Mengenal Seluk Beluk Filler Dagu dan Efek Sampingnya

(0)
16 Jan 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Filler dagu aman dilakukan di dokter kulit yang jelas kualitasnyaProsedur pemasangan filler dagu
Kekencangan kulit wajah, termasuk pada area dagu, akan berkurang seiring dengan pertambahan usia. Untuk mengatasi masalah ini, banyak orang yang memilih untuk melakukan prosedur kecantikan dengan filler dagu.Filler, dalam dunia medis disebut dermal filler, adalah zat lembut berbentuk gel yang disuntikkan ke bawah kulit. Filler dagu sendiri biasanya digunakan untuk menambah volume dari dagu itu sendiri sehingga dagu akan terlihat kencang dan bebas dari kerutan.Filler menjadi kosmetik yang populer karena pemakaiannya yang praktis dengan hasil karena injeksi filler bisa dilakukan tanpa operasi. Hasilnya pun bisa langsung terlihat setelah prosedur, namun tidak jarang Anda harus melakukan injeksi beberapa kali untuk melihat hasil yang diinginkan.

Bahan filler dagu yang biasa digunakan

Filler sendiri banyak macamnya, tapi filler dagu yang sering digunakan oleh dokter kulit adalah sebagai berikut:
  • Asam hialuronat (AH)

Asam hialuronat sebetulnya adalah zat alami yang terdapat pada kulit Anda, sementara AH yang bertindak sebagai filler dagu adalah gel yang lembut. Bentuk dagu yang disuntik dengan AH akan bertahan selama 6-12 bulan, setelah itu Anda harus melakukan suntikan ulangan.Untuk meminimalisir rasa tidak nyaman yang mungkin muncul setelah penyuntikkan AH, banyak gel AH yang sudah dicampur dengan lidocaine. Di pasaran, gel AH biasa dikenal dengan nama Juvederm, Restylane, dan Belotero Balance.
  • Polymethylmethacrylate (PMMA)

PMMA adalah zat sintetis dan biokompatibel serta berbentuk seperti bola kecil yang dapat digunakan untuk menambah volume dagu. Tidak jarang, bola PMMA juga berisi dengan kolagen yang juga dapat memunculkan kesan bahwa dagu Anda lebih berisi.Salah satu produk PMMA yang aman digunakan adalah Bellafill (dahulu dikenal dengan nama Artefill).
  • Kalsium hidroksilapatit (CaHA)

Zat ini juga terdapat dalam tubuh manusia, terutama tulang. Ketika digunakan sebagai filler dagu, ia berbentuk seperti gel lembut dengan partikel kalsium halus.Meski sama-sama gel, kalsium hidroksilapatit lebih kental dibanding gel AH sehingga dapat mempertahankan bentuk dagu lebih lama, yakni sekitar 12 bulan. Produk CaHA yang aman digunakan adalah Radiesse.Produk-produk filler dagu di atas sudah terbukti aman dan efektif memperbaiki penampilan sesuai keinginan Anda. Hanya saja, Anda harus merogoh kocek dalam-dalam jika ingin disuntik dengan filler di atas yang harganya bisa mencapai belasan juta rupiah per suntikan, itupun belum termasuk biaya konsultasi dokter dan pemeriksaan prapenyuntikkan.Mahalnya filler dagu menyebabkan banyak beredar produk filler yang lebih murah dan dijual bebas secara online maupun offline. Jangan pernah tergiur dengan produk ini karena keamanannya sangat diragukan.Filler dagu tanpa izin edar itu biasanya terbuat dari gel rambut dan dapat mengakibatkan munculnya reaksi alergi, infeksi, dan efek samping lainnya. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) sudah mengeluarkan peringatan agar konsumen tidak pernah membeli produk ini karena mereka mungkin telah terkontaminasi dengan zat-zat berbahaya.

Efek samping filler dagu

Injeksi filler dagu yang dilakukan di dokter kulit sebetulnya aman, tapi beberapa efek samping bisa muncul, misalnya:
  • Reaksi alergi, seperti sensasi terbakar pada kulit, bengkak, sesak napas, dan penuruan kesadaran
  • Bintik merah, gatal, dan benjolan, seperti jerawat
  • Dagu menjadi kemerahan, memar, berdarah, dan bengkak
  • Bentuk dagu justru tidak simetris
  • Kulit menjadi rusak, misalnya terjadi luka, infeksi, dan koreng
  • Filler dagu membuat Anda merasa ada yang mengganjal di area tersebut
  • Sel kulit menjadi mati jika terjadi sumbatan pada pembuluh darah.
Risiko terjadinya efek samping ini akan meningkat jika Anda menggunakan filler dagu yang tidak asli. Akademi Dermatologi Amerika Serikat (AAD) memperingatkan bahwa Anda sebaiknya hanya melakukan injeksi di dokter kulit, bukan di klinik abal-abal, salon kecantikan, apalagi di rumah.
kulit dan kecantikanperawatan wajah
Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/blog/dermal-fillers-the-good-the-bad-and-the-dangerous-2019071517234
Diakses pada 16 Januari 2020
American Board Cosmetic Surgery. https://www.americanboardcosmeticsurgery.org/procedure-learning-center/non-surgical/injectable-fillers-guide/
Diakses pada 16 Januari 2020
AAD. https://www.aad.org/cosmetic/wrinkles/fillers-overview
Diakses pada 16 Januari 2020
AAD. https://www.aad.org/cosmetic/wrinkles/fillers-faqs
Diakses pada 16 Januari 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320510.php
Diakses pada 16 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait