Awas, Bullying Verbal pada Anak Berbahaya bagi Mentalnya


Bullying verbal adalah bentuk perundungan menggunakan kata-kata, sebutan, atau panggilan yang menghina. Hal ini bisa menyebabkan anak depresi, merasa gelisah, pola tidur berubah, harga diri rendah, dan lainnya.

(0)
06 Apr 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Bullying verbal dapat menghancurkan mental anakAnak yang menjadi korban bullying verbal cenderung lebih murung
Fenomena bullying verbal kerap terjadi di kalangan anak-anak dan remaja. Bullying verbal adalah bentuk perundungan dengan menggunakan kata-kata, pernyataan, sebutan, atau panggilan yang menghina secara lisan.Tindakan ini bertujuan untuk meremehkan, merendahkan, mengintimidasi, dan menyakiti korbannya. Verbal bullying dapat memberi dampak yang serius pada psikis korbannya, bahkan untuk jangka waktu yang panjang.

Contoh bullying verbal

Pelaku bullying verbal sering kali menjadikan anak-anak yang tampak lemah atau berbeda sebagai sasarannya. Beberapa contoh bullying verbal pada anak yang harus diwaspadai, di antaranya:
  • Menghina
  • Memaki
  • Menjuluki
  • Meneriaki
  • Mempermalukan di depan umum
  • Menebar gosip
  • Menuduh
  • Memfitnah.
Disadari atau tidak, memberi julukan “Si Gendut”, “Si Monyong”, dan semacamnya yang bertujuan menghina termasuk contoh verbal bullying. Bullying verbal dengan kata-kata yang menyakitkan dapat menghancurkan korbannya karena bisa meninggalkan luka emosional yang dalam. 

Dampak bullying verbal

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menunjukkan bahwa anak-anak yang mendapat perundungan memiliki dampak jangka panjang terhadap masalah fisik, sosial, emosional, dan akademisnya. Sejumlah dampak bullying verbal yang dapat terjadi, yaitu:

1. Depresi

anak depresi
Anak bisa mengalami depresi akibat verbal bullying
Verbal bullying bisa menyebabkan anak mengalami depresi. Masalah ini dipicu oleh rasa tertekan akibat kata-kata atau sebutan menghina yang dilontarkan oleh pelaku perundungan. Anak yang depresi dapat terlihat murung, sedih, dan putus asa. Selain itu, ia juga menjadi lebih mudah marah dan kehilangan minat terhadap apa yang ia suka.

2. Merasa gelisah

Anak yang mendapat bullying secara verbal juga dapat dirundung oleh kegelisahan. Ia merasa tidak aman dan takut, terutama ketika hendak bertemu dengan pelaku bullying. Tak jarang, hal ini menyebabkan anak sering menangis tiba-tiba.

3. Pola tidur berubah

Bullying verbal juga bisa menyebabkan pola tidur anak berubah. Ia menjadi sulit tidur atau bahkan tidur berlebihan. Jika Anda menyadari perubahan ini, segera ambil tindakan yang tepat untuk mengatasinya.

4. Merasakan keluhan fisik

sakit kepala pada anak
Anak bisa mengalami sakit kepala tanpa sebab
Dampak bullying verbal juga dapat membuat anak merasakan keluhan fisik, seperti jantung berdebar-debar, sakit perut, sakit kepala, atau mual yang tidak didasari oleh kondisi medis apa pun. Kondisi yang umumnya disebabkan oleh stres ini disebut dengan gangguan psikosomatis.

5. Nafsu makan berubah

Bukan hanya pola tidur, anak yang menjadi korban bullying juga dapat mengalami perubahan nafsu makan. Ia bisa jadi lebih jarang makan atau justru makan berlebihan. Perubahan ini juga dapat memengaruhi berat badan anak.

6. Senang menyendiri

Verbal bullying juga dapat membuat korbannya lebih senang menyendiri. Tak jarang, ia menghindar dari menarik diri dari pergaulan sosial atau bahkan tidak ingin berpartisipasi dalam kegiatan yang diikuti banyak orang.

7. Harga diri rendah

Anak dapat merasa bahwa ia memiliki citra diri yang buruk sehingga harga dirinya menjadi rendah. Kondisi ini juga dapat mendorongnya membentuk pribadi yang mudah minder atau tidak percaya diri hingga dewasa nanti.

8. Prestasi akademik yang lebih rendah

anak sulit berkonsentrasi
Anak yang mengalami bullying sulit berkonsentrasi
Karena anak yang mendapat bullying cenderung sulit berpikir dan berkonsentrasi, prestasi akademis yang dimilikinya pun lebih rendah. Ia mungkin tidak mampu menyelesaikan tugas di sekolah dengan baik.

9. Keluar dari sekolah

Prestasi akademis yang terus menurun atau perasaan tidak betah di sekolah bisa membuat anak enggan bersekolah lagi dan memutuskan untuk keluar. Jika hal ini terjadi, maka permasalahannya sudah sangat serius.Dampak buruk dari bullying verbal dapat bertahan hingga dewasa. Sebuah tinjauan studi menemukan bahwa korban bullying memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk merasakan kesepian, kecemasan sosial, dan tidak percaya diri. Keadaan ini dapat mendorong anak untuk melukai diri sendiri, bahkan berpikir bunuh diri.

Apa yang harus dilakukan orangtua jika anak menjadi korban bullying verbal?

Sering kali orangtua dan guru tidak menyadari jika anak menjadi korban verbal bullying. Sebab, pelaku umumnya melancarkan aksi ketika tidak ada pengawasan dari orangtua. Jika Anda mengetahui anak merupakan korban bullying verbal, lakukan hal berikut:
  • Laporkan pada pihak sekolah apabila anak mengalami bullying di sekolah
  • Terus dampingi dan beri perhatian pada anak
  • Ajak ia berbicara dan buat ia merasa aman
  • Tanamkan dalam diri anak untuk berani membela dirinya sendiri dari bullying
  • Kalau perlu, ajak anak menemui psikolog untuk mendapat bantuan yang tepat.
Pastikan Anda selalu memerhatikan keselamatan anak. Jangan sampai kurangnya perhatian dan pengawasan membuat anak menjadi korban bullying hingga berdampak buruk pada kesehatan mentalnya.Sementara, bagi Anda yang ingin bertanya lebih lanjut seputar kesehatan anak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan anakbullyingorangtua
Healthline. https://www.healthline.com/health/childrens-health/types-of-bullying#takeaway
Diakses pada 23 Maret 2021
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/types-of-bullying-parents-should-know-about-4153882
Diakses pada 23 Maret 2021
Better Help. https://www.betterhelp.com/advice/bullying/what-is-verbal-bullying-and-how-does-it-happen/
Diakses pada 23 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait