Mengenal Alergi Kucing dan Cara Tepat untuk Mengatasinya


Mengidap alergi kucing tentunya menyebalkan, terutama bagi mereka yang suka bermain dengan hewan berbulu itu. Hati-hati, alergi kucing dapat menimbulkan anafilaksis! Kenalilah penyebab, gejala, dan cara mengatasinya ini.

(0)
19 Nov 2020|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Gejala alergi kucing bermacam-macam, mulai dari batuk hingga gatal-gatal.Alergi kucing bisa berakibat fatal jika sampai menimbulkan anafilaksis.
Bagi pencinta hewan, memiliki alergi terhadap kucing mungkin sangat menyebalkan. Bayangkan saja, di saat Anda ingin mengelus-elus hewan lucu itu, reaksi alergi malah bermunculan. Alergi kucing perlu diwaspadai karena berpotensi menyebabkan anafilaksis (reaksi alergi berat yang dapat mengancam nyawa). Untuk mengetahui lebih dalam seputar alergi ini, mari kita kenali penyebab, gejala, dan cara mengatasinya.

Penyebab alergi kucing

Alergi akan muncul di saat sistem imun tubuh bereaksi berlebihan terhadap sebuah senyawa yang sebenarnya tidak berbahaya. Ketika hal ini terjadi, sistem imun akan menganggap senyawa itu sebagai zat asing yang dianggap mengancam kesehatan.Pada kasus alergi kucing, penderitanya dapat merasakan gejala alergi saat menghirup atau terpapar dengan alergen, seperti bulu, sel kulit mati, air liur, hingga air kencing kucing.

Gejala alergi kucing

Gejala alergi kucing bermacam-macam, tergantung di mana alergen hinggap di tubuh kita
Gejala alergi kucing bermacam-macam
Gejala alergi kucing berbeda-beda, tergantung di mana hinggapnya alergen tersebut di tubuh kita. Misalnya, saat hidung dan mata Anda terpapar dengan bulu atau air kencing kucing, maka gejala gatal dan sensasi terbakar bisa muncul di sana. Berikut gejala alergi kucing yang biasa terjadi:Gejala alergi kucing biasanya dapat muncul beberapa menit atau jam setelah terpapar dengan alergen. Sekitar 20-30 persen penderita asma alergi akan mengalami gejala yang parah setelah terpapar dengan alergen.Dalam kasus yang jarang terjadi, alergi kucing dapat menyebabkan anafilaksis, yakni reaksi alergi yang berbahaya. Anafilaksis dapat menyebabkan sulit bernapas, menurunnya tekanan darah, hingga menyebabkan tubuh syok.Jika Anda mengalami gejala-gejala anafilaksis, segeralah datang ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat karena kondisi ini dapat mengancam nyawa.

Cara mengatasi alergi kucing

Gejala alergi kucing dapat diredakan dengan berbagai macam obat alergi
Beberapa obat dipercaya bisa meredakan gejala alergi kucing
Satu-satunya cara paling ampuh untuk mengatasi alergi kucing ialah menghindari pemicu munculnya reaksi alergi, seperti bulu, air kencing, hingga air liur kucing. Namun, jika Anda memelihara kucing dan tidak ingin melepasnya, beberapa obat-obatan di bawah ini biasanya diresepkan oleh dokter untuk membantu Anda mengatasi gejala alergi kucing:
  • Antihistamin, seperti diphenhydramine, loratadine, atau cetirizine
  • Semprotan hidung kortikosteroid, seperti flutikason atau mometason
  • Semprotan dekongestan
Sebelum mengonsumsi berbagai obat di atas, berkonsultasilah dengan dokter untuk mengetahui cara pemakaiannya. Sebab, beberapa obat untuk alergi seperti montekulast dapat menyebabkan efek samping yang mengganggu kesehatan mental.  

Cara mendiagnosis alergi kucing

Alergi kucing didiagnosis oleh dokter melalui beberapa tes alergi, yaitu:
  • Tes kulit

Dengan menggunakan jarum bersih, dokter akan menusuk permukaan kulit di bagian lengan bawah atau punggung. Lewat jarum itu, dokter akan memasukkan beberapa jenis alergen dengan dosis rendah, termasuk alergen kucing.Jika dalam 15-20 menit kulit Anda menjadi merah atau bengkak, itu menandakan bahwa Anda memang mengidap alergi kucing. Jika tidak, mungkin Anda mengidap alergi lain yang akan dicari tahu lebih lanjut oleh dokter.Tenang saja, efek dari alergen ini hanya akan bertahan selama 30 menit.
  • Tes darah

Beberapa orang tidak diperbolehkan melakukan tes kulit karena faktor usia atau mengidap penyakit kulit. Dalam kasus ini, dokter akan merekomendasikan tes darah.Darah Anda akan dibawa ke laboratorium untuk dicek lebih lanjut. Untuk mendapatkan hasilnya, dibutuhkan waktu lebih lama dibandingkan tes kulit. Namun kelebihannya, Anda tidak perlu merasakan efek samping alergen yang disuntikkan ke dalam kulit.Perlu diingat, tidak selamanya tes alergi di atas memiliki hasil yang akurat. Terkadang, dokter juga bisa merekomendasikan Anda untuk tidak memelihara atau tinggal dengan kucing selama beberapa bulan untuk melihat pengaruhnya terhadap gejala-gejala alergi kucing yang Anda alami.

Cara mencegah alergi kucing

Jika Anda telah didiagnosis mengidap alergi kucing, menghindari alergen adalah cara yang tepat untuk mencegah kemunculan reaksi alergi. Namun, masih ada beberapa cara pencegahan yang dapat dilakukan agar gejalanya dapat diredakan.
  • Jangan biarkan kucing masuk ke kamar
  • Segera cuci tangan setelah memegang kucing
  • Hindari penggunaan karpet atau furnitur berlapis kain
  • Pilihlah karpet atau sarung furnitur yang dapat dicuci dengan air panas
  • Tutuplah ventilasi pendingin atau pemanas ruangan dengan kain penyaring
  • Rajin mengganti filter pendingin ruangan
  • Vakumlah berbagai sudut ruangan di rumah secara rutin
  • Gunakan masker selama membersihkan rumah.
Jika alergi kucing yang Anda alami sudah parah, berkonsultasilah pada dokter untuk mencari pengobatan terbaik.

Catatan dari SehatQ:

Menjalani hidup dengan alergi kucing tentunya menjengkelkan. Namun bukan berarti gejalanya tidak dapat dicegah. Cobalah untuk lebih berhati-hati lagi ketika berada di sekitar kucing.Selain itu, bagi Anda yang memiliki riwayat anafilaksis atau serangan asma, sebaiknya Anda tidak memelihara atau berdekatan dengan kucing.Alergi kucing tidak dapat diremehkan. Untuk mengetahui lebih lanjut seputar alergi ini, Anda bisa bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga!
penyakitalergihewan peliharaanhewan peliharaan anak
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321120#causes
Diakses pada 5 November 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/allergies/cats#causes
Diakses pada 5 November 2020
Web MD. https://www.webmd.com/allergies/cat-allergies
Diakses pada 5 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait