Metabolisme Obat dan Berbagai Faktor yang Memengaruhinya


Metabolisme obat adalah proses perubahan struktur kimia obat yang mayoritas terjadi di organ hati serta dipengaruhi oleh beberapa hal. Berikut ini penjelasan lengkapnya untuk Anda.

(0)
05 Nov 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Metabolisme obat memengaruhi keberhasilan pengobatan penyakitMetabolisme obat ternyata dipengaruhi makanan yang Anda konsumsi
Metabolisme obat adalah proses perubahan struktur kimia obat yang terjadi di dalam tubuh dan dipengaruhi oleh enzim. Aktivitas ini sebagian besar terjadi di dalam hati sebagai sebagai organ utama yang bertanggung jawab terhadap metabolisme obat di dalam tubuh.Tahukah Anda bahwa efektivitas obat dalam menyembuhkan penyakit sangat bergantung pada banyak hal? Misalnya dosis obat hingga makanan yang Anda konsumsi secara bersamaan. Dalam dunia medis, proses ini dikenal dengan istilah metabolisme obat.Metabolisme obat bisa menjadi lebih cepat atau bahkan lebih lambat karena pengaruh makanan yang Anda konsumsi. Pasalnya, makanan tersebut dapat mengubah komposisi enzim di dalam tubuh yang berinteraksi dengan obat-obatan tersebut.

Metabolisme obat dalam tubuh terjadi dengan proses ini

Penyerapan obat oleh tubuh bisa dipengaruhi beberapa kondisi
Dalam ilmu farmasi, metabolisme obat merupakan merupakan salah satu tahapan yang dilalui obat, mulai dari masuk ke tubuh hingga dikeluarkan melalui kotoran. Berikut ini pembahasannya.

1. Absorpsi obat

Absorpsi adalah masuknya obat dari tempat pemberian ke dalam darah. Tempat pemberian yang dimaksud bisa berupa mulut (obat oral atau minum), rektum (supositoria), intravena (infus atau suntik), dan lain-lain.Setelah masuk ke tubuh, obat akan mencari jalan menuju sirkulasi sistemik yang merupakan tempatnya diserap oleh tubuh. Pada obat oral atau diminum misalnya, tempat absorpsi utama adalah usus halus yang memiliki permukaan absorpsi sangat luas, yakni 200 meter persegi (dengan panjang 280 cm dan diameter 4 cm).Kecepatan absorpsi dalam metabolisme obat sangat dipengaruhi oleh banyak hal. Misalnya, obat yang dihirup (inhalasi) lebih cepat diserap tubuh dibanding obat oral.Selain itu, tubuh lebih cepat menyerap obat oral dibanding obat rektal. Namun, penyerapan obat akan menjadi lebih lambat apabila:
  • Anda mengalami stres dan nyeri yang mengurangi aliran darah dan pergerakan saluran cerna
  • Anda mengonsumsi makanan tinggi lemak sehingga pengosongan lambung lebih lambat dan obat juga lebih lama masuk ke usus
  • Terjadi interaksi obat akibat kombinasi yang memperlambat penyerapan

2. Distribusi obat

Distribusi obat adalah proses penyaluran obat dari sirkulasi sistemik ke jaringan dan cairan tubuh. Cepat atau lambatnya proses ini sangat tergantung aliran darah dan struktur maupun ikatan protein yang terdapat pada obat.

3. Metabolisme obat

Dosis obat untuk lansia harus dikurangi
Seperti disebutkan di atas, metabolisme obat sebagian besar terjadi pada hati. Namun, proses ini juga bisa terjadi pada dinding usus, ginjal, paru-paru, darah, otak, kulit, dan flora usus.Tujuan metabolisme obat adalah mengubah obat yang larut lemak menjadi larut air, sehingga ginjal dan empedu dapat membuang sisa metabolisme tersebut keluar dari tubuh, melalui proses ekskresi.Faktor-faktor yang memengaruhi metabolisme adalah:
  • Kondisi khusus: penyakit yang menyerang organ hati, misalnya sirosis.
  • Pengaruh gen: perbedaan gen individual menyebabkan proses metabolisme obat seseorang berlangsung cepat, sementara yang lainnya lambat
  • Pengaruh lingkungan: rokok, stres, penyakit lama, operasi, dan cedera
  • Usia: seiring bertambahnya usia, enzim yang membantu metabolisme obat di dalam tubuh berkurang hingga 30% atau lebih. Akibatnya, dosis obat pada pasien lansia juga harus dikurangi.
Untuk memaksimalkan metabolisme obat, dokter mungkin juga akan melarang Anda mengonsumsi makanan tertentu atau mengonsumsi obat herbal.Sebab, makanan dan herbal juga dapat memengaruhi enzim yang berperan dalam metabolisme obat, sehingga dikhawatirkan justru dapat membahayakan kesehatan Anda.

4. Ekskresi obat

Ekskresi obat adalah proses pembuangan sisa metabolisme obat keluar dari tubuh oleh ginjal melalui urine, baik berbentuk utuh maupun dalam bentuk metabolitnya. Sayangnya, proses ekskresi ini bisa terganggu akibat penurunan fungsi ginjal yang biasanya terjadi dengan persentase 1% per tahun.Selain ginjal, ekskresi juga bisa dilakukan oleh empedu ke dalam usus dan keluar bersama feses atau kotoran sisa pencernaan. Dalam jumlah kecil, sisa metabolisme obat juga bisa dibuang melalui paru-paru, eksokrin (keringat, ludah, payudara), dan kulit.Dengan mengetahui proses yang dilalui obat, mulai dari absorpsi, distribusi, metabolisme obat, hingga ekskresinya, Anda diharapkan bakal lebih bijaksana dalam menggunakan obat-obatan. Selalu patuhi anjuran dokter, termasuk mengonsultasikan penggunaan produk herbal yang akan dikonsumsi bersamaan dengan obat tersebut.Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai metabolisme obat, Anda bisa tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
minum obat saat menyusuialergi obatminum obatobat bebas terbatas
Universitas Gadjah Mada. https://jurnal.ugm.ac.id/TradMedJ/article/view/8016/6213
Diakses pada 22 Oktober 2020
Kementerian Kesehatan RI. http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/11/Farmakologi_bab_1-3.pdf
Diakses pada 22 Oktober 2020
News Medical. https://www.news-medical.net/health/Drug-Metabolism.aspx
Diakses pada 22 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait