Membedah Trepanasi, Prosedur Kuno untuk Melubangi Tengkorak


Trepanation atau trepanasi adalah praktik melubangi tengkorak yang telah dilakukan sejak 5000 tahun yang lalu. Tujuan dilakukannya trepanasi dapat beragam, mulai dari alasan medis hingga mistis. Dalam dunia medis modern, prosedur ini dikenal sebagai craniotomy.

0,0
24 Aug 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Trepanasi adalah praktik melubangi tengkorak pada zaman dahuluTulang tengkorak manusia yang menjalani trepanasi pada zaman dahulu (Credit: Shutterstock/Stefano Chiacchiarini)
Pada zaman dahulu, ada sebuah prosedur medis ‘menyeramkan’ yang disebut dengan trepanasi (trepanation). Secara umum, pengertian trepanasi adalah melubangi tengkorak dengan menggunakan instrumen tajam. Istilah trepanation diambil dari "trepan" diambil dari Bahasa Yunani “trypanon” yang artinya "penggerek".
Operasi trepanasi adalah prosedur medis yang telah dilakukan sejak berabad-abad yang lalu. Seiring berjalannya waktu, prosedur ini terus mengalami perkembangan di dunia medis.Saat ini, praktik trepanasi modern di dunia medis dikenal dengan istilah craniotomy. Tidak jauh berbeda dengan pengertian trepanasi, craniotomy adalah operasi pengangkatan bagian tulang tengkorak yang dilakukan untuk mengakses bagian otak.Hanya saja, pada trepanasi lubang tengkorak dibiarkan terbuka. Sementara itu, bagian tengkorak yang terekspos dalam prosedur craniotomy akan ditutup kembali setelah operasi selesai.

Trepanasi pada zaman dahulu

Trepanasi merupakan salah satu prosedur medis tertua yang pernah dilakukan. Prosedur bahkan telah dipraktekkan sejak lebih dari 5000 tahun lalu di berbagai belahan dunia. Setiap kelompok masyarakat memiliki alasan masing-masing dalam mempraktikkan trepanation.Pada zaman dahulu, trepanasi dilakukan untuk tujuan medis dan nonmedis. Khusus untuk tujuan nonmedis, prosedur ini biasanya dikaitkan dengan hal-hal spiritual, seperti:
  • Untuk menarik roh dari tubuh dalam ritual
  • Membebaskan orang dari roh jahat yang dapat menyiksa mereka
  • Sebagai tanda kedewasaan atau untuk mengubah seseorang menjadi seorang pendekar.
Sementara itu, operasi trepanasi dengan tujuan medis pada zaman dahulu diduga untuk:
  • Pengobatan terapeutik, seperti tumor, kejang, epilepsi, migrain, kehilangan kesadaran, dan perubahan perilaku.
  • Pengobatan trauma, seperti patah pada tulang tengkorak.
Hingga saat ini, misteri mengenai alasan pasti dilakukannya trepanasi pada zaman dahulu masih menjadi teka-teki. Beberapa peneliti menemukan bahwa trepanasi tidak saja dilakukan pada orang-orang yang memiliki masalah kesehatan atau cedera, tetapi juga dilakukan pada mereka yang sehat pada berbagai rentang usia.Trepanasi pada zaham dahulu dilakukan dengan menggunakan bor tangan dengan teknik pemotongan atau pengikisan. Prosedur kuno ini meninggalkan lubang permanen pada tengkorak karena lubang yang telah dibuat tidak ditutup kembali. Selain itu, banyak orang yang bukan ahli medis melakukan praktik trepanasi sendiri sehingga prosedur ini meninggalkan efek samping dapat menyebabkan infeksi dan kerusakan otak.

Trepanasi pada dunia medis modern

Di dunia medis modern, trepanation dikenal dengan istilah craniotomy. Operasi craniotomy dilakukan dengan melibatkan penggunaan alat-alat medis modern yang tentunya jauh lebih terjamin keamanannya.

Jenis-jenis prosedur craniotomy

Beberapa jenis prosedur medis yang melibatkan proses melubangi tengkorak adalah:
  • Stereotactic craniotomy

Jenis operasi craniotomy ini melibatkan penggunaan alat pencitraan MRI atau CT scan sebagai panduan untuk mengakses lokasi bagian otak yang tepat. Stereotactic craniotomy dapat berupa biopsi stereotactic otak, aspirasi stereotactic, dan radiosurgery stereotactic.
  • Endoscopic craniotomy

Prosedur endoscopic craniotomy dilakukan dengan menggunakan teropong kecil berkamera yang disisipkan ke dalam otak melalui sayatan kecil di tulang tengkorak.
  • Aneurysm clipping

Aneurysm clipping dilakukan dengan menempatkan klip logam untuk mengisolasi aneurisma dengan menghalangi aliran darah sehingga mencegahnya pecah.

Tujuan operasi craniotomy

Craniotomy umumnya dilakukan untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan yang berkaitan dengan otak, seperti:
  • Mengatasi aneurisma
  • Mendiagnosis, menghilangkan, atau mengobati tumor otak
  • Memperbaiki retak tulang tengkorak
  • Membuang darah atau gumpalan darah dari pembuluh darah otak yang rusak
  • Mengeringkan abses otak
  • Mengatasi malformasi arteriovenosa (AVM) atau menangani fistula arteriovenosa (AVF)
  • Mengobati epilepsi
  • Memperbaiki robekan pada selaput pelapis otak
  • Menghilangkan tekanan di dalam otak (tekanan intrakranial) yang dapat disebabkan cedera traumatis atau stroke, dengan cara mengangkat area otak yang rusak atau bengkak
  • Menanamkan perangkat stimulator untuk mengobati gangguan gerakan, seperti penyakit Parkinson atau distonia (gangguan pergerakan otot secara tidak terkontrol).
Selain alasan di atas, dokter mungkin saja memiliki alasan lain untuk merekomendasikan craniotomy. Saat ini, teknologi juga memungkinkan trepanasi modern atau craniotomy dilakukan dengan membuat lubang seminimal mungkin.

Efek samping craniotomy

Sama halnya dengan prosedur medis lainnya, craniotomy juga memiliki sejumlah komplikasi sebagai efek sampingnya. Berikut adalah beberapa komplikasi yang dapat terjadi.
  • Infeksi
  • Kejang
  • Perdarahan
  • Pembekuan darah
  • Tekanan darah tidak stabil
  • Pembengkakan otak
  • Kelemahan otot
  • Pneumonia (infeksi paru-paru)
  • Kebocoran cairan serebrospinal (cairan yang mengelilingi dan melindungi otak)
  • Risiko yang terkait dengan penggunaan anestesi umum.
Efek samping lainnya juga bisa terjadi akibat prosedur modern trepanation alias craniotomy yang bersifat lebih khusus, misalnya untuk menangani gangguan ingatan, lumpuh, kesulitan bicara, atau koma.Jika Anda hendak melakukan operasi craniotomy, sebaiknya ikuti seluruh anjuran dokter mengenai persiapan beserta perawatan sebelum dan sesudah melakukan operasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
operasimasalah tulangpenyakit otak
Livescience. https://www.livescience.com/62591-trepanation-explained.html
Diakses 11 Agustus 2021
BBC. http://www.bbc.com/earth/story/20160826-why-our-ancestors-drilled-holes-in-each-others-skulls
Diakses 11 Agustus 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326281
Diakses 11 Agustus 2021
Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/craniotomy
Diakses 11 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait