Manfaat Allopurinol, Obat untuk Atasi Asam Urat Tinggi


Manfaat allopurinol untuk turunkan asam urat, waspadai juga efek sampingnya. Jenis obat yang juga tersedia dalam bentuk generik ini hanya boleh dikonsumsi atas resep dokter.

(0)
29 Nov 2020|Azelia Trifiana
Manfaat Allopurinol adalah menurunkan asam uratAllopurinol adalah obat asam urat
Obat allopurinol tersedia dalam bentuk tablet maupun cairan infus. Jenis obat yang juga tersedia dalam bentuk generik ini hanya boleh dikonsumsi atas resep dokter. Manfaat allopurinol adalah menurunkan level asam urat dalam darah dan urine.Terkadang, allopurinol dikonsumsi bersamaan dengan obat lain sebagai bagian dari terapi. Tak hanya untuk menurunkan asam urat, obat ini juga digunakan untuk mengobati batu ginjal yang terjadi berulang.

Kapan perlu mengonsumsi allopurinol?

Apabila seseorang dicurigai mengalami gout atau batu ginjal, dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh. Dari situ, bisa diketahui diagnosis pasti. Beberapa hal yang bisa memicu naiknya level asam urat adalah:
  • Gout
  • Batu ginjal, kerusakan ginjal, cuci darah
  • Kemoterapi kanker
  • Psoriasis
  • Konsumsi obat diuretik (pil air)
  • Terlalu banyak mengonsumsi minuman bersoda, steak, atau bir
Cara kerja obat ini adalah menghambat kinerja enzim xanthine oxidase (xanthine oxidase inhibitors) yang membuat kadar asam urat meningkat. Dengan demikian, level asam urat dalam darah dan urine bisa turun. Jika dibiarkan, asam urat dapat menyebabkan gout hingga batu ginjal.

Efek samping konsumsi allopurinol

Obat ini bisa menyebabkan kantuk, sehingga tidak disarankan berkendara, mengoperasikan alat berat, atau melakukan aktivitas lain yang perlu kewaspadaan. Selain itu, ada pula efek samping yang bisa muncul seperti:
  • Ruam kulit

ruam kulit
Kulit merah akibat ruam
Pada beberapa orang, allopurinol bisa menyebabkan ruam kulit yang sangat parah bahkan mengancam nyawa. Itu sebabnya apabila terindikasi rasa gatal, sulit bernapas, hingga pembengkakan di wajah atau tenggorokan, segera hentikan konsumsi obat. Cari bantuan medis secepatnya.Gejala awal ruam kulit adalah benjolan di permukaan kulit dengan warna merah atau ungu, kulit bersisik, demam, menggigil, kesulitan bernapas, dan juga wajah membengkak.
  • Cedera hati

nyeri dada
Nyeri hati akibat gangguan liver
Allopurinol juga bisa menyebabkan perubahan pada hasil tes fungsi hati hingga gagal hati. Ini adalah situasi yang fatal. Dokter umumnya akan meminta pasien berhenti mengonsumsi allopurinol apabila memiliki masalah liver.Gejala awal efek samping masalah pada hati atau liver di antaranya hilang nafsu makan, berat badan turun, merasa lelah, nyeri di perut kanan atas, serta kulit berwarna kekuningan.Selain beberapa efek samping di atas, ada kemungkinan reaksinya bisa berbeda pada orang lain. Sebelum mengonsumsi allopurinol, pastikan sudah mendiskusikan potensi efek samping yang mungkin terjadi.

Interaksi dengan obat lain

Selain mengantisipasi efek samping dari konsumsi allopurinol saja, perhatikan pula kemungkinan interaksi jika mengonsumsinya dengan obat lain. Interaksi terjadi apabila ada zat yang mengubah cara kerja sebuah obat. Artinya, bisa saja obat tidak bekerja secara efektif.Beberapa interaksi yang mungkin terjadi adalah:
  • Allopurinol dan amoxicillin

Kombinasi dengan amoxicillin atau ampicillin dapat meningkatkan risiko mengalami ruam kulit. Jika sampai mengganggu pernapasan, sudah dianggap sebagai kondisi darurat.
  • Allopurinol dan diuretik thiazide

Meningkatkan risiko ruam kulit, diare, mual, perubahan hasil tes fungsi liver, dan kambuhnya gout. Jenis obat yang termasuk diuretik thiazide seperti hydrochlorothiazide.
  • Allopurinol dan mercaptopurine

Konsumsi allopurinol bisa meningkatkan level mercaptopurine dalam tubuh. Cara kerjanya dengan menghambat salah satu enzim yang digunakan untuk memecah mercaptopurine. Artinya, potensi efek samping kian meningkat.
  • Allopurinol dan chlorpropamide

Allopurinol dapat menyebabkan chlorpropamide bertahan lebih lama di tubuh seseorang. Artinya, risiko turunnya kadar gula darah secara signifikan juga ada.
  • Allopurinol dan dicumarol

Obat allopurinol juga bisa menyebabkan dicumarol bertahan di tubuh lebih lama. Risiko yang mungkin muncul adalah perdarahan.Dosis mengonsumsi allopurinol bergantung pada usia, kondisi kesehatan, seberapa parah penyakit, riwayat medis, serta bagaimana reaksi tubuh saat mengonsumsi dosis pertama.Orang yang memiliki penyakit ginjal biasanya akan diberi dosis lebih rendah. Hasil tes kadar kreatin akan menjadi pertimbangan dokter karena menunjukkan bagaimana fungsi ginjal seseorang.

Bagi penderita gout, imbangi pula dengan konsumsi cairan setidaknya 3,4 liter setiap harinya. Dengan demikian, maka urine yang terbuang sekitar 2 liter. Ini akan mencegah pembentukan kristal asam urat yang bisa menghambat aliran urine.Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang cara kerja obat allopurinol dan antisipasi efek sampingnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakitasam uratpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/allopurinol-oral-tablet
Diakses pada 14 November 2020
WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8610/allopurinol-oral/details
Diakses pada 14 November 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/allopurinol-oral-route/side-effects/drg-20075476?p=1
Diakses pada 14 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait