Hati-hati, Kebanyakan Nonton Drama Korea Bisa Picu Diabetes


Nonton drama korea berlebihan membawa dampak tidak baik bagi kesehatan. Sebab, tubuh jadi kurang aktif, Anda berpotensi terlalu banyak ngemil, bahkan bisa membuat kurang tidur.

(0)
26 Feb 2021|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Nonton drama korea berlebihan ternyata dapat meningkatkan risiko diabetesNonton drama korea berlebihan, apalagi sembari ngemil snack tidak sehat, akan meningkatkan risiko diabetes
Menonton drama korea biasanya bikin kita sulit beranjak, penasaran, dan ingin terus menuntaskan sampai episode terakhir.Tanpa sadar, kebiasaan menonton sampai lupa waktu ini ternyata berkaitan dengan berbagai macam penyakit termasuk diabetes!

Nonton drama Korea berlebihan bisa sebabkan ini, benarkah?

Mengapa menonton bisa berefek negatif untuk kesehatan? Yuk, kita simak di bawah ini.

1. Banyak nonton drama Korea, tubuh jadi kurang aktif?

Tubuh yang kurang aktif berisiko tinggi terkena diabetes
Pola hidup sedenter atau kurang aktif bergerak sudah banyak terbukti berkaitan dengan berbagai macam gangguan kesehatan. Sebuah review pada jurnal Diabetologia menunjukkan bahwa mereka yang paling banyak menghabiskan waktu secara sedenter (tidak aktif), ternyata memiliki risiko terkena diabetes yang lebih tinggi, yaitu mencapai 2,1 kali lipat lebih tinggi.Tidak hanya itu, kelompok yang sedenter juga diketahui mengalami peningkatan risiko penyakit jantung hingga 2,4 kali lipat.Menonton juga termasuk sebagai salah satu kegiatan sedenter, sehingga penting untuk dibatasi. Diketahui bahwa untuk setiap waktu menonton televisi selama 2 jam per hari ditemukan adanya peningkatan risiko diabetes sebesar 20%.Efek negatif menonton televisi ini juga dibuktikan pada penelitian lain yang menunjukkan bahwa kelompok yang paling banyak menonton televisi memiliki risiko terkena diabetes hingga 2,6 kali lebih tinggi, dibandingkan dengan kelompok yang paling jarang menonton televisi.

2. Banyak nonton drama Korea, jadi banyak ngemil?

Kebiasaan nonton sambil ngemil, bisa membuat berat badan melonjak
Efek negatif menonton tidak hanya berkaitan dengan kurangnya aktivitas fisik, tapi juga berkaitan dengan pola makan yang tidak sehat saat menonton. Saat menonton, kita cenderung mengonsumsi lebih banyak makanan tinggi kalori, termasuk camilan-camilan tinggi gula dan tinggi lemak.Sebuah riset menunjukkan kaitan kebiasaan menonton televisi dengan pola makan yang tidak sehat. Mereka yang banyak menonton televisi diketahui mengonsumsi lebih banyak camilan tinggi kalori dan fast food. Kelompok ini juga mengonsumsi lebih sedikit buah dan sayur.Coba periksa kandungan kalori camilan berikut ini. Ada yang jadi favorit Anda ketika nonton?
  • 1 bungkus keripik kentang ≈ 375 Kalori
  • 1 cup bubble tea ≈ 320 Kalori
  • 1 bungkus cokelat ≈ 279 Kalori
  • 1 potong kue ≈ 217 Kalori
  • 1 cup es krim ≈ 285 Kalori
Kita seringkali tidak menyadari jumlah yang masuk saat makan atau mengemil sembari menonton. Akibatnya, kita cenderung makan dan mengemil berlebihan selama menonton tanpa disadari. Alhasil, asupan kalori bertambah dan berat badan bisa naik, jika tidak segera diantisipasi.

3. Banyak nonton drama Korea, akibatnya kurang tidur?

Kurang tidur adalah salah satu faktor risiko diabetes
Belum lagi, menonton seringkali membuat kita lupa waktu dan menyebabkan waktu tidur berkurang. Kurang tidur juga berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan. Salah satunya dapat meningkatkan risiko kegemukan, karena keseimbangan hormon yang mengontrol nafsu makan terganggu serta mendorong pemilihan makanan yang tidak sehat dan asupan kalori yang lebih tinggi esok harinya.Durasi tidur yang kurang juga diketahui sebagai salah satu faktor risiko diabetes, berdasarkan penelitian yang menunjukkan tidur kurang dari 7-8 jam per hari berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes.Tidak hanya kesehatan, kurang tidur juga dapat memengaruhi kemampuan kita untuk fokus dan berkonsentrasi. Hal ini jelas dapat mempengaruhi performa harian kita. Selain itu, kurang tidur dapat mempengaruhi emosi kita secara negatif, sehingga kita mudah marah, emosi, dan merasa stres.Selain itu, kurang tidur dapat membuat kita:
  • Cenderung bereaksi dengan lebih emosional saat menghadapi kejadian negatif esok harinya
  • Mengalami penurunan emosi positif yang lebih drastis saat mengalami kejadian negatif ini
  • Menjadi lebih tidak antusias atau bersemangat meskipun mengalami kejadian yang menyenangkan pada esok harinya.

Jadi, harus bagaimana?

Wah, ternyata menonton berlebihan bisa menyebabkan banyak efek negatif! Untuk itu, penting membatasi waktu menonton agar tidak mengganggu kesehatan dan keseharian.Coba kurangi waktu menonton dan perbanyak bergerak. Isi waktu luang lewat kegiatan lain yang mendorong Anda lebih banyak bergerak, misalnya dengan aktivitas berkebun atau berolahraga. Rutin berolahraga sendiri memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk sudah terbukti bermanfaat untuk menurunkan risiko diabetes.
Jalan cepat di treadmill bisa Anda pilih sebagai olahraga
American Heart Association menyarankan untuk rutin berolahraga aerobik dengan intensitas sedang (seperti berenang, berjalan cepat, senam, dan bersepeda) minimal 150 menit per minggu. Kombinasikan juga dengan latihan beban minimal 2 hari per minggu.Sebagai alternatif lain, Anda juga bisa menonton sembari berolahraga. Misalnya, menonton sembari bersepeda statis, berjalan cepat di treadmill, senam, atau latihan beban. Tak kalah penting, perhatikan camilan saat menonton.Hindari cemilan tinggi kalori dan tinggi gula yang bisa berdampak negatif terhadap kesehatan. Pilih cemilan bebas gula yang rasanya tetap enak dan rendah kalorinya, misalnya cookies bebas gula. Dengan cookies bebas gula dan kalori terkontrol, Anda pun bisa menonton sambil ngemil dengan bebas khawatir!
diabetesgangguan tidurkurang tidurcamilan sehatadv tropicana slim
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait