3 Jenis Limbah Berdasarkan Wujudnya serta Pengelolaan yang Tepat


Limbah berdasarkan wujudnya dibagi menjadi 3, yakni limbah padat, limbah cair, dan limbah gas. Bagaimana cara mengelolanya agar tidak berdampak buruk bagi lingkungan maupun kesehatan?

(0)
30 Nov 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Limbah berdasarkan wujudnya dikelompokkan menjadi limbah padat, cair, dan gasLimbah berdasarkan wujudnya membutuhkan pengolahan tersendiri
Limbah berdasarkan wujudnya terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu limbah padat, limbah cari, dan limbah gas. Anda tidak perlu membayangkan limbah pabrik. Sebab, sisa bahan yang tidak terpakai ketika masak pun, bisa menjadi limbah rumah tangga.Kampanye pengolahan limbah berdasarkan wujudnya sudah banyak digaungkan, terutama dalam beberapa tahun belakangan. Pasalnya, jika limbah tidak dikelola dengan baik, akan timbul dampak buruk pada lingkungan maupun kondisi kesehatan manusia secara keseluruhan.

Penggolongan limbah berdasarkan wujudnya

Data menunjukkan bahwa pada 2015 saja total sampah yang dihasilkan di Indonesia mencapai 175.000 ton per hari atau 0,7 kilogram per orang. Dengan kata lain, ada sekitar 64 juta ton limbah per tahun. Dari jumlah tersebut, hampir setengahnya (tepatnya 44,5%) merupakan sampah rumah tangga yang berupa makanan.Sayangnya, limbah-limbah domestik maupun non-domestik tidak dikelola dengan baik sehingga menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA) yang akhirnya mengakibatkan kerusakan lingkungan. Padahal, beberapa limbah ini bisa terlebih dahulu diolah secara mandiri oleh masyarakat melalui proses 3R atau reduce, reuse, recycle.
Sisa makanan adalah contoh limbah rumah tangga
Limbah pada dasarnya adalah sisa dari kegiatan atau usaha yang mengandung bahan berbahaya atau beracun dilihat dari sifat, konsentrasi, dan jumlahnya. Bahan berbahaya dan beracun ini bisa memengaruhi kesehatan dan lingkungan, maupun kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya, baik yang secara langsung maupun tidak langsung.Berikut ini penggolongan limbah berdasarkan wujudnya.

1. Limbah padat

Limbah ini memiliki wujud padat yang bersifat kering dan tidak dapat berpindah, kecuali dipindahkan. Sisa makanan, sayuran, potongan kayu, ampas hasil industri, dan lain-lain merupakan contoh konkret dari limbah padat. Limbah padat ini bisa dibagi lagi menjadi limbah perumahan dan limbah industri.
  • Limbah perumahan:

    Sisa makanan, kertas, kardus, plastik, baju, sisa berkebun, kaca, besi, elektronik yang tidak lagi terpakai, dan sebagainya.
  • Limbah industri:

    Sisa makanan, bahan konstruksi atau bahan baku yang tidak lagi terpakai, abu, bahan kimia berbahaya, dan sebagainya.

2. Limbah cair

Limbah cair adalah limbah yang memiliki wujud cair, selalu larut dalam air, dan sberpindah (kecuali ditempatkan pada wadah atau bak). Contoh dari limbah cair adalah air bekas cuci pakaian dan piring, limbah cair dari industri, dan lain-lain.Limbah cair kemudian dikelompokkan lagi menjadi 4 kategori, sebagai berikut ini.
  • Limbah cair domestik:

    Limbah ini merupakan cairan hasil buangan dari perumahan (rumah tangga), bangunan, perdagangan dan perkantoran, misalnya air sabun, air detergen sisa cucian, dan air tinja.
  • Limbah cair industri:

    Limbah ini adalah hasil buangan industri, seperti sisa pewarnaan kain dari industri tekstil, air dari industri pengolahan makanan, sisa cucian daging, buah, atau sayur, dan sebagainya.
  • Rembesan dan luapan (infiltration and inflow):

    Limbah cair ini berasal dari berbagai sumber yang memasuki saluran pembuangan limbah cair melalui rembesan ke dalam tanah atau luapan permukaan. Air limbah ini merembes ke dalam saluran pembuangan, bisa melalui pipa yang pecah, rusak, atau bocor.
    Sementara itu luapan dapat muncul dari saluran terbuka atau yang terhubung ke permukaan. Contoh rembesan dan luapan adalah air buangan dari talang atap, pendingin ruangan (AC), bangunan perdagangan dan industri, serta pertanian atau perkebunan.
  • Air hujan (storm water):

    Limbah cair ini berasal dari aliran air hujan di atas permukaan tanah yang membawa partikel-partikel buangan padat atau cair.

3. Limbah gas

Limbah gas adalah limbah yang berwujud gas, bisa dalam bentuk asap, dan selalu bergerak sehingga penyebarannya luas. Contoh dari limbah gas adalah asap buangan kendaraan bermotor maupun buangan gas dari hasil industri.

Pengelolaan limbah berdasarkan wujudnya

Lakukanlah daur ulang untuk mengurangi limbah
Demi menjaga lingkungan bebas dari limbah, terutama yang membahayakan kesehatan manusia, diperlukan pengelolaan secara menyeluruh. Idealnya, pengelolaan limbah berdasarkan wujudnya dilakukan dalam tahapan sebagai berikut:

1. Mengurangi

Langkah ini dilakukan dengan mengurangi sampah atau limbah oleh perusahaan dan rumah tangga agar hasil buangan tidak terlalu banyak. Hal yang dapat Anda lakukan adalah menggunakan lebih sedikit material dalam pembuatan bangunan, menjaga produk agar bisa digunakan dalam jangka panjang, maupun menggunakan bahan yang tidak berbahaya.

2. Menggunakan kembali

Berusahalah untuk menggunakan barang secara berulang-ulang dengan selalu memeriksa, membersihkan, memperbaiki, atau mengganti bagian yang rusak.

3. Mendaur ulang

Limbah diproses kembali agar dapat digunakan untuk keperluan yang lain, misalnya sisa makanan diolah menjadi pupuk kompos atau plastik diolah menjadi kerajinan tangan.

4. Melakukan pemulihan

Yang dimaksud dengan pemulihan adalah menghasilkan energi dari limbah dengan menggunakan berbagai bentuk teknologi, misalnya insinerasi.

5. Membuang ke TPA

Ini adalah opsi terakhir dalam pengelolaan limbah berdasarkan wujudnya jika memang keempat pilihan di atas tidak lagi memungkinkan.

Catatan dari SehatQ

Tanpa pengelolaan yang baik, limbah berisiko menimbulkan gangguan kesehatan. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang risiko penyakit akibat limbah, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
musim hujanhidup sehatfeses
PT SMI. https://www.ptsmi.co.id/wp-content/uploads/2019/11/SMI-Insight-2018-Pengelolaan-Limbah.pdf
Diakses pada 14 November 2020
Universitas Atma Jaya Yogyakarta. http://e-journal.uajy.ac.id/12896/3/BL013712.pdf
Diakses pada 14 November 2020
UNESCAP. https://www.unescap.org/sites/default/files/CH08.PDF
Diakses pada 14 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait