Mengapa Risiko Covid-19 Pada Penderita Autoimun Seperti Ashanty Cenderung Tinggi?


Penyanyi Ashanty positif Covid-19. Sebelumnya, kondisi Ashanty sempat memburuk mengingat dirinya memiliki riwayat penyakit autoimun. Orang dengan penyakit autoimun disebut dalam kelompok yang rentan terkena virus penyebab Covid-19.

(0)
Penyanyi Ashanty positif Covid-19 dengan riwayat penyakit autoimunKondisi Ashanty sempat memburuk karena Covid-19 mengingat dirinya memiliki riwayat penyakit autoimun
Penyanyi Ashanty positif Covid-19. Hal ini diketahui melalui unggahannya di media sosial pada beberapa waktu lalu. Banyak yang bertanya-tanya mengenai kondisi Ashanty yang dikabarkan sempat memburuk, mengingat ia telah didiagnosis menderita penyakit autoimun pada 2019.Orang dengan penyakit autoimun disebut dalam kelompok yang rentan terkena virus penyebab Covid-19.Penyakit autoimun adalah suatu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang sel-sel yang sehat.Normalnya, sistem imun hanya akan bereaksi ketika tubuh terserang kuman, virus, bakteri, atau toksin.Namun pada penderita autoimun, sistem kekebalan tubuhnya keliru dan menyerang sel-sel yang sebenarnya tidak bermasalah.Kondisi ini menyebabkan penderita menjadi lebih rentan terhadap berbagai macam penyakit. Salah satunya adalah Covid-19Baca Juga: Ciri-Ciri Penyakit Autoimun yang Perlu Anda Ketahui

Risiko Covid-19 pada penderita autoimun

Penyakit autoimun adalah suatu kondisi penyakit ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel yang sehat.Sebagian besar orang dengan penyakit autoimun mungkin tidak mengalami Covid-19.Akan tetapi, ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang dengan penyakit autoimun terpapar Covid-19, seperti:
  • Dosis obat yang tinggi.
  • Jenis obat yang diminum.
  • Pasien secara genetik cenderung mudah terkena infeksi.
  • Pasien memiliki kondisi medis lain, seperti diabetes, penyakit jantung, atau penyakit ginjal.
  • Usia pasien.
Penyakit autoimun sendiri merupakan penyakit yang menyerang berbagai jaringan tubuh dan sendi sehingga memiliki pengobatan yang cukup bervariasi.Meski belum banyak hasil studi yang menunjukkan bahwa orang dengan penyakit autoimun berisiko lebih tinggi terinfeksi Covid-19, pengobatan penyakit ini disebut-sebut dapat meningkatkan risiko berkembangnya infeksi penyakit apa pun.Umumnya, pasien autoimun mengonsumsi obat-obatan yang bersifat imunosupresan atau menurunkan kekebalan tubuh agar gejala penyakit bisa dikendalikan.Sayangnya, jenis obat ini justru dapat meningkatkan risiko infeksi virus dan bakteri lebih mudah menyerang tubuh, termasuk Covid-19, yakni penyakit yang menyerang sistem pernapasan dan sistem kekebalan tubuh secara berlebihan.Maka dari itu, hal tersebut yang membuat risiko penderita autoimun terhadap Covid-19 menjadi lebih tinggi dibandingkan lainnya.

Gejala Covid-19 yang perlu diwaspadai pasien autoimun

Umumnya, gejala Covid-19 yang perlu diwaspadai pasien autoimun mirip dengan penyakit lainnya, seperti flu, yakni demam tinggi, batuk kering, sakit tenggorokan, hingga sesak napas.Sejumlah gejala di atas bisa disertai dengan rasa lelah yang tentu menjadi sulit untuk dibedakan dengan penyakit lainnya.Ashanty positif Covid-19 beberapa waktu lalu dikabarkan sempat mengalami meriang, flu, batuk, panas tinggi, dan sesak napas.Adapun beberapa gejala Covid-19 yang mungkin dialami pasien autoimun cenderung bervariasi antara satu orang dengan orang lainnya.Oleh sebab itu, para pasien autoimun perlu memerhatikan gejala yang berkaitan dengan infeksi Covid-19 guna mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat.Terlebih, penderita autoimun juga memiliki sistem kekebalan tubuh yang terganggu sehingga risiko gejala Covid-19 yang parah pun bisa lebih tinggi.

Apakah penderita autoimun boleh menerima vaksin Covid-19?

Mengutip dari situs Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, kelompok penderita pasien autoimun sistemik, seperti Systemic Lupus Erythematosus (SLE), Sjogren, rheumatoid arthritis, vaskulitis belum layak mendapat vaksin Covid-19 untuk saat ini.Menurut Centers for Disease and Control Prevention, penderita autoimun mungkin bisa menerima vaksin Covid-19 jenis mRNA.Namun, hasil studi yang menyatakan keamanan vaksin mRNA Covid-19 untuk orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah pada kelompok ini masih belum tersedia.Sementara, vaksin Covid-19 yang saat ini telah didistribusikan mengandung virus yang dilemahkan atau dimatikan sehingga belum dinyatakan aman bagi penderita gangguan autoimun saat ini.Tubuh penderita autoimun, terutama yang menjalani pengobatan dengan imunosupresan, dikhawatirkan tidak dapat merespons vaksin Covid-19 atau malah justru mengalami respons imun yang tidak diinginkan.

Tips mencegah paparan Covid-19 untuk pasien autoimun

Mengingat pasien autoimun belum dapat menerima vaksin Covid-19, maka alternatif yang tepat adalah melakukan tindakan pencegahan tertentu. Misalnya, dengan selalu:
  • Menggunakan masker saat berada di luar rumah, atau bertemu orang lain.
  • Menjaga jarak aman dengan orang lain.
  • Menghindari kerumunan
  • Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun selama minimal 20 detik, atau gunakan hand sanitizer mengandung alkohol minimal 60%.
  • Mengonsumsi makanan tinggi vitamin C.
  • Mengonsumsi makanan bergizi yang terdiri dari karbohidrat, lemak, dan protein.
  • Cukup tidur.
  • Hindari stres dan cemas dengan melakukan olahraga, meditasi, atau yoga.
  • Hindari konsumsi alkohol.
Beberapa langkah di atas biasanya efektif untuk mencegah Covid-19 pada penderita autoimun.Lantas, bagaimana dengan pengobatan yang dijalani oleh penderita autoimun yang memiliki risiko Covid-19 lebih tinggi?Pada dasarnya, para pasien autoimun sangat disarankan untuk tidak mengubah atau menghentikan aturan obat-obatan yang telah dianjurkan oleh dokter.Pasalnya, penting untuk diingat bahwa apabila gejala autoimun kembali aktif, maka dapat meningkatkan risiko seseorang terkena infeksi Covid-19 yang lebih parah.Namun, penting diketahui pula bahwa setiap pasien autoimun mungkin memiliki pengobatan yang berbeda, sehingga alangkah baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.Jika Anda masih punya pertanyaan lebih lanjut seputar penyakit Covid-19 pada penderita autoimun, konsultasikan dengan dokter lewat aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Caranya, download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakitautoimunpenyakit pernapasanpenyakit autoimuncoronavirus
Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/recommendations/underlying-conditions.html
Diakses pada 22 Februari 2021
Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/need-extra-precautions/people-with-medical-conditions.html
Diakses pada 22 Februari 2021
Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. https://www.papdi.or.id/berita/info-papdi/998-rekomendasi-papdi-tentang-pemberian-vaksinasi-covid-19
Diakses pada 22 Februari 2021
Rheumatology Advisor. https://www.rheumatologyadvisor.com/home/general-rheumatology/qa-overview-of-covid19-in-patients-with-autoimmune-diseases/
Diakses pada 22 Februari 2021
Centrastate Healthcare System. https://www.centrastate.com/blog/autoimmune-diseases-covid-19/
Diakses pada 22 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait