Mengenal Meniskus dan Potensi Cederanya


Meniskus adalah cakram tulang rawan lunak berbentuk sabit atau huruf C yang terletak di antara tulang femur (paha) dan tibia (tulang kering). Tulang ini bertindak sebagai bantalan atau peredam kejut (syok) pada lutut. Cedera meniskus dapat terjadi akibat gerakan memutar lutut saat beraktivitas.

0,0
25 Aug 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Mediskus adalah salah satu bagian lutut yang rentan cederaMediskus adalah tulang rawan di lutut yang rentan cedera
Salah satu bagian penting di dalam lutut kita adalah meniskus. Secara umum, meniskus adalah bantalan atau peredam kejut dalam lutut. Bagian ini berperan penting dalam kehidupan sehari-hari kita.
Seperti berbagai bagian lainnya di lutut, meniskus juga bisa mengalami cedera. Cedera meniskus bahkan dianggap sebagai salah satu penyebab sakit lutut yang paling umum. Robekan pada meniskus dapat membuat efek bantalannya tidak berfungsi dengan baik sehingga menyebabkan radang sendi dan nyeri lutut.

Apa itu meniskus?

Meniskus adalah cakram tulang rawan lunak berbentuk sabit atau huruf C yang terletak di antara tulang femur (paha) dan tibia (tulang kering). Tulang ini bertindak sebagai bantalan atau peredam kejut (syok) pada lutut.Ada dua meniskus pada masing-masing lutut. Meniskus yang terletak di sisi dalam lutut disebut dengan meniskus medial, sedangkan meniskus lainnya yang terletak di sisi luar lutut dikenal sebagai meniskus lateral.Struktur tulang rawan meniskus terdiri dari protein kolagen, glikosaminoglikan, dan air. Pasokan darah utama pada meniskus berasal dari lapisan sendi (sinovium) dengan nutrisi tambahan disediakan oleh cairan sinovial yang membasahi sendi lutut.

Fungsi meniskus

Meniskus memiliki fungsi yang sangat penting di dalam lutut, yakni sebagai peredam syok. Bantalan meniskus dapat meminimalisir tekanan pada tulang rawan artikular yang ada di lutut.Tulang rawan artikular membungkus ujung tulang-tulang yang terdapat pada sendi. Dengan melindungi tulang rawan artikular, meniskus membantu mencegah terjadinya arthritis atau radang sendi. Fungsi vital ini dapat terganggu saat terjadi cedera meniskus.Ketika lutut menahan beban, meniskus akan bergerak ke arah luar lutut ketika diberikan tekanan. Dengan demikian, meniskus lutut akan menghilangkan tekanan dari tulang rawan artikular di ujung tulang.Misalnya, saat berjalan atau melompat, Anda akan menempatkan beban pada kaki. Tulang paha kemudian bersentuhan dengan meniskus, lalu meniskus akan melebar ke luar.Kondisi ini menghilangkan banyak tekanan pada tulang kering. Tanpa kehadiran meniskus, semua beban dari tulang paha akan menyentuh tulang kering, serta ujung tulang rawan artikular bisa mengalami aus.Selain untuk peredam syok, meniskus juga berfungsi dalam meningkatkan stabilitas lutut. Meniskus diibaratkan sebagai ganjalan yang mencegah agar sendi lutut tidak tergelincir. Jika terjadi cedera meniskus, lutut bisa menjadi tidak stabil.

Cedera meniskus (meniskus robek)

Cedera meniskus
Meniskus robek dapat menyulitkan mobilitas Anda
Meniskus robek adalah salah satu cedera lutut yang paling sering terjadi. Kondisi ini dapat disebabkan oleh aktivitas apa pun yang melibatkan gerakan memutar lutut secara paksa, terutama saat Anda menempatkan berat badan sepenuhnya. Misalnya, saat melakukan manuver dalam olahraga sepak bola atau badminton.

Gejala cedera meniskus

Berikut adalah beberapa gejala yang bisa muncul jika Anda mengalami meniskus robek.
  • Terasa letusan kecil saat terjadi cedera (popping sensation)
  • Terasa nyeri, terutama saat memutar lutut
  • Terjadi pembengkakan atau kaku pada lutut
  • Merasa lutut tidak stabil atau lemah
  • Kesulitan untuk meluruskan lutut sepenuhnya
  • Merasa seolah-olah lutut terkunci ketika mencoba untuk menggerakkannya.

Faktor risiko cedera meniskus

Meniskus robek lebih berisiko terjadi pada orang-orang yang kerap melakukan gerakan memutar lutut secara agresif. Risikonya sangat tinggi pada atlet, khususnya atlet sepak bola, tenis, atau basket.Kondisi lutut yang semakin aus seiring bertambahnya usia meningkatkan risiko terjadinya meniskus robek. Kebanyakan cedera meniskus pada orang dewasa bersifat degeneratif, yaitu meniskus mengalami aus karena digunakan bertahun-tahun.Kebanyakan penderita cedera lutut ini mungkin tidak ingat bagaimana atau kapan meniskus robek terjadi. Selain itu, obesitas juga dapat meningkatkan risiko cedera meniskus.Meniskus robek dapat mengalami komplikasi yang menyebabkan gejala-gejalanya berlangsung terus-menerus dalam jangka panjang. Anda juga lebih rentan untuk mengembangkan osteoartritis pada lutut yang mengalami cedera.

Cara mengobati cedera meniskus

Ada berbagai jenis meniskus robek, dan beberapa di antaranya mungkin tidak bisa sembuh tanpa pengobatan. Jika robekan berada pada sepertiga bagian luar meniskus, cedera tersebut mungkin bisa sembuh dengan sendirinya atau diperbaiki dengan pembedahan.Sebab, area sepertiga bagian luar meniskus memiliki pasokan darah yang memadai sehingga sel darah dapat meregenerasi jaringan meniskus atau membantu pemulihan setelah dilakukan pembedahan.Berikut adalah cara mengobati meniskus robek tanpa melalui tindakan operasi.
  • Mengistirahatkan lutut
  • Mengompres bagian yang cedera dengan kompres es dan pastikan posisi lutut lebih tinggi
  • Terapi fisik untuk memperkuat otot di sekitar lutut
  • Pemberian obat antiradang.
Jika robekan terjadi pada dua pertiga bagian dalam meniskus, kondisi ini mungkin tidak dapat diperbaiki karena area tersebut memiliki aliran darah yang kurang baik. Maka dari itu, cara mengobati meniskus robek di area ini adalah dipotong atau diangkat melalui prosedur pembedahan.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
masalah tulangkesehatan tulang
Howard Luks MD. https://www.howardluksmd.com/education/what-is-a-meniscus/
Diakses 24 Agustus 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/torn-meniscus/symptoms-causes/syc-20354818
Diakses 24 Agustus 2021
Penn Medicine. https://www.pennmedicine.org/updates/blogs/musculoskeletal-and-rheumatology/2018/september/meniscus-tears-why-you-should-not-let-them-go-untreated
Diakses 24 Agustus 2021
Stone Clinic. https://www.stoneclinic.com/blog/meniscus-disease
Diakses 24 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait