Mengenal Pitiriasis Alba yang Disebut Mirip Panu

(0)
13 Jan 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Pitiriasis alba seringkali disebut sebagai panu, namun keduanya berbedaPitiriasis alba umumnya terjadi pada anak-anak
Pernahkah Anda melihat bercak-bercak putih di wajah anak? Masalah kulit yang satu ini kerap kali dianggap sebagai panu karena terlihat sama, padahal keduanya ternyata berbeda.Kondisi pada kulit ini disebut dengan istilah pitiriasis alba. Meski umum terjadi pada anak, pityriasis alba dapat pula dialami oleh orang dewasa. 

Apa itu pitiriasis alba?

Pitiriasis alba adalah kelainan kulit yang awalnya menyebabkan timbul bercak berwarna merah atau merah muda pada kulit. Biasanya, bercak tersebut berbentuk bulat, oval atau bahkan tak beraturan. Lain halnya dengan panu, bercak pada penderita pityriasis alba bersisik dan kering. Kondisi ini dapat muncul di berbagai bagian tubuh, termasuk:
  • Wajah
  • Lengan bagian atas
  • Leher
  • Dada
  • Punggung
Akan tetapi, setelah kemerahan memudar kurang lebih dua minggu, maka dapat timbul bercak berwarna pucat atau putih di kulit (hipopigmentasi). Bercak ini bisa muncul sebanyak 1-20 titik di kulit dengan ukuran sekitar 0,5-5 cm. Kondisi ini mungkin sedikit terasa gatal atau bahkan tidak gatal sama sekali.
Bercak putih tersebut lebih terlihat pada orang yang memiliki kulit lebih gelap, dan bisa sangat mengganggu penampilan. Umumnya, bercak pun akan hilang dalam beberapa bulan. Namun, dalam beberapa kasus, bercak ini dapat bertahan selama beberapa tahun.

Penyebab pitiriasis alba

Pitiriasis alba terjadi pada sekitar 2-5% anak-anak, dan paling sering pada anak berusia 6-12 tahun. Anak laki-laki maupun perempuan sama-sama sering mengalaminya. Penyebab pasti kondisi ini belum diketahui. Namun, para peneliti menyakini pitiriasis alba sebagai bentuk ringan dari dermatitis atopik atau sejenis eksim.
Kondisi ini memang sangat umum terjadi pada anak-anak yang menderita dermatitis atopik (peradangan kulit yang gatal). Selain itu, pityriasis alba pun paling banyak muncul pada anak-anak yang sering mandi menggunakan air hangat atau kerap terpapar sinar matahari secara langsung.
Penggunaan kortikosteroid yang berlebihan saat mengobati eksim juga dipercaya dapat menyebabkan bercak ruam menjadi putih. Bahkan, kelainan genetik tertentu pun diyakini membuat kulit kehilangan pigmen warna, sehingga membentuk bercak putih.Bukan hanya itu, kondisi-kondisi berikut ini pun termasuk sebagai pemicu pityriasis alba:
  • Panas
  • Kelembapan
  • Detergen atau sabun yang mengandung pewangi
  • Gesekan pakaian
  • Kebiasaan merokok
  • Stres
  • Memiliki riwayat alergi
Jarang mandi maupun mandi secara berlebihan juga dianggap dapat memicu terjadinya pityriasis alba. Sayangnya, para peneliti belum mendapat kesimpulan mengenai hal ini. Namun, perlu Anda ketahui, penyakit kulit ini tidaklah menular.

Mengobati pitiriasis alba

Jika Anda atau Si Kecil menderita pityriasis alba, lakukanlah perawatan di rumah terlebih dahulu. Hal yang paling penting untuk Anda lakukan, yaitu menjaga kulit tetap lembap. Berikut ini cara menjaga kulit tetap lembap yang bisa Anda coba:
  • Menggunakan sabun dengan kandungan pelembap
  • Mengoleskan pelembap kulit, seperti petroleum jelly atau losion bebas pewangi
  • Menghindari paparan sinar matahari dan menggunankan tabir surya
  • Mengoleskan krim kortikosteroid bebas resep selama 3-7 hari
Jika kondisi kulit Anda atau anak tak juga membaik, bahkan semakin memburuk atau menyebar ke area lain, maka segera periksakan ke dokter. Dalam mendiagnosis pitiriasis alba, dokter mungkin hanya akan melihat kondisi kulit Anda.
Akan tetapi, terkadang biopsi juga mungkin diperlukan. Dokter akan mengambil sampel kulit Anda, dan akan melihatnya di bawah mikroskop untuk memastikan keberadaan pityriasis alba. Hal ini juga dilakukan untuk memastikan tak ada ragi atau jamur (penyebab panu), karena penyakit kulit ini tidak disebabkan oleh infeksi jamur.
Umumnya, tidak diperlukan pengobatan khusus untuk mengobati pitiriasis alba karena bercak biasanya akan hilang seiring waktu. Namun, dokter mungkin akan meresepkan krim pelembap atau krim steroid topikal seperti, hidrokortison untuk mengobati penyakit tersebut.
Dalam beberapa kasus, dokter juga mungkin meresepkan krim nonsteroid, seperti pimecrolimus. Kedua jenis krim tersebut dapat membantu mengurangi kekeringan, bersisik, gatal, dan perubahan warna pada kulit. Akan tetapi, pada kasus yang parah, dokter juga dapat merekomendasikan kortison atau terapi sinar ultraviolet. Meski sudah sembuh, bercak ini juga dapat muncul kembali. Namun, dalam banyak kasus, pityriasis alba hilang ketika Anda telah dewasa. Oleh sebab itu, di samping pengobatan, kesabaran juga sangat diperlukan.
kesehatan kulitkulit dan kecantikanmasalah kulitpanu
Healthline. https://www.healthline.com/health/pityriasis-alba#treatments
Diakses pada 13 Januari 2020.
Dermnetnz. https://dermnetnz.org/topics/pityriasis-alba/
Diakses pada 13 Januari 2020.
Skin Sight. https://www.skinsight.com/skin-conditions/child/pityriasis-alba
Diakses pada 13 Januari 2020.
Web MD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/skin-pityriasis-alba
Diakses pada 13 Januari 2020.
Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/pityriasis-alba-1068759
Diakses pada 13 Januari 2020.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait