Mengenal Obat Lithium untuk Tangani Kepribadian Ganda, Apa Efek Sampingnya?


Obat jenis lithium telah digunakan untuk menangani beberapa jenis gangguan mental seperti depresi hingga kepribadian ganda. Namun sekarang tidak lagi banyak digunakan karena potensi efek samping yang tak diinginkan.

(0)
01 Mar 2021|Azelia Trifiana
Lithium digunakan untuk mengatasi gangguan mentalLithium digunakan untuk mengatasi gangguan mental
Dekade demi dekade, obat jenis lithium telah digunakan untuk menangani beberapa jenis gangguan mental seperti depresi hingga kepribadian ganda. Meski demikian, obat jenis ini tidak lagi banyak digunakan karena potensi terjadinya efek samping yang tak diinginkan.Bahkan hingga lebih dari 50 tahun sejak digunakan secara klinis, belum jelas betul bagaimana lithium bekerja mengobati gejala-gejala pada kasus bipolar disorder. Beberapa peneliti meyakini bahwa obat ini memperkuat koneksi saraf di otak yang mengatur mood.

Manfaat lithium secara medis

Sejak dulu, lithium merupakan pilihan obat yang dinilai efektif untuk masalah kepribadian ganda. Secara spesifik, lebih dari 300 studi mengulas secara klinis bahwa obat ini bisa menekan upaya bunuh diri pada partisipannya.Ini penting mengingat orang yang mengalami depresi klinis dan gangguan mood 30 kali lebih rentan mencoba bunuh diri ketimbang yang tidak.Berdasarkan fakta-fakta di atas, para peneliti menarik kesimpulan bahwa obat ini dapat membuat mood lebih stabil. Utamanya pada orang yang mengalami bipolar disorder, episode manic yang ditandai dengan energi meluap-luap lebih terkendali serta suicidal thought pun berkurang.Oleh sebab itu, lithium juga terkadang diberikan sebagai pengobatan jangka pendek bagi orang yang mengalami episode manic cukup akut.Ada kemungkinan obat ini efektif pada jenis depresi lainnya ketika diberikan bersamaan dengan antidepresan. Hanya saja, masih perlu uji klinis lebih lanjut.

Apakah lithium aman?

Apabila diberikan atas supervisi dokter, lithium aman untuk dijadikan sebagai bagian dari penanganan. Hanya saja, harus dipastikan lingkungan cukup mendukung untuk mengonsumsi obat ini secara konsisten.Jenis karbon yang digunakan dalam lithium untuk obat berbeda dengan baterai. Ketika masuk ke tubuh, penyerapannya serupa dengan respons terhadap metal alkali seperti sodium.Obat ini biasanya dikemas dalam bentuk kapsul, cair, atau tablet lepas lambat. Perlu waktu beberapa minggu hingga mulai muncul efeknya. Standar dosis untuk lithium oral orang dewasa adalah 600-900 miligram dan dikonsumsi 2-3 kali sehari.Meski demikian, dosis satu orang dan lainnya jelas berbeda. Konsultasikan dengan dokter agar sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Selain itu, lithium tidak disarankan dikonsumsi anak-anak di bawah 7 tahun, ibu hamil, dan juga menyusui.Apabila sedang menjalani program hamil pun, sebaiknya hindari mengonsumsi lithium. Perhatikan juga apakah ada risiko interaksi dengan jenis obat-obat lain terutama psikotropika.

Efek samping konsumsi lithium

Hampir semua orang yang mengonsumsi obat ini akan merasakan efek samping seperti:
  • Buang air kecil lebih sering
  • Haus luar biasa
  • Mulut kering
  • Merasa tidak terkalahkan
  • Tidak sadar dengan yang terjadi di sekitar
  • Berat badan bertambah
  • Tubuh lesu
  • Daya ingat jangka pendek menurun
  • Otot tubuh bagian atas terasa kaku
  • Tangan gemetar
  • Mual atau muntah
  • Sakit kepala
Selain beberapa efek samping di atas, bisa juga muncul keluhan lain yang lebih jarang seperti penglihatan kabur, menggigil, hilang nafsu makan, dan juga vertigo.Untuk menghindari efek samping, selalu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter apa saja yang perlu dipertimbangkan sebelumnya. Ingat, lithium adalah jenis obat yang bisa menjadi beracun apabila dikonsumsi dengan dosis berlebihan.Gejala keracunan lithium seperti:
  • Tangan gemetar
  • Hilang kendali otot
  • Dehidrasi
  • Meracau tidak jelas
  • Mengantuk berlebihan
Apabila muncul gejala di atas setelah mengonsumsi lithium, perlu diberikan penanganan medis darurat. Hubungi ambulans atau minta bantuan orang lain untuk mengantar ke rumah sakit. Jangan mencoba menyetir seorang diri.Perlu diingat pula bahwa ada juga laporan orang yang merasa keinginan bunuh diri semakin meningkat – meski sementara – setelah mengonsumsi lithium. Apabila mengalami hal semacam ini, segera diskusikan dengan dokter opsi lain seperti mengganti obat atau mengurangi dosisnya.Perubahan dosis atau berhenti mengonsumsi obat pun tidak bisa dilakukan secara mendadak. Perubahan apapun harus dilakukan atas supervisi ketat dari dokter dan dilakukan secara bertahap.

Catatan dari SehatQ

Lithium adalah jenis obat yang biasanya diresepkan jangka panjang untuk orang yang mengalami kepribadian ganda. Apabila dikonsumsi dengan dosis yang tepat, obat ini dinilai efektif mengurangi gejala bipolar depression.Meski demikian, ada risiko efek samping yang cukup serius dari konsumsi obat ini. Berkonsultasi dengan dokter untuk segala keluhan dan opsi penanganan yang tersedia adalah yang terbaik.Jangan pernah mencoba mengobati secara mandiri kondisi kronis seperti kepribadian ganda karena konsekuensinya bisa menjadi lebih serius.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar konsekuensi dari konsumsi lithium dan kapan harus memilih obat ini sebagai penanganan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
mengatasi depresigangguan mentalhidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/can-lithium-help-treat-depression#dosage
Diakses pada 14 Februari 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4504869/
Diakses pada 14 Februari 2021
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/the-benefits-of-lithium-orotate-89475
Diakses pada 14 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait