Manfaat Mahkota Dewa, Tanaman Sumber Buah Simalakama


Manfaat mahkota dewa antara lain mengurangi gejala alergi dan peradangan. Namun, buah ini juga bisa bersifat toksik atau beracun, terutama bagian bijinya.

(0)
04 Aug 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Salah satu manfaat dari mahkota dewa adalah mengurangi gejala alergiTanaman dan buah sumber mahkota dewa
Pernah dengar istilah ‘bagai makan buah simalakama’? Ternyata buah simalakama ini bukan sekedar dongeng, melainkan ada di dunia nyata dan dikenal sebagai buah mahkota dewa. Lalu, adakah manfaat mahkota dewa bagi kesehatan?Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) adalah salah satu tanaman tradisional yang berasal dari Papua, namun kini banyak terdapat di beberapa kota lain di Indonesia, seperti Solo dan Yogyakarta. Di beberapa daerah, tanaman ini juga dikenal dengan nama makutadewa, makuto ratu, makuto rojo, hingga pusaka dewa.Jika peribahasa ‘makan buah simalakama’ diartikan sebagai ‘langkah yang serba salah’, namun makan buah mahkota dewa justru memiliki banyak khasiat bagi kesehatan. Namun, Anda hanya boleh makan bagian daging buahnya saja karena biji buah ini mengandung racun alias toksik.

Bagaimana bentuk tanaman mahkota dewa?

Awalnya, tanaman mahkota dewa banyak dibudidayakan hanya sebagai tanaman hias. Bentuk buahnya yang bulat sebesar bola pingpong hingga apel, berwarna hijau ketika masih muda dan merah marun ketika tua cukup membuat pohon ini terlihat indah dipandang mata.Buah ini sendiri memiliki permukaan licin dan beralur serta daging buah yang berwarna putih ketika dibelah. Sementara itu, daun tanaman mahkota dewa berbentuk tunggal, letaknya berhadapan, bertangkai pendek, bentuknya lonjong, ujung dan pangkalnya runcing, serta tepinya rata.Sedangkan batang mahkota dewa memiliki ciri-ciri pendek dan bercabang banyak serta tumbuh tegak. Rata-rata pohon mahkota dewa tumbuh setinggi 1-1,5 meter, namun bisa menjulang hingga 6 meter bila dirawat dengan baik.Seiring banyaknya penelitian yang dilakukan terhadap manfaat mahkota dewa, tumbuhan ini lebih dikenal sebagai tanaman obat. Bagian yang paling banyak dimanfaatkan adalah buahnya, meski bagian daun dan batangnya juga kerap dijadikan sebagai obat herbal.

Kandungan dan manfaat mahkota dewa untuk kesehatan

Hampir seluruh bagian tanaman mahkota dewa bisa dimanfaatkan sebagai obat herbal, kecuali bagian biji buahnya. Buah mahkota dewa sendiri mengandung saponin, alkaloid, flavonoid, dan polifenol yang bermanfaat bagi kesehatan manusia.Manfaat mahkota dewa juga datang dari bagian daunnya yang mengandung antihistamin, alkaloid, saponin, dan polifenol. Sementara kulit buahnya juga bisa dimanfaatkan bagi obat herbal karena mengandung alkaloid, saponin, dan flavonoid.Berdasarkan kandungan tersebut, potensi manfaat mahkota dewa untuk kesehatan, antara lain:

1. Mengurangi kadar minyak pada kulit wajah

Daging buah mahkota dewa sudah banyak diolah menjadi produk herbal, salah satunya adalah teh mahkota dewa. Bila diminum secara teratur oleh wanita atau pria yang kulitnya mengeluarkan minyak berlebih, teh herbal ini dipercaya dapat menguranginya sehingga kulit terlihat tidak kusam dan mengurangi kemungkinan munculnya jerawat.Meskipun demikian, teh yang mengandung mahkota dewa ini sebaiknya hanya dikonsumsi 1 kali dalam 1 minggu untuk menghindari kemungkinan terjadinya keracunan karena konsumsi berlebihan. Penelitian menunjukkan orang yang rutin meminum teh mahkota dewa selama 2 bulan beruntun akan mengalami pengurangan kadar minyak di kulit.

2. Bersifat antihistamin

Penelitian lain juga menyebut manfaat mahkota dewa sebagai pereda gejala alergi alias antihistamin. Khasiat ini datang dari kandungan alkaloid, saponin, flavonoid, dan polifenol pada daging buah maupun ekstrak daun mahkota dewa.Antihistamin sendiri adalah jenis obat yang sering digunakan untuk meredakan hay fever, biduran, konjungtivitis, dan reaksi alergi saat Anda tergigit atau tersengat serangga. Antihistamin juga dapat meredakan motion sickness dan anemia jangka pendek.

3. Bersifat antiradang

Manfaat mahkota dewa lainnya adalah mengatasi aktivitas peradangan di dalam tubuh karena adanya kandungan hidroksi benzofenon glukosida. Dengan makan buah mahkota dewa pada dosis tertentu, risiko Anda mengalami rematik, diabetes, hingga asam urat dipercaya menurun.Meski memiliki banyak manfaat, mahkota dewa juga bisa bersifat racun bila dikonsumsi berlebihan. Oleh karena itu, ibu hamil dan menyusui sebaiknya tidak menjadikan buah simalakama sebagai konsumsi rutin.Mahkota dewa juga tidak bisa dijadikan sebagai pengobatan utama sehingga Anda sebaiknya mendahulukan pengobatan dokter yang sudah diakui oleh dunia medis demi menghindarkan diri dari risiko penyakit yang semakin parah.
buah dan sayuran
Digilib Unila. http://digilib.unila.ac.id/9889/14/11.%20I.%20Pendahuluan.pdf
Diakses 21 Juli 2020
Repository Unimus. http://repository.unimus.ac.id/3106/4/BAB%202.pdf
Diakses 21 Juli 2020
E-Prints UMS. http://eprints.ums.ac.id/26217/3/BAB_I.pdf
Diakses 21 Juli 2020
Core. https://core.ac.uk/download/pdf/295413603.pdf
Diakses 21 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait