Mikrobiota: Organisme yang Penting Bagi Kesehatan


Tubuh manusia adalah rumah bagi triliunan bakteri, virus, dan juga jamur. Secara keseluruhan, mereka disebut dengan mikrobiota. Istilah mikrobiota pencernaan secara spesifik mengacu pada mikroorganisme yang ada di usus.

0,0
13 Sep 2021|Azelia Trifiana
MikrobiotaMikrobiota
Tubuh manusia adalah rumah bagi triliunan bakteri, virus, dan juga jamur. Secara kolektif, mereka disebut dengan mikrobiota. Istilah mikrobiota pencernaan secara spesifik mengacu pada mikroorganisme yang ada di usus.
Bukan sebagai penyebab penyakit, justru sebaliknya mikrobiota adalah bagian penting untuk tubuh manusia, terutama sistem pencernaan. Lebih jauh lagi, adanya microbiota ini dapat mengoptimalkan fungsi sistem imun, mencegah obesitas, hingga meredakan gejala depresi.

Mengenal apa itu mikrobiota

Mikrobiota adalah triliunan sel yang berperan penting bagi kesehatan manusia. Sejak manusia lahir, sel mikroba dan materi genetiknya yang disebut mikrobioma telah hidup berdampingan.Bakteri, virus, jamur, dan organisme mikroskopik lainnya adalah mikroorganisme. Singkatnya, disebut mikroba. Dalam tubuh manusia, populasi triliunan mikrobiota ini paling banyak berada di usus. Selain itu, juga bisa ditemukan di kulit dan alat kelamin.Dalam usus manusia, terdapat kantong di dalam usus besar disebut cecum. Inilah mikrobioma pencernaan. Jika ditimbang, seluruh mikrobiota memiliki berat 1-2 kilogram. Ini mirip dengan berat otak manusia.Jadi, tidak berlebihan apabila disebut bahwa mikrobiota ini berfungsi sebagai organ tambahan dalam tubuh. Selain itu, perannya juga luar biasa bagi kesehatan.

Pentingnya mikrobiota bagi tubuh

Manusia pertama kali terpapar mikroba ketika lahir ke dunia. Bahkan, ada juga gagasan bahwa janin dalam kandungan juga sudah kontak dengan mikroba.Seiring dengan tumbuhnya manusia, mikrobioma pencernaan menjadi kian beragam. Ada banyak jenis spesies mikroba di pencernaan. Makin beragam jenisnya, tentu kian baik bagi kesehatan.Untuk menggambarkan betapa pentingnya mikrobiota bagi tubuh, berikut ini beberapa kemampuannya:

1. Menjaga kesehatan sistem cerna

Peran paling utama dari mikrobiota adalah menjaga kesehatan pencernaan. Jika ada orang yang merasa kram perut, kembung, atau masalah pencernaan lainnya,  bisa jadi terjadi disfungsi sistem pencernaan.Artinya, mikroba dalam pencernaan memproduksi banyak gas dan zat kimia lainnya. Semua menimbulkan rasa kurang nyamanDi sisi lain, beberapa bakteri baik di dalam mikrobioma juga bisa meningkatkan kesehatan sistem pencernaan. Contohnya Bifidobacteria dan Lactobacilli yang dapat menutup celah di antara sel-sel usus.Selain itu, spesies bakteri ini juga mencegah bakteri penyebab penyakit agar tidak menempel ke dinding usus.

2. Mencerna serat

Beberapa jenis bakteri dalam pencernaan dapat mencerna serat, termasuk asam lemak rantai pendek. Ini sangat penting bagi pencernaan. Sebab, serat membantu mencegah kenaikan berat badan, diabetes, penyakit jantung, hingga risiko kanker.

3. Potensi menyehatkan jantung

Ada potensi lain dari microbiota yang juga menarik. Dalam sebuah studi terhadp 1.500 partisipan ini, ditemukan bahwa mikrobiota berperan dalam meningkatkan kolesterol baik atau HDL.Bahkan, bakteri lain seperti Lactobacilli dapat membantu menurunkan kolesterol ketika dikonsumsi sebagai sumber probiotik.

4. Potensi mengendalikan kadar gula darah

Ketika kadar gula darah tidak terkendali, ini bisa jadi faktor risiko terjadinya diabetes. Ini terbukti dalam studi pada tahun 2015 terhadap 33 bayi yang berisiko tinggi menderita diabetes tipe 1.Hasilnya, terlihat bahwa mikrobioma dalam tubuhnya tidak beragam. Bahkan, jumlah spesies bakteri yang tidak sehat juga meningkat sebelum mulai menderita diabetes tipe 1.

5. Membantu sistem imun

Mikrobiota pencernaan juga mengendalikan kinerja sistem imun. Lewat komunikasi dengan sel-sel imun, mikrobiota ini ikut mengatur bagaimana tubuh merespons infeksi.

6. Mengendalikan kesehatan otak

Menariknya, ada studi dari Irlandia yang menggagas bahwa mikrobiota dalam pencernaan juga berpengaruh pada sistem saraf pusat. Artinya, juga berperan dalam mengendalikan fungsi kendali otak.

Cara mengoptimalkan mikrobiota pencernaan

sauerkraut
Sauerkraut
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan keberagaman, jumlah, dan kondisi mikrobiota dalam sistem cerna. Apa saja?
  • Mengonsumsi makanan beragam, terutama yang kaya serat
  • Mengonsumsi makanan fermentasi seperti yogurt, sauerkraut, dan kefir
  • Batasi konsumsi pemanis tambahan
  • Mengonsumsi makanan prebiotik
  • Memberikan ASi eksklusif pada bayi
  • Mengonsumsi suplemen probiotik
  • Hanya minum antibiotik ketika benar-benar diperlukan
Beberapa cara di atas dapat membantu melanggengkan kehidupan triliunan mikrobiota yang ada di tubuh. Ini penting sebab ketika mikroba sehat dan tidak sehat dalam tubuh tidak seimbang, maka bisa memicu beragam penyakit.Mulai dari kolesterol tinggi, gula darah meningkat, hingga berat badan naik. Semuanya dapat menjadi faktor risiko menderita beragam penyakit.Mengonsumsi makanan sehat dan beragam dapat membantu menyehatkan mikrobiota dalam tubuh. Bonusnya, tentu badan terasa semakin bugar dan sehat.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar tanda-tanda mikrobiota dalam tubuh tidak seimbang, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
masalah pencernaansaluran pencernaan
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/gut-microbiome-and-health
Diakses pada 30 Agustus 2021
Circulation Research. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26358192/
Diakses pada 30 Agustus 2021
Cell Host & Microbe. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25662751/
Diakses pada 30 Agustus 2021
Nature Reviews Neuroscience. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22968153/
Diakses pada 30 Agustus 2021
Gastroenterology & Hepatology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3983973/
Diakses pada 30 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait