Mengenal Perbedaan Nutrisi Minyak Samin dan Mentega Biasa

(0)
24 Jan 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Perbedaan minyak samin dengan mentega biasaMinyak samin merupakan jenis mentega yang dijernihkan menggunakan suhu yang tinggi
Selain mentega dan margarin, Anda mungkin juga mengenal minyak samin. Disebut juga dengan ghee, minyak samin sering digunakan untuk membuat resep tertentu, seperti martabak dan nasi kebuli.Sebenarnya, terbuat dari apakah minyak tersebut? Apa beda nutrisinya dibandingkan mentega? Simak artikel ini untuk membahas minyak samin.

Apa itu minyak samin atau ghee?

Minyak samin adalah jenis mentega yang dijernihkan (clarified butter), dibuat dengan memanaskan mentega sehingga bagian susu dan cairnya terpisah dari bagian lemaknya. Bagian susu pada mentega tersebut akan memadat dan meninggalkan minyak. Minyak yang tertinggal inilah yang disebut dengan minyak samin.Karena bagian susunya sudah memisah, kadar laktosa minyak samin pun jauh lebih sedikit. Hal ini membuat minyak samin bisa disimpan hingga beberapa minggu pada suhu ruang.
Minyak samin
Minyak samin awalnya berasal dari India
Minyak samin atau ghee telah lama digunakan untuk kuliner di India sejak beribu-ribu tahun silam, dan kini telah tersebar di berbagai negara. Selain dibuat untuk memasak, minyak samin pun digunakan dalam sistem pengobatan alternatif India atau yang dikenal dengan Ayurveda.

Kandungan minyak samin

Minyak samin tidak hanya terkenal sebagai minyak untuk kecantikan, melainkan menurut ahli, minyak ini juga dibutuhkan oleh tubuh karena kaya akan kandungan nutrisi. Berikut adalah kandungan minyak samin yang perlu Anda ketahui:
  • 13 gram lemak
  • 8 gram lemak jenuh
  • 110 kalori
  • 4 gram lemak tak jenuh tunggal
  • Kurang dari 1 gram lemak tak jenuh ganda
Selain kaya akan kandungan nutrisi, minyak samin juga kaya akan vitamin, seperti vitamin A, vitamin E, dan vitamin K. Terdapat pula kandungan karbohidrat dan protein di dalam minyak samin yang baik untuk kesehatan tubuh.

Adakah perbedaan nutrisi minyak samin dengan mentega biasa?

Minyak samin dan mentega sebenarnya memiliki kandungan nutrisi yang mirip. Bahkan, kalori yang diberikan keduanya sama-sama berasal dari lemak.

1. Lemak

Dalam setiap satu sendok teh minyak samin, terkandung lemak total sekitar 13 gram. Sementara itu, mentega biasa mengandung 11 gram lemak total pada takaran yang sama.Jika dipecah dalam takaran tersebut, minyak samin mengandung 8 gram lemak jenuh, 4 gram minyak tak jenuh tunggal, dan sekitar 0,5 gram minyak tak jenuh ganda.Sementara itu, untuk mentega biasa pada takaran yang sama, terkandung 7 gram lemak jenuh, 3 gram lemak tak jenuh tunggal, dan 0,5 gram minyak tak jenuh ganda.

2. Kalori

Kalori pada minyak samin dan mentega biasa hampir sama. Dari satu sendok teh minyak samin, Anda akan mendapatkan sekitar 112 kalori. Sementara itu, dalam mentega biasa terkandung sekitar 100 kalori.

3. Laktosa

Perbedaan signifikan nutrisi minyak samin dan mentega mungkin terdapat pada laktosanya. Seperti yang disampaikan di atas, minyak samin cenderung bebas laktosa dibandingkan mentega.

Jadi, apakah minyak samin lebih sehat dari mentega biasa?

Apabila Anda mempertimbangkan nutrisi, kandungan minyak samin dengan mentega biasa cenderung hampir identik. Dengan demikian, Anda bebas menentukan menggunakan mentega ataupun minyak samin, dalam porsi yang wajar dan cukup.Namun, apabila Anda memiliki alergi susu atau intoleransi laktosa, minyak samin dapat menjadi pilihan.

Adakah risiko kesehatan dari penggunaan minyak samin?

Seperti mentega, pertimbangan dalam mengonsumsi minyak samin adalah lemak jenuhnya. Orang dengan kadar kolesterol jahat (LDL) yang tinggi disarankan untuk membatasi konsumsi minyak samin maupun mentega. Takaran maksimal yang dianjurkan yakni 1-2 sendok makan saja.Pertimbangan lain dari penggunaan minyak samin adalah kolesterolnya yang mengalami oksidasi. Kolesterol yang teroksidasi dikaitkan dengan berbagai risiko penyakit, termasuk penyakit jantung.Sebagai tambahan, menurut sebuah studi yang dimuat dalam jurnal The Lancet, minyak samin atau ghee cenderung mengandung kolesterol teroksidasi, namun tidak demikian dengan mentega.

Tips menggunakan minyak samin atau ghee ke masakan

Anda bisa menggunakan minyak samin saat mengolah makanan menggunakan teknik sauteing (dengan sedikit minyak) maupun menggoreng pada suhu api yang tinggi. Selain itu, beberapa contoh penggunaan minyak samin, yaitu:
  • Mencampurkan sedikit ke sayur kukus atau jagung rebus
  • Menggunakan minyak samin saat menggoreng telur
  • Menggunakan minyak samin sebagai pengganti mentega untuk kentang panggang
  • Mencampurkan sedikit minyak samin atau ghee di atas sayuran sebelum dipanggang
Minyak samin untuk masak
Minyak samin cocok digunakan saat memasak menggunakan teknik sauteing
Sebagai tambahan, minyak samin juga memiliki citarasa kacang dan mengeluarkan aroma yang manis, sehingga bisa menambahkan rasa yang unik pada sajian.

Catatan dari SehatQ

Minyak samin bisa digunakan dalam berbagai masakan pada porsi yang cukup. Selain itu, karena minyak samin cenderung bebas laktosa, minyak ini bisa menjadi pilihan jika Anda alergi susu atau intoleransi laktosa.
minyak ikannutrisizat gizi
Healthline. https://www.healthline.com/health/food-nutrition/ghee-vs-butter
Diakses pada 23 Januari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/ghee
Diakses pada 23 Januari 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321707.php
Diakses pada 23 Januari 2020
Nutrition Value. https://www.nutritionvalue.org/Butter%2C_Clarified_butter_%28ghee%29_nutritional_value.html
Diakses pada 26 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait