Membedah Angiogenesis dan Kaitannya dengan Kanker


Angiogenesis adalah proses terbentuknya pembuluh darah baru yang berasal dari pembuluh darah yang telah ada sebelumnya. Meski dianggap proses normal dalam tubuh, angiogenesis juga diperlukan kanker untuk dapat tumbuh dan berkembang.

(0)
08 Sep 2020|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Angiogenesis adalah proses pembentukan pembuluh darah baru dari pembuluh darah yang telah adaAngiogenesis merupakan proses pembentukan pembuluh darah baru yang berasal dari pembuluh darah lama
Angiogenesis adalah proses terbentuknya pembuluh darah baru yang berasal dari pembuluh darah yang telah ada sebelumnya. Hal ini merupakan proses fisiologis alamiah yang dapat terjadi pada saat tubuh sehat maupun sakit.Pembuluh darah merupakan saluran di mana darah mengalir membawa oksigen dan berbagai nutrisi yang diperlukan tubuh untuk kemudian didistribusikan ke berbagai jaringan tubuh. Pembuluh darah juga menjadi tempat aliran darah kotor yang akan dibersihkan kembali dari berbagai racun dan zat-zat sisa.Saat tumbuh jaringan baru pada tubuh, maka akan muncul juga pembuluh darah baru menuju jaringan tersebut. Pembentukan itulah yang disebut dengan angiogenesis.

Memahami angiogenesis

Pada dasarnya angiogenesis merupakan proses normal yang diperlukan oleh tubuh. Misalnya, pada saat proses pembentukan plasenta selama kehamilan dan pemulihan luka.

1. Angiogenesis baik (normal)

Saat jaringan yang bermanfaat untuk tubuh terbentuk, maka diperlukan pembuluh darah baru sebagai jalur pendistribusian oksigen dan nutrisi. Hal tersebut dapat dipenuhi melalui proses angiogenesis. Kondisi inilah yang dinamakan dengan angiogenesis baik.Proses angiogenesis dikontrol oleh dua zat yang berfungsi saling menyeimbangkan, yakni zat yang merangsang dan menghambat proses angiogenesis. Tubuh secara alami bekerja mengatur kedua zat tersebut, kapan untuk memproduksi zat perangsang angiogenesis atau penghambatnya.Namun ada kalanya tubuh mengalami kehilangan kontrol sehingga terjadi gangguan pada proses angiogenesis, di mana pembentukan pembuluh darah tidak mencukupi atau bahkan terbentuk secara berlebihan.

2. Angiogenesis buruk dan kanker

Ada angiogenesis baik, ada juga angiogenesis buruk. Untuk angiogenesis buruk, kondisi ini dapat dikaitkan dengan penyakit tertentu, khususnya kanker. Saat tumbuh jaringan dari sel abnormal, seperti tumor atau kanker di dalam tubuh, maka angiogenesis juga terjadi.Ada dua peranan angiogenesis bagi kanker, yaitu membantunya tumbuh dan menyebar. Ketika jaringan kanker baru saja muncul sebesar 1 milimeter, jaringan ini memerlukan pembuluh darah sebagai saluran pemasok makanan agar dapat terus bertahan dan tumbuh. Angiogenesis lantas akan membentuk pembuluh-pembuluh darah baru pada jaringan kanker tersebut.Pembuluh darah yang baru terbentuk berfungsi untuk memberi makan pada jaringan kanker dan membuatnya terus bertahan hidup. Setelah itu, jaringan kanker juga akan memanfaatkan pembuluh darah baru ini sebagai jalan atau jalur bagi sel kanker untuk menyebar pada jaringan lain (metastasis).Sel-sel kanker dapat berpindah dari organ tempat awal munculnya kanker, menuju organ lain pada bagian tubuh yang masih bersih dari kanker.Agar kanker dapat terus tumbuh, sel kanker memerlukan dua faktor:
  • Faktor perangsang proses angiogenesis agar pembuluh darah baru terus terbentuk.
  • Faktor penghambat angiogenesis menjadi tidak aktif.
Hal ini membuat pembuluh darah baru terus terbentuk untuk memasok tumor. Semakin tinggi kepadatan pembuluh darah pada suatu tumor, semakin tinggi juga risiko penyebaran sel tumor tersebut.

Pengobatan kanker melalui antiangiogenesis

Angiogenesis buruk memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan proses metastasis kanker.  Beberapa prosedur pengobatan kanker terkini menargetkan untuk menekan faktor pemicu angiogenesis dengan obat-obatan. Obat ini disebut juga sebagai obat antiangiogenesis.Obat antiangiogenesis berfungsi untuk mencegah pembentukan pembuluh darah baru dan menghentikan pasokan makanan bagi tumor dan membuatnya kelaparan. Dengan demikian, perlahan-lahan kondisi ini dapat membunuh sel kanker. Saat ini sudah cukup banyak obat-obatan antiangiogenesis. Satu jenis obat mungkin dapat digunakan untuk mengobati beberapa jenis kanker.Antiangiogenesis akan lebih efektif jika dikombinasikan dengan perawatan kanker lain karena obat antiangiogenesis hanya berfungsi sebagai penghambat angiogenesis sehingga tidak memberi peluang sel kanker untuk tumbuh besar dan bermetastasis ke jaringan lain.Perlu diingat obat antiangiogenesis tidaklah membunuh sel kanker secara langsung. Maka dari itu, agar sel kanker dapat disingkirkan, metode pengobatan menggunakan antiangiogenesis harus digabungkan dengan metode lain, seperti pembedahan, kemoterapi, radiasi, dan sebagainya.Efek antiangiogenesis juga bisa didapatkan secara alami dari beberapa jenis makanan, seperti sayuran salib, jenis buah sitrus, buah-buahan berry, dan rempah, seperti bawang putih, kunyit, pala dan peterseli. Makanan-makanan ini juga direkomendasikan oleh para ahli onkologi.

Efek samping antiangiogenesis

Pengobatan dengan obat antiangiogenesis juga tidak lepas dari efek samping. Efek samping umum dari obat ini adalah kelelahan, diare, dan hipotiroidisme.Di samping itu, obat antiangiogenesis juga dapat menyebabkan efek samping berat, seperti pendarahan, penggumpalan darah, tekanan darah tinggi, hingga gagal jantung.
kankerpembuluh darah
News Medical. https://www.news-medical.net/health/What-is-Angiogenesis.aspx
Diakses 26 Agustus 2020
Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/what-is-angiogenesis-2249047
Diakses 26 Agustus 2020
Memorial Sloan Kettering Cancer Center. https://www.mskcc.org/news/what-angiogenesis
Diakses 26 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait