Buah Juniper, Kenali Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh


Buah juniper adalah buah yang dipetik dari pohon Juniperus communis. Khasiatnya untuk kesehatan beragam, seperti mengandung antioksidan hingga mengatasi diabetes.

(0)
13 Apr 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Buah juniper mengandung nutrisi dan senyawa tumbuhan yang baik untuk kesehatan.Buah juniper memiliki tekstur kecil dan warna biru yang gelap.
Buah juniper adalah buah-buahan berukuran kecil yang dipetik dari tumbuhan juniper atau Juniperus communis. Selain di Eropa dan Amerika Utara, pohon juniper juga sering ditemukan di berbagai negara Asia.Jarang yang tahu bahwa buah berwarna biru gelap dengan nama lain juniper berry ini menawarkan segudang manfaat untuk kesehatan tubuh. Mari kita telusuri berbagai manfaat buah juniper untuk kesehatan.

Manfaat juniper berry yang jarang diketahui

Sejak zaman Romawi, Yunani, dan Mesir kuno, buah juniper telah digunakan untuk urusan medis. Di Yunani, buah ini dipercaya bisa meningkatkan stamina para atlet. Sementara di Mesir, buah ini kerap digunakan sebagai obat-obatan herbal.Meski telah digunakan sejak dahulu, berbagai manfaat buah juniper ini belum terbukti secara ilmiah. Lantas, apa saja manfaat buah juniper yang sudah didukung oleh penelitian ilmiah?

1. Mengandung nutrisi dan senyawa tumbuhan yang baik untuk kesehatan

Meskipun studi tentang kandungan nutrisi buah juniper masih terbatas, buah-buahan berukuran kecil ini dipercaya mengandung vitamin dan sejumlah senyawa tumbuhan yang baik untuk kesehatan.Layaknya buah-buahan berry, juniper berry juga mengandung vitamin C. Sebanyak 28 gram buah ini mampu memenuhi 10 persen angka kecukupan gizi (AKG) harian vitamin C Anda.Vitamin C memiliki peran penting untuk sistem imun, sintesis kolagen, dan fungsi pembuluh darah. Tidak hanya itu, vitamin ini bertindak sebagai antioksidan yang bisa menjaga tubuh dari radikal bebas.Menurut riset terbitan International Scholarly Research Notices, buah berry ini turut dilengkapi dengan senyawa tumbuhan, seperti antioksidan flavonoid, minyak atsiri,  hingga coumarin.Kandungan coumarin dan antioksidan flavonoid dipercaya bisa menjaga tubuh dari penyakit kronis, termasuk penyakit jantung hingga neurodegeneratif.

2. Mengandung senyawa antiradang dan antioksidan

Makanan yang mengandung antioksidan memiliki fungsi penting untuk kesehatan karena dianggap bisa menjaga sel tubuh dari kerusakan yang mengakibatkan munculnya penyakit.Buah juniper mengandung minyak atsiri dan flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan. Dari kandungan tersebut, manfaat juniper berry bisa membantu meredakan peradangan di dalam tubuh.Sebuah tes tabung dari penelitian di atas mengungkapkan bahwa ada 70 senyawa di dalam minyak atsiri buah juniper, seperti monoterpen alfa-pinene, beta-pinen, myrcene, limonene, hingga sabinene. Semuanya memiliki efek antioksidan yang baik untuk kesehatan.Tes tabung lainnya yang diterbitkan Cogent Medicine juga membuktikan bahwa minyak atsiri yang ditemukan dapat meredakan peradangan di dalam sel kulit manusia secara signifikan.Selain itu, juniper berry mengandung sejumlah flavonoid, seperti rutin, luteolin, hingga apigenin. Menurut penelitian, ketiganya mampu bertindak sebagai antioksidan dan antiradang yang baik untuk kesehatan.

3. Berpotensi mengobati diabetes

Buah juniper berpotensi sebagai obat diabetes alami
Buah juniper berpotensi sebagai obat diabetes alami
Pada pengobatan tradisional, buah ini dimanfaatkan sebagai obat alami diabetes. Sebab, kandungannya memiliki sifat antidiabetik. Sebuah studi hewan uji terbitan International Journal of Pharma and Bio Sciences mengungkapkan, tikus yang mengonsumsi ekstrak juniper berry mengalami penurunan kadar gula darah dan meningkatkan kolesterol baik (HDL).Penelitian lain terbitan Journal of Ethnopharmacology juga menyebutkan bahwa ekstrak buah asal Tiongkok ini terbukti bisa menurunkan gula darah, kolesterol, dan trigliserida pada tikus yang mengidap diabetes.Meski demikian, penelitian lebih lanjut diperlukan karena manfaat juniper berry ini baru dibuktikan pada hewan saja.

4. Berpotensi menyehatkan jantung

Terdapat beberapa faktor yang membuat juniper berry mampu menyehatkan jantung. Pertama, buah ini mampu meningkatkan kolesterol baik alias HDL dan menurunkan trigliserida.Buah ini juga diyakini ampuh dalam menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan kolesterol total di dalam tubuh.Sebuah penelitian pada hewan uji dari Journal of Ethnopharmacology menyatakan, tikus yang mengidap diabetes mampu menurunkan kadar kolesterol totalnya sebanyak 57 persen dan trigliseridanya sebanyak 37 persen setelah diberikan ekstrak buah ini .Meskipun belum ada penelitian yang mampu membuktikan manfaat juniper berry dalam menjaga kesehatan jantung manusia, perlu diingat bahwa buah-buahan berry terbukti mampu menurunkan risiko penyakit jantung. Hal ini pun dikutip dari riset terbitan Scientific Reports.

5. Mengandung senyawa antibakteri dan antijamur

Buah juniper berpotensi bersifat antijamur penyebab gatal
Buah juniper berpotensi bersifat antijamur penyebab gatal
Tes tabung dan studi hewan uji mengungkapkan bahwa buah juniper mengandung senyawa antibakteri dan antijamur. Kedua efek ini didapatkan berkat kandungan sabinene, limonene, myrcene, alfa-pinene, dan beta-pinene di dalam minyak atsiri yang dihasilkan buah juniper.Berdasarkan sebuah tes tabung yang dipublikasikan dalam Acta Pharmaceutica, kandungan buah juniper berupa minyak esensial menunjukkan kemampuan antibakteri dan antijamurnya terhadap 16 spesies bakteri, jamur, dermatofita, dan jamur yang menyebabkan kurap di kulit.Menurut jurnal terbitan Phytotherapy Research, ekstrak buah ini juga berpotensi memiliki efek antibakteri, misalnya terhadap bakteri Campylobacter jejuni yang sering menyebabkan keracunan makanan dan Staphylococcus aureus yang dapat mengakibatkan infeksi kulit, paru-paru, hingga tulang.

7. Meningkatkan kualitas tidur

Manfaat juniper berry berguna untuk membantu tidur agar lebih nyenyak. Sebab, buah juniper terbukti mengandung minyak esensial yang berguna sebagai aromaterapi. Hal ini menimbulkan rasa tenang dan melegakan pengidap insomnia.

Apakah ada efek samping dari buah juniper?

Efek samping buah juniper di antaranya adalah ruam kulit
Efek samping buah juniper di antaranya adalah ruam kulit
Meskipun jarang terjadi, terdapat beberapa efek samping yang bisa ditimbulkan oleh buah juniper, terutama jika Anda memiliki alergi terhadapnya. Efek samping tersebut berupa:
  • Ruam kulit
  • Sesak napas
  • Kerusakan ginjal (akibat mengonsumsinya berlebihan)
  • Meningkatkan kadar gula dalam darah (penderita diabetes disarankan untuk tidak mengonsumsi berlebihan).
Jika ada reaksi alergi yang muncul akibat mengonsumsi berry ini, segera periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.Perlu diingat juga, mengonsumsi dalam porsi besar bisa menyebabkan keracunan dan menimbulkan sejumlah gejalanya, seperti:Inilah pentingnya berkonsultasi dulu pada dokter sebelum mengonsumsi makanan yang mungkin masih asing di lidah Anda, seperti buah juniper.Jika Anda memiliki pertanyaan seputar manfaat makan buah maupun makanan sehat lainnya, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.
makanan sehathidup sehatbuah dan sayuran
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/juniper-berries#_noHeaderPrefixedContent
Diakses pada 29 Maret 2021
Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/juniper-berry-benefits-4589326
Diakses pada 29 Maret 2021
International Scholarly Research Notices. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4897106/
Diakses pada 27 Juni 2021
Cogent Medicine. https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/2331205X.2017.1306200
Diakses pada 27 Juni 2021
International Journal of Pharma and Bio Sciences. https://www.semanticscholar.org/paper/EVALUATION-OF-ANTI-DIABETIC-AND-ANTI-HYPERLIPIDEMIC-Banerjee-Singh/591b8382f9fe1889761c611443365ab3099a5c9f
Diakses pada 27 Juni 2021
Journal of Ethnopharmacology. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17964099/
Diakses pada 27 Juni 2021
Scientific Reports. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4804301/
Diakses pada 27 Juni 2021
Acta Pharmaceutica. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16375831
Diakses pada 27 Juni 2021
Phytotherapy Research. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29266487/
Diakses pada 27 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait