Phobia Darah, Gejala dan Cara Mengatasinya


Phobia darah adalah ketakutan berlebih ketika melihat darah atau menjalani prosedur medis tertentu yang melibatkan darah. Gangguan mental ini bisa menimbulkan berbagai gejala fisik dan emosional.

(0)
27 Aug 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Phobia darah adalah ketakutan berlebih ketika melihat darahPhobia darah bisa membuat seseorang sangat ketakutan saat melihat darah
Apakah Anda merasa ketakutan atau panik saat melihat darah? Jika seperti itu, bisa jadi Anda memiliki phobia darah. Phobia darah adalah ketakutan ekstrem saat melihat darah atau menjalani prosedur medis tertentu yang melibatkan darah.Phobia ini juga disebut dengan istilah hemophobia. Phobia darah termasuk jenis phobia spesifik yang masuk ke dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-5). Orang dengan phobia ini bisa sangat merasa tidak nyaman, takut, bahkan pingsan ketika melihat darah.

Gejala phobia darah

Gejala phobia darah dapat dipicu dengan melihat darah secara langsung maupun tidak langsung, salah satunya melalui gambar atau video. Sebagian menyebabkan penderitanya bahkan bisa merasakan gejala tersebut hanya dengan membayangkan darah saja. Ketika Anda melihat atau memikirkan hal yang berkaitan dengan darah, maka gangguan mental ini dapat menunjukkan gejala fisik maupun emosional. Adapun gejala phobia darah yang berupa fisik, yaitu:
  • Kesulitan bernapas
  • Jantung berdetak cepat
  • Berkeringat
  • Sesak atau nyeri dada
  • Gemetaran
  • Lemas
  • Pusing
  • Mual
  • Merasa kepanasan atau kedinginan
  • Pingsan.
Sementara gejala phobia darah yang sifatnya emosional, di antaranya:
  • Cemas atau panik yang ekstrem
  • Ingin melarikan diri
  • Kehilangan kendali
  • Merasa tak berdaya
  • Merasa seperti akan mati atau pingsan.
Khusus untuk anak, gejala phobia darah yang mungkin terjadi dapat berupa menangis, mengamuk, bersembunyi, melarikan diri, atau selalu ingin dekat dengan orang lain. Hemophobia juga merupakan phobia yang unik karena menghasilkan respons vasovagal, yakni kondisi di mana Anda mengalami penurunan detak jantung dan tekanan darah sebagai respons terhadap pemicu.

Penyebab phobia darah

Hemophobia sering kali berkaitan dengan phobia lainnya, seperti trypanophobia (takut pada jarum suntik). Phobia darah juga kemungkinan disebabkan oleh pengalaman buruk yang melibatkan darah, misalnya pernah mengalami cedera traumatis atau penyakit yang menyebabkan kehilangan banyak darah. Akan tetapi, para ahli juga percaya bahwa penyebab phobia darah bukan selalu kejadian yang secara spesifik melibatkan darah. Mungkin saja seseorang memiliki pengalaman yang mengerikan terhadap warna merah dan merefleksikannya menjadi ketakutan terhadap darah. Selain itu, faktor genetik juga bisa meningkatkan risiko seseorang terkena phobia ini.Di sisi lain, ketika anak melihat orangtua atau pengasuhnya takut darah, ia juga bisa mengembangkan hemophobia. Phobia darah umumnya timbul pada usia rata-rata 9 tahun untuk anak lak-laki dan 7,5 tahun untuk anak perempuan.Umumnya, phobia sudah dialami sejak masa kecil, namun phobia tersebut biasanya adalah phobia kegelapan, orang asing, suara keras, atau rasa takut pada makhluk-makhluk menyeramkan dari imajinasi lingkungan sekitar. 

Ciri-ciri orang yang mengidap phobia adalah sebagai berikut:

  • Mengalami perasaan takut, cemas, dan panik saat terpapar pada sumber fobia. Bahkan hanya dengan memikirkan sumber fobia saja sudah membuatnya takut.
  • Penderita fobia sebenarnya sadar bahwa ketakutan yang dialaminya tersebut tidak masuk akal dan terkesan dilebih-lebihkan, namun ia merasa tidak berdaya untuk melawan atau mengontrol rasa takut tersebut.
  • Merasa semakin cemas saat situasi atau benda yang ditakuti semakin mendekat padanya (ada kedekatan fisik).
  • Penderita fobia akan melakukan semua hal yang dapat dilakukan untuk menghindari sumber fobia. Jika belum menemukan cara untuk menghindar, biasanya penderita fobia dapat tetap bertahan dengan memendam ketakutan atau kecemasan yang intens.
  • Merasa kesulitan saat melakukan aktivitas seperti biasa karena sedang dilanda perasaan takut dan cemas.
  • Tubuh mengalami reaksi dan sensasi fisik, contohnya berkeringat, detak jantung menjadi cepat, atau merasa sulit untuk bernafas.
  • Dapat merasa mual, pusing, hingga pingsan jika berada di sekitar darah atau luka.
  • Pada anak-anak, biasanya mereka akan mudah marah, menangis, atau selalu menempel pada orangtua (tidak ingin orangtuanya pergi). Mereka juga tidak ingin mendekati sumber fobia mereka.
  • Tak jarang juga tubuh menjadi gemetar dan menjadi disorientasi.

Yang perlu Anda lakukan saat fobia darah datang:

  • Kendalikan pikiran Anda dan jauhkan bayangan yang buruk-buruk seperti kematian, dll.
  • Segera duduk dan atur napas Anda agar pikiran lebih tenang. Tarik napas dalam-dalam dan hembuskan perlahan sambil memejamkan mata Anda.
  • Sebisa mungkin hindari melihat darah. Namun Anda juga perlu secara perlahan-lahan membiasakan diri melihat darah dalam jumlah sedikit.
  • Minum segelas air agar hati Anda lebih tenang.

Cara mengatasi phobia darah

Ketakutan terhadap darah bisa membuat penderitanya enggan untuk melakukan pemeriksaan fisik atau mencari perawatan medis. Selain itu, mereka pun mungkin enggan untuk membalut luka orang yang berdarah. Phobia ini juga bisa membuat Anda membatasi aktivitas fisik yang berisiko menyebabkan cedera atau luka. Hal tersebut tentu saja bisa menyulitkan kehidupan penderitanya sehari-hari. Penderita phobia dapat mengunjungi psikolog atau psikiater untuk mendapat penanganan yang tepat, terutama jika gejala dirasa sangat mengganggu atau telah menetap lebih dari 6 bulan. Berikut pilihan cara mengatasi phobia darah yang bisa diambil.

1. Terapi pemaparan diri

Terapi ini dilakukan dengan melibatkan objek yang menyebabkan rasa takut. Anda akan diminta menjalani tes dengan melihat darah melalui gambar dan film atau secara langsung untuk meningkatkan keberanian pada objek tersebut. Diharapkan phobia darah pun akan berkurang secara bertahap dan menghilang sepenuhnya. 

2. Terapi kognitif

Terapi perilaku kognitif dilakukan untuk membantu mengidentifikasi perasaan cemas atau takut terhadap darah. Lalu, mengubahnya dengan cara pandang dan sikap yang berbeda sehingga ketakutan tersebut bisa dikendalikan.

3. Relaksasi

Teknik relaksasi dapat membantu mengatasi stres, cemas, atau gejala lain yang berkaitan dengan phobia darah. Anda bisa mencoba teknik relaksasi, seperti latihan pernapasan dalam, yoga, atau meditasi.

4. Obat-obatan

Dalam kasus yang parah, obat-obatan mungkin diperlukan untuk mengatasi cemas berlebih. Hal ini dapat membantu Anda bersikap lebih tenang dan fokus dalam menjalankan pengobatan lainnya.Selain dengan melakukan terapi, dukungan dari orang-orang terdekat juga diperlukan agar Anda bisa segera pulih dari phobia darah sehingga tak lagi menjadi masalah yang dapat mengganggu hari-hari Anda.
gangguan mentalkesehatan mentalfobia
Healthline. https://www.healthline.com/health/hemophobia#treatment
Diakses pada 14 Agustus 2020
Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/fear-of-blood-hemophobia-causes-and-symptoms-2671861
Diakses pada 14 Agustus 2020
Better Help. https://www.betterhelp.com/advice/phobias/coping-with-the-fear-of-blood/
Diakses pada 14 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait