Mengenal Jenis-Jenis Bakteri yang Merugikan Manusia

(0)
24 Feb 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Salah satu bakteri yang merugikan manusia adalah Staphylococcus aureusIlustrasi bakteri Staphylococcus aureus dalam tubuh manusia
Bakteri punya dua sisi yang memberikan dampak berbeda pada manusia. Ada jenis-jenis bakteri baik yang dapat menunjang fungsi tubuh kita, ada pula jenis-jenis bakteri yang merugikan manusia. Bakteri yang membawa pengaruh buruk ini disebut sebagai bakteri patogen. Saat bakteri patogen memasuki tubuh Anda, mereka akan melepaskan racun yang dapat menyebabkan penyakit.Bakteri patogen dapat merusak jaringan tubuh dengan berbagai cara. Setelah masuk ke dalam tubuh, bakteri yang merugikan manusia ini dapat menyebabkan infeksi pada jaringan tubuh yang berbeda.

Jenis-jenis bakteri yang merugikan manusia

Ada banyak jenis bakteri yang merugikan manusia. Infeksi bakteri ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang bervariasi, mulai dari yang ringan, berat, bahkan hingga berisiko menyebabkan kematian. Berikut adalah jenis-jenis bakteri yang perlu Anda waspadai.

1. Streptococcus pyogenes

Streptococcus pyogenes merupakan bagian dari kelompok bakteri gram positif. Bakteri ini digolongkan sebagai bakteri yang merugikan manusia karena dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti:
  • Faringitis
  • infeksi jaringan lunak, seperti impetigo, erisipelas, dan selulitis.
  • Infeksi parah, seperti demam berdarah, bakteremia, pneumonia, necrotizing fasciitis, myonecrosis, dan toxic shock syndrome (TSS).
  • Demam rematik akut dan glomerulonefritis akut pasca-streptokokus.

2. Staphylococcus aureus

Staphylococcus aureus merupakan jenis bakteri yang merugikan manusia dan biasanya terdapat di area hidung. Staphylococcus aureus umumnya tidak berbahaya, tapi dalam beberapa kasus bakteri ini dapat menginfeksi tubuh dan menyebabkan penyakit, seperti:
  • Bakteremia atau sepsis
  • Pneumonia, khususnya pada orang yang memiliki penyakit paru
  • Endokarditis (infeksi katup jantung)
  • Osteomielitis (infeksi tulang).

3. Corynebacterium diphtheriae

Corynebacterium diphtheriae merupakan bakteri yang dapat mensekresi toksin dan menyebabkan penyakit difteri. Infeksi bakteri ini dapat menyebabkan sesak napas, gagal jantung, lumpuh, hingga kematian. Meski berbahaya, penyakit difteri dapat dicegah dengan menggunakan vaksin difteri.

4. Clostridium tetani

Clostridium tetani adalah jenis bakteri anaerob yang terdapat di tanah atau lumpur. Bakteri ini dapat menyebabkan penyakit tetanus yang dapat mengancam jiwa. Infeksi bakteri C. tetani dapat dicegah dengan pemberian vaksin tetanus.

5. Vibrio cholerae

Vibria cholerae adalah bakteri penyebab penyakit kolera, yaitu diare berat yang bisa mengakibatkan kematian. Bakteri ini banyak menginfeksi di daerah-daerah yang kebersihannya tidak terjaga, misalnya di area dengan sanitasi yang kurang baik.

6. Escherichia coli

Escherichia coli (E. coli) merupakan kelompok besar bakteri yang merugikan manusia. Bakteri yang merugikan manusia ini terdapat di lingkungan sekitar kita, pada makanan, hingga usus manusia.Tidak semua jenis bakteri E. coli berbahaya. Namun, tidak sedikit juga bakteri E. coli yang dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti diare, infeksi saluran kemih, pneumonia, dan lain sebagainya.

7. Haemophilus influenzae

Haemophilus influenzae bukanlah penyebab flu. Bakteri yang merugikan manusia ini dapat menyebabkan berbagai macam infeksi ringan hingga berat, misalnya infeksi telinga, meningitis, pneumonia, epiglotitis, dan infeksi aliran darah.Berbagai kondisi gangguan kesehatan yang disebabkan bakteri ini disebut dengan penyakit Haemophilus influenzae.

8. Salmonella typhii

Salmonella typhi adalah bakteri yang merugikan manusia dengan menginfeksi usus dan aliran darah yang disebut dengan penyakit tipes atau demam tifoid. Bakteri ini umumnya ditemukan di daerah yang memiliki sanitasi buruk.

9. Shigella

Infeksi bakteri Shigella dapat menyebabkan kram perut dan diare. Ada kalanya bakteri ini menyebabkan diare berdarah yang bisa ditularkan dengan cepat kepada orang lain. Namun, infeksi bakteri yang merugikan manusia ini dapat pulih sendiri dalam 2-7 hari.

10. Pseudomonas aeruginosa

Pseudomonas aeruginosa adalah jenis bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada paru-paru (pneumonia) dan darah. Infeksi bakteri juga dapat terjadi pada bagian tubuh lain setelah operasi. Pseudomonas aeruginosa termasuk jenis bakteri yang mampu menghindari efek antibiotik (resisten) dengan cepat dan kebal terhadap beberapa jenis obat antibiotik.Selain bakteri-bakteri di atas, jenis-jenis bakteri yang merugikan manusia lannya adalah:
  • Yersinia pestis, yakni bakteri penyebab penyakit pes yang biasanya menginfeksi setelah terkena gigitan tikus.
  • Treponema pallidum, yaitu bakteri penyebab penyakit sifilis.
  • Mycoplasma pneumoniae, yakni bakteri penyebab infeksi paru ringan atau disebut juga dengan pneumonia atipikal.
  • Mycobacterium tuberculosis, yaitu bakteri yang menyerang paru-paru dan dapat menyebabkan penyakit tuberkulosis atau TBC.
  • Mycobacterium leprae, yakni adalah bakteri yang dapat menyebabkan penyakit lepra atau kusta.
  • Borrelia burgdorferi, yaitu bakteri penyebab penyakit Lyme yang ditularkan melalui gigitan kutu.
Berbagai bakteri yang merugikan manusia dapat menyebabkan terjadinya peradangan atau penyakit dalam waktu 1-2 hari sejak menginfeksi tubuh. Dalam beberapa kasus, infeksi bakteri mungkin dapat menimbulkan gejala yang berat atau berlangsung dalam jangka lama (kronis). Untuk mengatasi infeksi tersebut, Anda mungkin akan memerlukan antibiotik.Jika Anda punya pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
infeksi bakterie. coli
CDC. https://www.cdc.gov/hai/organisms/staph.html
Diakses 10 Februari 2021
CDC. https://www.cdc.gov/diphtheria/index.html
Diakses 10 Februari 2021
CDC. https://www.cdc.gov/hi-disease/index.html
Diakses 10 Februari 2021
CDC. https://www.cdc.gov/shigella/index.html
Diakses 10 Februari 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK27114/figure/A1330/?report=objectonly
Diakses 10 Februari 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK482484/
Diakses 10 Februari 2021
BCCDC. http://www.bccdc.ca/health-info/diseases-conditions/typhoid-fever-salmonella-typhi
Diakses 10 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait