Mengenal Latihan Low Impact dan Manfaatnya bagi Kesehatan


Latihan low impact merupakan jenis latihan yang berdampak ringan bagi persendian Anda. Jenis latihan ini memiliki intensitas dan risiko cedera yang lebih rendah dibandingkan latihan high impact.

0,0
18 Oct 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Olahraga low impact seperti berjalan di treadmill intensitasnya rendahBerjalan di treadmill termasuk latihan low impact
Jenis latihan atau olahraga dapat dibedakan menjadi latihan low impact dan high impact. Sesuai namanya, olahraga low impact adalah jenis latihan yang berdampak ringan pada persendian Anda.
Gerakan latihan ini berfokus pada menjaga satu kaki tetap bersentuhan dengan permukaan dan mengurangi stres atau tekanan pada persendian. Latihan low impact dapat mencakup jalan kaki, berenang, yoga, bersepeda, elliptical cardio (kardio dengan alat), dan sebagainya.Jenis latihan apa pun yang ringan atau kecil dampaknya pada persendian dan memiliki pola gerakan yang lancar dianggap sebagai olahraga low impact.

Perbedaan latihan low impact dengan high impact

Latihan low impact merupakan latihan yang dinilai cocok untuk Anda yang baru mulai berolahraga. Selain itu, gerakan latihan ini juga baik untuk atlet yang sedang mengalami cedera atau baru pulih dari cedera.Latihan low impact umumnya berupa latihan ringan yang dapat Anda lakukan sehari-hari. Latihan ini juga dapat membantu pemulihan saat kondisi tubuh sedang tidak optimal.Lain lagi halnya dengan latihan high impact. Jenis latihan ini memiliki dampak tinggi pada persendian. Contohnya adalah lari, senam, hingga bermain sepak bola. Latihan high impact memiliki risiko cedera yang lebih tinggi, khususnya jika Anda menggunakan teknik yang salah.Latihan yang berdampak besar pada persendian ini juga lebih sering dikaitkan dengan cedera pada atlet. Maka dari itu, sebaiknya Anda didampingi dengan pelatih jika ingin memulai latihan high impact.

Manfaat latihan low impact

Meski tidak seberat latihan high impact, ada sejumlah manfaat manfaat olahraga low impact bagi kesehatan yang bisa Anda dapatkan.

1. Mengurangi risiko cedera terkait mobilitas

Latihan low impact tidak membutuhkan mobilitas yang tinggi layaknya latihan high impact. Di samping itu, dampaknya terhadap sendi juga lebih ringan sehingga membantu meminimalisir risiko cedera.

2. Meningkatkan stabilitas dan keseimbangan tubuh

Latihan low impact menekankan aktivitas lambat, stasioner, atau satu kaki. Hal ini memungkinkan Anda meluangkan lebih banyak waktu dalam melakukan gerakan sehingga dinilai bermanfaat dalam membangun stabilitas dan keseimbangan tubuh.

3. Memerlukan waktu pemulihan yang lebih sedikit

Waktu pemulihan setelah latihan low impact lebih pendek dibandingkan dengan latihan high impact. Dengan demikian, Anda bisa melakukan latihan ini lebih sering dan mendapatkan manfaat dari berolahraga secara teratur.

4. Meningkatkan rentang gerak

Gerakan low impact dapat membantu meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan tubuh karena cenderung menggunakan rentang gerak penuh.Hal ini bermanfaat dalam menjaga panjang dan kekuatan otot secara optimal, serta mengurangi ketidakseimbangan dan potensi cedera otot. Rentang gerak penuh juga dinilai bermanfaat dalam meningkatkan detak jantung.

5. Cocok untuk pemula dan lansia

Olahraga low impact umumnya lebih mudah dan lebih ramah bagi pemula maupun lansia. Bagi Anda yang baru ingin memulai olahraga, tidak ada salahnya untuk melakukan latihan ini secara rutin sebagai awalan sehingga bisa memberikan motivasi lebih.

6. Meningkatkan daya tahan otot

Olahraga low impact dapat meningkatkan kekuatan otot. Latihan dengan tempo yang lambat dianggap memaksa otot untuk bekerja dalam durasi lebih lama sehingga kekuatannya dapat terbangun.

7. Menghilangkan stres

Latihan low impact menyebabkan lebih sedikit stres pada tubuh, baik secara fisik maupun mental. Latihan ini dapat mengurangi tingkat stres sehingga dianggap penting dalam menjaga motivasi dan mewujudkan tujuan Anda dalam berolahraga.

8. Lebih optimal untuk pembakaran lemak tubuh

Olahraga low impact bisa membakar lebih banyak lemak tubuh dalam setiap sesinya. Sebab, proses membakar lemak dalam tubuh dianggap lebih efisien ketika dilakukan dengan detak jantung yang lebih rendah.

Contoh latihan low impact

Ada banyak pilihan jenis latihan low impact yang bisa Anda lakukan, di antaranya jalan cepat, bersepeda, berenang, pilates, yoga, tai chi, hingga low impact aerobic.Selain itu, kegiatan olahraga yang menggunakan alat eliptik (misalnya treadmill) atau apa pun yang membutuhkan gerakan tanpa menempatkan tekanan langsung pada tubuh, juga dianggap sebagai olahraga low impact.Itulah penjelasan seputar olahraga low impact serta manfaatnya bagi kesehatan. Untuk mendapatkan hasil yang terbaik, jadwalkan latihan ini secara rutin dan sesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
olahragalatihan fisik
American Sport and Fitness. https://www.americansportandfitness.com/blogs/fitness-blog/high-impact-vs-low-impact-exercises
Diakses 5 Oktober 2021
My Fitness Pal. https://blog.myfitnesspal.com/unexpected-benefits-of-low-impact-workouts/
Diakses 5 Oktober 2021
Healthline https://www.healthline.com/health/fitness-exercise/low-impact-exercises
Diakses 5 Oktober 2021
Amarillo Town Club. https://www.amarillotownclub.com/low-impact-vs-high-impact-exercises-which-should-you-be-doing/
Diakses 5 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait