Makanan yang Jadi Pantangan Autoimun, dari Telur Hingga Produk Susu


Makanan seperti produk susu, telur, gula olahan, dan sayuran nightshade menjadi pantangan autoimun. Sebagai gantinya, penderita penyakit ini diminta mengonsumsi buah segar, umbi-umbian, hingga makanan fermentasi yang kaya akan probiotik.

0,0
Salah satu pantangan autoimun saat menjalani program diet AIP adalah sayuran nightshade seperti tomat, terong, dan paprikaSayuran nightshade seperti tomat dan terong merupakan salah satu pantangan autoimun
Autoimun adalah kondisi yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang dan merusak jaringan atau organ sehat secara tidak sengaja. Beberapa contoh penyakit autoimun, antara lain lupus, psoriasis, dan rheumatoid arthritis. Guna mengurangi peradangan dan meredakan gejala, penderita penyakit ini harus menerapkan diet autoimmune protocol (AIP). Dalam diet ini, ada sejumlah makanan yang menjadi pantangan autoimun.

Apa saja pantangan makanan autoimun?

Beberapa makanan dapat memicu peradangan dan memperparah gejala autoimun. Maka dari itu, penderita autoimun harus menerapkan diet AIP. AIP adalah diet eliminasi, yang dilakukan dengan menghilangkan jenis makanan tertentu selama beberapa minggu.Setelah melewati batas waktu yang telah ditentukan, Anda akan diminta secara perlahan untuk mengonsumsi kembali makanan yang sebelumnya dihindari. Kemudian, Anda diharuskan untuk mencermati dan mencatat reaksi yang terjadi pada tubuh Anda. Apabila terjadi lonjakan gejala, maka makanan tersebut harus dihindari dalam jangka waktu panjang,Berikut ini pantangan makanan autoimun ketika menjalani program diet AIP:
  • Sayuran nightshade: terong, paprika, kentang, tomat, dan rempah-rempah yang berasal dari sayuran nightshade (misalnya bubuk paprika).
  • Produk susu: susu sapi, susu kambing, susu domba, dan produk turunannya seperti krim, keju, mentega, dan bubuk protein berbahan dasar susu
  • Telur: telur utuh, putih telur, produk yang mengandung telur
  • Kacang-kacangan: lentil, buncis, kacang polong, kacang tanah, serta produk turunannya seperti tahu, tempe, dan selai kacang
  • Biji-bijian: beras, gandum, oat, barley, gandum, serta produk turunannya seperti pasta, roti, dan sereal
  • Gula olahan: gula tebu, sirup jagung, produk turunannya seperti soda, permen, es krim, cokelat, dan makanan lain dengan kandungan bahan yang telah disebutkan
  • Minyak nabati olahan: minyak kanola, minyak jagung, minyak kedelai, minyak bunga matahari
  • Minuman tertentu: alkohol dan kopi
  • Zat aditif dan pemanis buatan: lemak trans, pewarna makanan, pengental, stevia, manitol, xylitol 
Selain jenis makanan di atas, penderita autoimun juga disarankan untuk menghindari konsumsi alga seperti spirulina atau chlorella karena bisa merangsang respons imun. Namun, pantangan makanan autoimun yang menghindari alga ini tidak diterapkan dalam semua diet AIP.

Makanan yang sebaiknya dikonsumsi oleh penderita autoimun

Banyaknya jenis makanan pantangan autoimun ketika menjalani program diet AIP seringkali membuat orang bertanya-tanya mengenai apa yang boleh dikonsumsi. Beberapa makanan yang sebaiknya dikonsumsi oleh penderita autoimun, di antaranya:
  • Umbi-umbian: ubi jalar, talas, dan ubi rambat
  • Buah segar: semua buah segar, bukan buah olahan atau yang dikeringkan
  • Sayuran: semua sayuran kecuali sayuran nightshade dan alga
  • Minyak nabati yang diproses seminimal mungkin: minyak zaitun, minyak kelapa, dan minyak alpukat
  • Makanan fermentasi yang kaya probiotik: yoghurt, kombucha, kimchi, acar, kefir kelapa, dan minuman probiotik
  • Daging yang diproses seminimal mungkin: daging dari hewan yang diberi makan rumput, daging hewan liar, daging unggas, jeroan, ikan, dan makanan laut
  • Teh tertentu: teh hitam dan teh hijau (3 hingga 4 cangkir per hari)
  • Pemanis alami: sirup maple dan madu, asal digunakan secukupnya
  • Cuka: sari apel, cuka anggur merah, semua cuka yang bebas gula tambahan
  • Kaldu tulang
Meskipun masih diperbolehkan, Anda mungkin akan diminta mengurangi asupan garam, lemak jenuh, lemak omega-6, gula alami seperti madu dan sirup maple, serta makanan dengan bahan dasar kelapa. Selain itu, penderita autoimun juga disarankan untuk menjaga asupan buah dan sayuran glikemik tinggi supaya tidak berlebihan.

Mengapa penderita autoimun harus menerapkan diet AIP?

Tujuan dari diet AIP adalah untuk menghindari makanan yang dapat mengiritasi usus penderita autoimun. Selain itu, diet AIP memfokuskan Anda untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi untuk mengurangi peradangan.Menurut beberapa studi, diet AIP adalah salah satu cara yang efektif untuk mengatasi penyakit autoimun tertentu. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2017 menyebut, menerapkan pantangan makanan autoimun dengan melakukan diet AIP dapat membantu menangani gejala penyakit radang usus besar (IBD). IBD sendiri merupakan salah satu penyakit autoimun.

Catatan dari SehatQ

Penderita penyakit autoimun harus mengikuti diet autoimmune protocol (AIP) guna mengurangi peradangan serta meredakan gejala. Dalam diet AIP, makanan seperti produk susu, telur, gula olahan, dan sayuran nightshade menjadi pantangan autoimun. Sebagai gantinya, Anda diminta untuk mengonsumsi buah segar, umbi-umbian, hingga makanan fermentasi.Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai pantangan autoimun dan makanan apa saja yang sebaiknya dikonsumsi, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
makanan sehatautoimunpenyakit autoimunradang ususinflamatory bowel syndrome
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/aip-diet-autoimmune-protocol-diet
Diakses pada 30 November 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320195
Diakses pada 30 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait