Mengenal Penyebab Memar pada Kulit yang Perlu Diketahui

(0)
03 Jan 2020|Rieke Saraswati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Penyebab memar dari segi medisLuka memar bisa terjadi ketika pembuluh darah kecil di bawah kulit mengalami kerusakan
Luka memar dapat terjadi pada siapa saja. Misalnya, Anda terantuk kaki meja atau tersenggol benda keras, dan tak lama kemudian bagian tubuh tampak biru keunguan. Tapi ada juga sebagian orang yang mudah mengalami memar, dan sering tak mengingat pemicunya.Memar terjadi ketika darah terperangkap di bawah kulit akibat rusaknya pembuluh darah kecil. Lebam biasanya muncul akibat terjatuh, terbentur, atau cedera lainnya.Untuk Anda yang terlalu sering mengalamu luka memar tanpa alasan jelas, berhati-hatilah. Ini bisa menjadi gejala dari kondisi yang lebih serius dan memerlukan penanganan medis. Jadi penting bagi Anda untuk tahu apa saja penyebab kulit yang mudah memar.

Kapan seseorang dikatakan mudah mengalami luka memar?

Anda mungkin bertanya-tanya, apa patokan dari ‘mudah memar’? Memang agak sulit untuk menentukan apakah Anda termasuk orang yang lebih sering lebam dibanding orang lain. Namun empat tanda ini bisa menjadi salah satu acuan Anda:
  • Memar berukuran sangat besar dan terasa nyeri meski disebabkan cedera ringan.
  • Lebam berjumlah banyak, dan Anda tidak ingat apa penyebabnya.
  • Sering mengalami luka memar yang membutuhkan waktu lama untuk sembuh, misalnya hingga beberapa minggu.
  • Terjadi perdarahan lebih dari 10 menit setelah mengalami cedera.
Bila Anda mengalami gejala-gejala tersebut, ada baiknya Anda memeriksakan kondisi ke dokter. Dengan ini, penyebab di balik keadaan mudah memar bisa diketahui dengan jelas.

9 Penyebab Anda mudah mengalam luka memar

Terdapat sederet hal yang bisa menyebabkan seseorang terlalu mudah lebam. Apa sajakah penyebab tersebut?

1. Usia

Seiring pertambahan usia, tubuh seseorang akan semakin mudah memar. Pasalnya, pembuluh darah menjadi lebih lemah dan kulit menipis. Padahal, kedua hal ini merupakan pelindung Anda ketika tubuh terbentur sesuatu. Maka itu, tak heran jika kalangan lanjut usia (lansia) bisa mengalami memar yang berulang-ulang.Kemampuan gerak dan gerakan refleks juga akan menurun seiring bertambahnya umur, sehingga bisa memicu peningkatan frekuensi jatuh maupun terbentur.Selain lansia, anak-anak juga mungkin lebih kerap mengalami luka memar. Sebab, kemampuan gerak dan keseimbangan mereka umumnya belum sempurna.

2. Genetik

Faktor genetik bisa menjadi salah satu penyebab tubuh mudah memar. Jika Anda memiliki anggota keluarga yang gampang mengalami luka memar, tak menutup kemungkinan Anda juga akan mudah memar.Sebagian orang memiliki pembuluh darah yang lebih rapuh, sehingga mudah memar. Tapi Anda tak perlu khawatir selama kondisi ini tidak memicu gejala lain yang mengganggu kesehatan dan lenyamanan Anda.

3. Obat-obatan

Obat-obatan pengencer darah bisa membuat seseorang rentan mengalami luka memar atau perdarahan. Jenis obat ini meliputi warfarin, heparin, rivaroxaban, dan aspirin.Tak hanya obat antikoagulan, obat kortikostiroid, glukokortikoid, serta antidepresan juga bisa memicu kondisi mudah lebam. Beberapa obat herbal pun perlu diwaspadai, terutama yang mengandung ginkgo biloba, ginseng, bawang putih, dan jahe.Bicarakan dengan dokter jika Anda mengonsumsi obat-obatan tersebut dan mengalami kondisi mudah memar. Anda dapat bertanya pada dokter apakah Anda dapat meneruskan konsumsi obat atau perlu menggantinya dengan obat lain.

4. Olahraga yang terlalu berat

Ketika Anda berolahraga dengan intensitas terlalu tinggi (seperti angkat beban dan maraton), Anda akan mendorong kontraksi otot-otot sedemikian rupa. Pada akhirnya, hal ini dapat mencederai pembuluh darah.Karena itu, lakukan olahraga yang sesuai dengan kemampuan tubuh Anda. Misalnya, berlari 30 menit di atas treadmill atau bersepeda. Bila Anda ingin menambah intentitasnya, lakukan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi.Untuk menangani memar pascaolahraga yang berat, Anda dapat menerapkan metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) yang berarti beristirahat, menempelkan kompres dingin, membebat, dan mengangkat.

5. Penyalahgunaan alkohol

Aapa Anda banyak menenggak minuman beralkohol dan mudah mengalami luka memar? Hati-hati, ini bisa menjadi pertanda adanya masalah hati yang disebut sirosis.Hati memproduksi protein yang dibutuhkan oleh darah untuk proses pembekuan darah. Jika hati mengalami gangguan, Anda pun akan mudah memar atau mengalami perdarahan.Anda harus segera mendapatkan penanganan medis apabila mencurigai adanya kemungkinan sirosis. Pasalnya, penyakit ini tergolong serius sehingga bisa membahayakan kesehatan.

6. Defisiensi vitamin

Kekurangan vitamin tertentu dapat mengakibatkan seseorang mudah mengalami luka memar. Contohnya, defisiensi vitamin C bisa menyebabkan penyakit skorbut degan kerap lebam sebagai salah satu gejalanya. Hal yang sama juga akan terjadi bila Anda kekurangan vitamin K.Tes darah diperlukan untuk mengetahui apakah Anda kekurangan vitamin atau tidak. Jika Anda memang mengalaminya, dokter akan merekomendasikan suplemen vitamin yang tepat untuk kondisi Anda.Namun bila suplemen kurang efektif untuk mengatasi defisiensi vitamin, Anda mungkin memiliki gangguan metabolik atau gangguan pencernaan. Kedua kondisi ini tentu memerlukan penanganan yang berbeda oula.

7. Kelainan darah

Pernah dengar tentang hemofilia? Penyakit yang umumnya diturunkan ini menyebabkan darah sulit membeku.Walau langka, hemofilia dapat mengancam jiwa jika tak ditangani dengan baik. Selain mudah memar, penderita hemofilia juga bisa mengalami mimisan tanpa sebab jelas.Jadi jika Anda mudah mengalami luka memar disertai dengan gejala perdarahan, segeralah periksakan diri ke dokter.

8. Kanker

Sering memar tanpa alasan jelas juga bisa menjadi pertanda adanya kanker. Misalnya, leukemia yang dapat membuat penderita mudah mengalami luka memar, di samping gusi berdarah.Kanker umumnya dapat disembuhkan dengan deteksi dan perawatan sedini mungkin. Karena itu, jalani pemeriksaan medis ke dokter apabila Anda merasakan gejala memar yang mencurigakan.

9. Kerusakan akibat sinar matahari atau acnitic purpura

Bagi Anda yang sering terkena sinar matahari, Anda juga mesti lebih waspada. Mungkin saja cahaya matahari menjadi penyebab Anda mudah mengalam luka memar.Seiring waktu, sinar matahari akan melemahkan kulit dan pembuluh darah kecil di bawahnya, sehingga timbullah memar. Lebam akibat sinar matahari biasanya muncul di tangan dan lengan, tidak terasa sakit ketika disentuh, serta membutuhkan waktu lama untuk hilang.  

Dalam kebanyakan kasus, luka memar dapat menghilang dengan sendirinya. Menurut ahli, jika Anda merasa memar terlihat berbeda seperti dibawah ini:
  • Disertai dengan perdarahan
  • Tidak menunjukkan perubahan setelah seminggu
  • Terletak di bagian tubuh Anda yang tidak berpotensi cedera
  • Terus terjadi dan cepat muncul setelah menghilang
Segeralah berkonsultasi ke dokter. Hal ini bisa menjadi peringatan akan kondisi serius yang harus ditangani dengan segera.
memarhemofiliakekurangan vitamin c
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325525.php
Diakses pada 03 Januari 2020
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/why-do-i-bruise-so-easily#1
Diakses pada 03 Januari 2020
Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/do-you-bruise-easily-when-to-get-it-checked/
Diakses 26 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait