ISPA pada Anak, Mulai dari Penyebab hingga Pengobatannya

(0)
13 Apr 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
ISPA pada anak dapat menyebabkan hidung tersumbat dan bersin-bersinISPA lebih umum terjadi pada anak-anak
Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) lebih rentan terjadi pada anak-anak. ISPA pada anak umumnya disebabkan oleh virus atau bakteri yang menyerang saluran pernapasan bagian atas, seperti rongga hidung, sinus, dan faring (tenggorokan).Flu atau radang tenggorokan merupakan penyakit ISPA pada anak yang sering terjadi. Saat menderita penyakit ini, anak akan merasakan berbagai gejala yang mengganggu. Sebagai orangtua, Anda tentunya harus memahami masalah ini supaya bisa mengambil tindakan yang tepat.

Penyebab ISPA pada anak

Penyebab ISPA pada anak umumnya disebabkan oleh infeksi virus, seperti influenza, rhinovirus, adenovirus, hingga respiratory syncytial virus (RSV). Namun, pada sebagian kasus ISPA dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, misalnya Streptococcus grup A . Anak bisa terserang ISPA ketika terpapar oleh percikan air liur (droplet) dari batuk atau bersin orang yang terinfeksi. Hal ini menyebabkan virus atau bakteri penyebab ISPA terhirup oleh anak sehingga membuatnya terkena ISPA. Selain itu, menyentuh benda atau permukaan yang telah terkontaminasi droplet tanpa mencuci tangan setelahnya, juga bisa memicu ISPA pada anak. Apalagi sistem kekebalan tubuh anak belum terbentuk dengan sempurna. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda jauhkan anak dari orang yang sedang sakit.

Gejala ISPA pada anak

Berdasarkan jenisnya, berikut adalah gejala ISPA pada anak yang harus Anda perhatikan:
  • Pilek

anak pilek
Pilek dapat terjadi akibat infeksi virus
Pilek dapat terjadi ketika virus menginfeksi hidung, sinus, atau tenggorokan anak. Saat terkena pilek, anak akan mengalami hidung tersumbat dan meler, lesu, bersin-bersin, sakit tenggorokan, hingga sakit kepala ringan. Tak jarang, anak juga bisa mengalami demam ringan dan penurunan nafsu makan. Pilek merupakan jenis ISPA yang sering terjadi pada anak. Kondisi ini biasanya berlangsung sekitar 10 hari sampai benar-benar sembuh. 
  • Sinusitis

Sinusitis adalah pembengkakan pada rongga sinus yang terletak di sekitar mata dan hidung. Jenis ISPA pada anak ini terjadi ketika virus atau bakteri masuk dari saluran pernapasan atas sehingga menyebabkan pembengkakan yang menyumbat sinus.Jika anak terkena sinusitis, maka ia akan merasakan gejala berupa nyeri di sekitar pipi, mata, atau dahi; hidung tersumbat; indra penciuman berkurang; keluarnya lendir hijau atau kuning dari hidung; rewel; hingga nafsu makan berkurang.
  • Tonsilitis

radang amandel pada anak
Radang amandel dapat terjadi akibat virus atau bakteri
Radang amandel atau tonsilitis juga sering menimpa anak-anak. Amandel merupakan dua kelenjar kecil yang berada di belakang tenggorokan. Penyakit ISPA pada anak ini dapat disebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri. Radang amandel pada anak ditandai dengan amandel yang membengkak, sakit tenggorokan, demam, batuk, sakit kepala, lesu, sakit telinga, dan bau mulut. Kondisi ini juga membuat anak sulit menelan sehingga kerap tidak mau makan.
  • Laringitis

Laringitis adalah pembengkakan atau peradangan pada pita suara. Sama halnya dengan amandel, kondisi ini juga dapat terjadi akibat infeksi virus dan bakteri. Laringitis dapat berlangsung selama 1-2 minggu.Gejala ISPA pada anak ini meliputi suara serak atau hilang, batuk terus-menerus, sering berdehem, sakit tenggorokan, demam, dan tidak nafsu makan. Terkadang, anak juga mengalami kesulitan bernapas.Jika anak menunjukkan tanda-tanda dari salah satu kondisi di atas, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Pengobatan ISPA pada anak

anak tidur
Anak yang menderita ISPA harus beristirahat dengan cukup
ISPA pada anak yang disebabkan oleh virus biasanya bisa sembuh dengan sendirinya sehingga tidak memerlukan pengobatan khusus. Namun, anak harus lebih banyak beristirahat dan mendapat cairan yang cukup.Obat-obatan juga mungkin diperlukan untuk meredakan gejala ISPA pada anak, misalnya paracetamol untuk meredakan demam atau obat batuk. Akan tetapi, pastikan Anda mengikuti petunjuk penggunaan yang tepat.Sementara, penyakit ISPA pada anak akibat bakteri biasanya memerlukan penanganan yang lebih spesifik. Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik untuk mengatasi masalah kesehatan tersebut. Obat ISPA pada anak ini harus digunakan sesuai resep yang diberikan dokter.Apabila ISPA tidak kunjung sembuh atau semakin memburuk, segera bawa Si Kecil ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan menentukan penanganan yang tepat untuk anak Anda. Bagi Anda yang ingin bertanya lebih lanjut seputar ISPA pada anak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakit anakkesehatan anakinfeksi bakteriinfeksi saluran pernapasaninfeksi virus
CDC. https://www.cdc.gov/antibiotic-use/community/for-hcp/outpatient-hcp/pediatric-treatment-rec.html
Diakses pada 30 Maret 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/sinusitis-sinus-infection/
Diakses pada 30 Maret 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/Tonsillitis/
Diakses pada 30 Maret 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/Laryngitis/
Diakses pada 30 Maret 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/respiratory-tract-infection/
Diakses pada 30 maret 2021
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/upper_respiratory_infection/article.htm
Diakses pada 30 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait