Manfaat Lari untuk Tinggi Badan, Mitos atau Fakta?


Olahraga lari disebut punya manfaat untuk menambah tinggi badan. Namun, yang dimaksud tentu bukan secara instan. Olahraga ini dapat membantu memperbaiki postur sehingga Anda akan tampak lebih tinggi.

0,0
manfaat lari untuk tinggi badanLari tidak serta-merta memberikan manfaat langsung untuk tinggi badan
Hampir setiap orang mendambakan postur tubuh yang tinggi. Olahraga menjadi salah satu aktivitas yang baik untuk memicu pertumbuhan tulang. Banyak yang bilang, bahwa lari punya manfaat untuk tinggi badan. 
Benarkah lari bisa membuat badan lebih tinggi? Simak jawabannya melalui penjelasan berikut ini.

Apakah lari bisa meninggikan badan?

Salah satu manfaat lari adalah memicu pertumbuhan tulang. Namun, ini tidak serta-merta langsung menambah tinggi badan Anda. Dalam hal ini, tinggi badan dipengaruhi oleh banyak faktor, tidak hanya lari. Manfaat lari untuk tinggi badan bisa jadi karena olahraga ini membuat tubuh Anda tetap aktif. Inilah yang memicu pertumbuhan tulang dan memperbaiki postur tubuh, sehingga membuat Anda tampak lebih tinggi.Secara tidak langsung, manfaat lari untuk tinggi badan terjadi karena: 

1. Lari memperbaiki postur tubuh

Manfaat lari bisa memperbaiki postur sehingga badan tampak lebih tinggi
Manfaat lari bisa memperbaiki postur sehingga badan tampak lebih tinggi
Kebiasaan kurang gerak dan gaya hidup tidak sehat bukan hanya bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan, tetapi juga postur tubuh yang kurang baik.Postur tubuh yang buruk berkontribusi pada tekanan (dekompresi) tulang belakang. Ini bisa membuat tubuh tampak lebih pendek, bungkuk, dan tidak proporsional. Olahraga lari yang dilakukan secara teratur bisa menghilangkan tekanan pada tulang belakang. Dengan begitu, lari bisa memperbaiki postur tubuh sehingga membuat Anda tampak lebih tinggi.Tidak hanya berlari, joging juga bisa menambah tinggi badan dengan konsep yang sama. Berlari atau joging membuat tubuh tetap aktif bergerak dan lebih sehat.  

2. Lari memicu hormon pertumbuhan 

Anggapan lari bikin tinggi juga datang dari keluarnya hormon pertumbuhan saat berlari. Tidak hanya lari, hormon pertumbuhan (growth hormone) juga keluar lebih banyak ketika Anda melakukan olahraga dengan intensitas tertentu. Sebenarnya, pelepasan hormon pertumbuhan terjadi setiap saat. Namun, jumlahnya akan lebih banyak ketika Anda berolahraga. Dalam jurnal Endotext, diketahui bahwa hormon pertumbuhan akan tetap ada selama fase kehidupan, utamanya pada masa kanak-kanak dan remaja. Hormon ini akan semakin berkurang seiring pertambahan usia.

Olahraga apa saja yang bisa menambah tinggi badan?

Selain lari, ada beberapa olahraga untuk meninggikan badan. Olahraga ini bisa menjadi pilihan untuk memperbaiki postur tubuh dan membuat Anda tampak lebih tinggi:

1. Lompat tali

Lompat tali bisa menjadi olahraga menambah tinggi badan. Lompat tali bisa membuat semua bagian tubuh Anda bergerak, serta meningkatkan koordinasi tangan dan kaki. Hal ini bisa memaksimalkan potensi tinggi badan Anda.

2. Peregangan

Stretching merupakan salah satu gerakan olahraga yang membuat tubuh tampak lebih tinggi
Stretching merupakan salah satu gerakan olahraga yang membuat tubuh tampak lebih tinggi
Latihan peregangan (stretching) tubuh bisa mengencangkan otot dan membuat kaki Anda terlihat lebih panjang. Beberapa opsi gerakan peregangan yang bisa Anda lakukan di sela-sela kesibukan antara lain:

3. Olahraga kardio

Selain membuat jantung dan pembuluh darah Anda lebih sehat, olahraga kardio juga merupakan latihan terbaik untuk membakar lemak tubuh. Olahraga kardio juga dapat mengencangkan otot, serta membuat kaki Anda lebih ramping. Beberapa contoh olahraga kardio yang dapat meninggikan badan, antara lain:
  • Joging
  • Lari
  • Berenang
  • Bersepeda

Kenali faktor yang memengaruhi tinggi badan

Keturunan (genetik) memengaruhi tinggi badan seseorang
Keturunan (genetik) memengaruhi tinggi badan seseorang
Tinggi badan maksimal setiap orang berbeda-beda, sekalipun Anda mungkin mendapatkan asupan dan menjalankan olahraga yang sama.Hal ini karena ada beberapa hal yang memengaruhi tinggi badan seseorang, yaitu: 

1. Genetik

Genetik merupakan faktor utama penentu potensi tinggi badan seseorang. Dalam Scientific American, diketahui bahwa genetik memengaruhi 60-80% potensi tinggi badan. Orang tua yang tinggi cenderung memiliki anak yang juga tinggi. Begitu pula sebaliknya. Faktor genetik dalam menentukan tinggi badan seseorang tidak dapat diubah. Namun, Anda bisa memaksimalkan potensi tinggi badan dengan memperhatikan faktor lain, termasuk asupan gizi dan olahraga. 

2. Usia

Usia menjadi salah satu faktor penentu penambahan tinggi badan seseorang. Pada umumnya, tinggi badan masih bisa bertambah jika lempeng pertumbuhan pada tulang masih terbuka. Begitu lempeng pertumbuhan tertutup, potensi penambahan tinggi badan semakin kecil.Pada wanita, lempeng pertumbuhan ini masih ada hingga usia sekitar 15 tahun. Sementara pada pria, lempeng pertumbuhan masih ada hingga usia sekitar 16 tahun. Itulah sebabnya, potensi pertumbuhan tinggi badan seseorang sangat kecil ketika sudah memasuki usia 19 tahun ke atas. Untuk itu, salah satu waktu olahraga yang baik untuk menambah tinggi badan adalah ketika masa kanak-kanak dan masa remaja. 

3. Jenis kelamin 

Jenis kelamin merupakan faktor biologis lain yang berperan dalam tinggi badan. Dalam hal ini, wanita cenderung memiliki potensi tinggi badan total yang lebih kecil daripada pria. 

4. Asupan gizi

Asupan gizi atau nutrisi berperan penting dalam perkembangan dan pertumbuhan seseorang, bahkan sejak 1.000 hari pertama kehidupan (1.000 HPK), yaitu sejak hamil sampai bayi berusia 2 bulan. Konsumsi makanan kaya gizi seimbang, seperti karbohidrat, protein, vitamin seperti vitamin D, dan mineral seperti kalsium, fosfor, dan yodium turut serta dalam memaksimalkan potensi pertumbuhan. 

5. Kondisi kesehatan

Beberapa penyakit tertentu bisa membuat masa pertumbuhan Anda terhenti, bahkan ketika kanak-kanak. Berikut ini beberapa kondisi yang bisa memengaruhi tinggi badan seseorang:
  • Gigantisme
  • Dwarfisme atau kerdil
  • Down syndrome 
  • Sindrom turner
  • Sindrom marfan 

Catatan dari SehatQ

Jadi, apakah lari bisa meninggikan badan? Jawabannya, mungkin bisa, tapi tidak secara langsung. Manfaat lari untuk tinggi badan lebih pada membuat postur tubuh lebih baik dan memicu hormon pertumbuhan. Meskipun tidak khusus membuat tambah tinggi, manfaat lari tetap baik untuk kesehatan tubuh dan mental Anda. Beberapa olahraga lain yang direkomendasikan untuk menambah tinggi badan pun tidak serta-merta membuat Anda jauh lebih tinggi. Banyak faktor penentu tinggi badan yang juga berkontribusi. Menjaga kesehatan tulang dengan olahraga teratur dan asupan gizi yang baik bisa menjadi cara memaksimalkan potensi tinggi badan dan menjaga kesehatan tulang. Terlebih, bagi orang dewasa untuk mencegah berbagai penyakit tulang seperti sakit punggung dan osteoporosis. Jika masih ada pertanyaan seputar manfaat lari untuk tinggi badan, Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
tinggi bayitinggi rata-rata priatinggi badanlari
Steady Health. https://www.steadyhealth.com/medical-answers/can-running-make-you-grow-taller
Diakses pada 10 September 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319504#ways-to-prevent-loss-of-height
Diakses pada 10 September 2021
Scientific American. https://www.scientificamerican.com/article/how-much-of-human-height/
Diakses pada 10 September 2021
Endotext. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279056/
Diakses pada 10 September 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-get-longer-legs#other-activities
Diakses pada 10 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait