur chat dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang! 
penyakit paru-paruasmasesak napas
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/asthma/symptoms-causes/syc-20369653
Diakses pada 29 Juni 2021
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://promkes.kemkes.go.id/germas
Diakses pada 29 Juni 2021
Maciag, M. C., & Phipatanakul, W. (2019). Preventing the development of asthma: stopping the allergic march. Current opinion in allergy and clinical immunology, 19(2), 161–168. https://doi.org/10.1097/ACI.0000000000000501
Diakses pada 29 Juni 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/asthma/exercise-for-asthma
Diakses pada 29 Juni 2021
National Health Service. https://www.nhs.uk/conditions/food-allergy/
Diakses pada 29 Juni 2021
Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/asthma/triggers.html
Diakses pada 29 Juni 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/exercise-induced-asthma/symptoms-causes/syc-20372300
Diakses pada 29 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait