Mengenal Retardasi Mental yang Membuat Seseorang Sulit Berkembang

(0)
Retardasi mental membuat pengidapnya lambat belajarRetardasi mental sering juga disebut sebagai gangguan intelektual
Pernah melihat seseorang yang kemampuan dasarnya jauh di bawah rata-rata dari teman-teman sepantarannya? Misalnya, sudah masuk usia remaja namun belum bisa makan sendiri, ganti baju, atau tidak jelas dalam berbicara. Kondisi ini, umumnya disebabkan oleh gangguan intelektual yang juga disebut sebagai retardasi mental.Retardasi mental adalah suatu gangguan perkembangan otak yang membuat seseorang membutuhkan waktu jauh lebih lama untuk mempelahari hal-hal dasar. Tidak semua orang dengan kondisi ini punya tingkat keparahan yang sama.Dengan dukungan yang baik dari lingkungan sekitar, orang yang mengalami retardasi mental ringan, masih bisa diajari untuk hidup mandiri. Sementara itu pada penderita retardasi mental parah, membutuhkan lebih banyak pendampingan dalam hidupnya. Tidak jarang, kondisi ini disalahartikan sebagai penyakit Down syndrome.

Lebih jauh tentang retardasi mental

Individu dengan retardasi mental, memiliki keterbatasan dalam dua hal, yaitu fungsi intelektual dan perilaku adaptasi.

• Fungsi intelektual

Keterbatasan pada fungsi intelektual, dapat diukur menggunakan angka IQ. Orang dengan retardasi mental, umumnya memiliki IQ yang lebih rendah dibanding orang normal dan akan kesulitan dalam mempelajari hal baru, membuat keputusan, serta menyelesaikan suatu masalah.

• Perilaku adaptasi

Perilaku adaptasi adalah kemampuan untuk melakukan tugas sehari-hari yang bagi sebagian besar orang, bukanlah hal yang sulit dilakukan. Para pengidap retardasi mental, akan kesulitan untuk melakukan hal-hal dasar seperti berkomunikasi dengan orang lain, melakukan interaksi, serta mengurus diri sendiri.

Penyebab retardasi mental

Penyebab retardasi mental adalah multifaktorial. Artinya, ada banyak hal yang bisa menyebabkan timbulnya kondisi ini, di antaranya:
  • Kelainan genetik
  • Riwayat meningitis
  • Riwayat campak atau batuk rejan
  • Riwayat trauma atau benturan keras pada kepala saat usia anak-anak
  • Paparan bahan beracun seperti merkuri atau timbal
  • Memiliki kelainan bentuk otak
  • Terpapar alkohol, obat-obatan terlarang, dan racun lain saat masih dalam kandungan
  • Infeksi saat kehamilan
  • Adanya penyulit saat proses persalinan, seperti tidak mendapatkan oksigen yang cukup

Ciri dan gejala retardasi mental secara umum

Secara umum, orang yang memiliki retardasi mental akan menunjukkan ciri-ciri seperti di bawah ini.
  • Perkembangannya terlambat dari usianya
  • Terlambat untuk bisa berjalan, merangkak, atau duduk dibanding anak seusianya
  • Sulit belajar bicara atau cara bicaranya tidak jelas
  • Punya gangguan daya ingat
  • Tidak memahami konsekuensi atas perbuatannya
  • Tidak bisa berpikir logis
  • Meski sudah dewasa, masih berperilaku seperti anak-anak
  • Tidak punya rasa penasaran terhadap hal yang terjadi di sekitarnya
  • Sulit mempelajari
  • Memiliki IQ di bawah 70
  • Tidak bisa hidup mandiri
Selain itu, orang dengan retardasi mental juga dapat menunjukkan perilaku negatif, seperti mudah marah, keras kepala, rasa percaya diri yang rendah, depresi, tidak mau bersosialisasi dengan orang lain, bahkan menunjukkan gejala gangguan psikotik.Beberapa pengidap kondisi ini juga memiliki ciri khusus secara fisik, seperti kelainan bentuk wajah dan tubuhnya pendek. Namun, tidak semuanya memiliki ciri seperti ini.

Ciri dan gejala retardasi mental berdasarkan tingkat keparahannya

Berdasarkan tingkat keparahannya, retardasi mental dibagi menjadi empat tingkat. Pembagian ini dilakukan berdasarkan nilai IQ dan kemampuannya untuk melakukan tugas sehari-hari serta berinteraksi sosial.

1. Ciri retardasi mental ringan

Beberapa ciri retardasi mental yang ringan di antaranya:
  • Butuh waktu lebih lama untuk belajar bicara, tapi saat sudah bisa bicara, komunikasi bisa dilakukan dengan baik
  • Bisa mandiri saat sudah dewasa
  • Sedikit kesulitan untuk belajar menulis dan membaca
  • Sering bersikap seperti anak-anak, meski usianya sudah dewasa
  • Sulit mengemban tanggung jawab besar seperti menikah dan punya anak
  • Dapat berkembang dengan mengikuti program belajar khusus
  • Memiliki nilai IQ antara 50-69

2. Ciri retardasi mental sedang

Beberapa ciri retardasi mental yang masih masuk tingkat keparahan sedang di antaranya:
  • Sulit mengerti perkataan orang lain maupun berbicara dengan orang lain
  • Susah berkomunikasi dengan orang lain
  • Masih bisa mempelajari kemampuan dasar, seperti menulis, membaca, dan berhitung
  • Akan sulit hidup mandiri
  • Bisa berperilaku baik di lingkungan maupun tempat yang sudah sering dikunjungi
  • Masih bisa berpartisipasi di kegiatan sosial yang melibatkan banyak orang
  • Rata-rata memiliki nilai IQ antara 35-49

3. Ciri retardasi mental berat

Beberapa ciri retardasi mental yang sudah parah di antaranya:
  • Memiliki kesulitan bergerak secara fisik
  • Mengalami kerusakan otak atau saraf yang cukup parah
  • Memiliki nilai IQ antara 20-34

4. Ciri retardasi mental sangat parah

Beberapa ciri retardasi mental yang paling parah di antaranya:
  • Sama sekali tidak bisa mengikuti instruksi yang diberikan
  • Mengalami kelumpuhan, pada beberapa kasus
  • Tidak bisa menahan buang air
  • Hanya bisa berkomunikasi nonverbal sangat dasar (seperti menunjuk atau menggelengkan kepala)
  • Tidak bisa hidup mandiri
  • Perlu diawasi terus-menerus oleh keluarga maupun tim dokter
  • Memiliki nilai IQ kurang dari 20

Perawatan untuk pengidap retardasi mental

Retardasi mental adalah kondisi yang akan tetap ada seumur hidup pengidapnya. Meski begitu, ada beberapa metode yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kemampuannya dalam menjalani kehidupan sehari-hari.Sebelum perawatan dimulai, dokter akan mendiagnosis kondisi ini dengan melihat pola perilaku serta melakukan tes IQ. Setelah diagnosis dilakukan, dokter bekerjasama dengan keluarga, akan membuat rencana perawatan yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan penderita.Beberapa metode perawatan yang dapat dilakukan di antaranya:
  • Perawatan sejak dini, bagi bayi dan balita
  • Program pendidikan khusus
  • Terapi perilaku
  • Konseling
  • Pemberian obat
Sebagai orangtua, Anda juga bisa melakukan hal-hal di bawah ini, untuk mendukung anak dengan retardasi mental.
  • Mempelajari sebanyak-banyaknya informasi tepercaya tentang retardasi mental
  • Membantu anak untuk bisa belajar mandiri. Biarkan ia mencoba hal-hal baru dan melakukan tugas sehari-harinya sendiri.
  • Saat anak sudah bisa mempelajari hal baru, beri pujian dan bantu ia belajar saat melakukan kesalahan
  • Sertakan anak dalam aktivitas sosial, seperti les menggambar
  • Jalin kerjasama yang kuat dengan dokter, terapis, dan guru anak
  • Berkomunikasilah dengan ibu lain yang memiliki anak dengan kondisi serupa, untuk mendapatkan informasi dan dukungan tambahan
Dampak dari kondisi retardasi mental, dampaknya tidak hanya akan dirasakan oleh individu yang mengalaminya, tapi juga keluarga dan lingkungan sekitar tempat ia berinteraksi. Karena itu, dalam proses perawatannya pun diperlukan kerjasama dari berbagai pihak, agar individu tersebut bisa berkembang dan kelak memiliki kualitas hidup yang baik.
gangguan mentaltumbuh kembang anakperkembangan anak
WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/intellectual-disability-mental-retardation#1
Diakses pada 17 Januari 2020
American Psychiatry Association. https://www.psychiatry.org/patients-families/intellectual-disability/what-is-intellectual-disability
Diakses pada 17 Januari 2020
Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/developmental-disabilities/Pages/Intellectual-Disability.aspx
Diakses pada 17 Januari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/mental-retardation
Diakses pada 17 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait