Mengenal Clostridium difficile, Bakteri Berbahaya yang Bisa Mengancam Nyawa

0,0
08 Jun 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Clostridium difficile dapat berakibat fatal jika tidak ditangani.Clostridium difficile dapat mengancam nyawa dan harus diwaspadai.
Clostridium difficile (C. difficile) adalah bakteri berbahaya yang bisa mengancam nyawa. Bakteri yang juga dikenal sebagai Clostridioides difficile ini paling sering menyerang orang lanjut usia (lansia) di rumah sakit setelah mengonsumsi obat-obatan antibiotik.
Untuk mengantisipasi infeksi bakteri Clostridium difficile, ada baiknya Anda memahami penyebab, gejala, dan cara mengobatinya.

Penyebab Clostridium difficile yang harus diwaspadai

Clostridium difficile berada di tengah-tengah kita, seperti di dalam tanah, udara, air, feses manusia dan hewan, hingga produk makanan seperti daging olahan.Spora dari bakteri Clostridium difficile dapat ditularkan melalui tinja dan menyebar ke makanan, permukaan, dan benda-benda lain jika penderitanya tidak mencuci tangannya. Spora ini dapat bertahan selama berbulan-bulan lamanya. Jika Anda menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi spora itu, Anda dapat terinfeksi olehnya.Saat menginfeksi tubuh, Clostridium difficile dapat memproduksi racun yang mampu menyerang lapisan usus. Selanjutnya, bakteri ini akan menghancurkan sel tubuh, memproduksi plak sel radang dan sel yang membusuk di dalam usus besar.

Faktor risiko dari Clostridium difficile

Terdapat beberapa faktor risiko yang membuat seseorang lebih berisiko terinfeksi bakteri Clostridium difficile, di antaranya:

Sedang minum obat antibiotik atau obat tertentu

Di dalam usus, terdapat sekitar 100 triliun sel bakteri dan 2.000 jenis bakteri yang berbeda. Sebagian besarnya bertugas untuk menjaga tubuh dari infeksi.Sebagian bakteri baik tersebut bisa mati ketika Anda mengonsumsi obat antibiotik. Hal ini akan mempermudah jalan Clostridium difficile untuk masuk ke dalam tubuh dan tumbuh secara tidak terkendali. Obat antibiotik yang sering kali menyebabkan infeksi Clostridium difficile meliputi:
  • Fluoroquinolones
  • Sefalosporin
  • Penisilin
  • Klindamisin.
Obat penghambat pompa proton (PPI), yakni obat yang digunakan untuk mengurangi produksi asam lambung, juga berpotensi meningkatkan risiko infeksi Clostridium difficile.

Menjalani perawatan di fasilitas kesehatan

Sebagian besar kasus infeksi C. difficile sering kali ditemukan pada orang yang sedang atau baru saja menjalani perawatan di fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit hingga panti jompo. Di tempat-tempat ini, kuman dapat menyebar dengan mudah.Penggunaan obat antibiotik di tempat-tempat ini juga umum sehingga orang di dalamnya lebih mudah terserang infeksi. Umumnya, infeksi C. difficile di rumah sakit atau panti jompo menyebar lewat kontak fisik dan objek, seperti gagang pintu hingga telepon.

Mengidap penyakit serius atau sedang menjalani prosedur medis

Kondisi medis serius, seperti penyakit radang usus, kanker kolorektal, atau lemahnya sistem imun akibat penyakit dan pengobatan (kemoterapi), dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri C. difficile.Selain itu, C. difficile bisa menyerang orang-orang yang baru menjalani prosedur medis, seperti pembedahan perut atau operasi di bagian sistem pencernaan.Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), risiko terkena C. difficile juga tinggi pada orang lansia (65 tahun ke atas) atau orang yang pernah menderita infeksi ini sebelumnya.

Gejala infeksi Clostridium difficile

Sebagian orang yang terinfeksi Clostridium difficile di ususnya tidak mengalami kemunculan gejala sama sekali. Meski begitu, mereka tetap bisa menularkan infeksi Clostridium difficile kepada orang lain.Gejala dari infeksi Clostridium difficile biasanya akan muncul sekitar 5-10 hari setelah Anda mengonsumsi obat-obatan antibiotik tertentu. Namun, gejalanya juga bisa muncul di hari pertama atau dua bulan kemudian setelah Anda mengonsumsi obat antibiotik tersebut.Gejala infeksi Clostridium difficile terbagi menjadi dua, yakni yang ringan dan parah.

Gejala infeksi Clostridium difficile yang dianggap ringan

Beberapa gejala infeksi Clostridium difficile yang ringan, di antaranya:
  • Diare tiga sampai lima kali dalam waktu sehari atau lebih dari dua hari
  • Kram perut yang masih ringan.

Gejala infeksi Clostridium difficile yang sudah parah

Gejala Clostridium difficile yang sudah parah biasanya ditandai dengan dehidrasi dan harus menjalani rawat inap di rumah sakit.Infeksi Clostridium difficile yang parah juga dapat menyebabkan usus besar meradang dan menimbulkan kerugian lain, seperti:

Pengobatan Clostridium difficile

Menurut National Health Service, jika infeksi C. difficile-nya masih ringan, maka penderitanya dapat melakukan rawat jalan saja.Namun, jika infeksinya sudah parah, dokter akan merekomendasikan penderitanya untuk menjalani rawat inap di rumah sakit.Berikut adalah sejumlah rekomendasi perawatan yang dapat diberikan dokter untuk menangani kasus infeksi C. difficile:
  • Menghentikan penggunaan obat antibiotik yang telah menyebabkan infeksi difficile.
  • Mengonsumsi obat antibiotik yang bisa membunuh bakteri difficile selama 10-14 hari.
  • Operasi untuk mengangkat beberapa bagian dari usus, jika infeksinya sudah parah.
Sebagian besar kasus infeksi C. difficile dapat ditangani dengan sukses. Penderitanya bisa sembuh total dalam waktu satu atau dua minggu.Namun, 1 dari 5 kasus C. difficile dapat kembali menyerang penderitanya. Jika hal ini terjadi, dokter dapat kembali melakukan penanganan.

Catatan dari SehatQ

Infeksi Clostridium difficile tidak dapat diremehkan sebab gejalanya sangat merugikan dan bahkan bisa mengancam nyawa.Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.
penyakitinfeksi bakteriinfeksi
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/c-difficile/symptoms-causes/syc-20351691
Diakses pada 20 April 2021
CDC. https://www.cdc.gov/cdiff/what-is.html
Diakses pada 20 April 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/c-difficile/#:~:text=Clostridium%20difficile%2C%20also%20known%20as,recently%20been%20treated%20with%20antibiotics.
Diakses pada 20 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait