Normalkah Keputihan pada Anak? Kenali Tanda dan Cara Mengatasinya


Keluarnya cairan vagina atau keputihan pada wanita di berbagai usia dianggap normal, termasuk keputihan pada anak-anak. Akan tetapi, Anda perlu waspada jika terjadi perubahan pada jumlah cairan, warna, dan aroma keputihan pada anak karena bisa mengindikasikan adanya infeksi.

0,0
12 Jun 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Keputihan pada anak umumnya normalKeputihan juga bisa dialami anak-anak yang belum haid
Vagina merupakan organ yang dirancang untuk memiliki kondisi lembap. Oleh karena itu, keluarnya cairan vagina atau keputihan pada wanita di berbagai usia dianggap normal, termasuk keputihan pada anak-anak.
Keputihan pada anak yang belum haid biasanya terjadi dalam jumlah kecil. Selain itu, kondisi keputihan yang normal akan terlihat bening, berwarna putih, atau kekuningan dan tidak berbau.Akan tetapi, Anda perlu waspada jika terjadi perubahan pada jumlah cairan, warna, dan aroma keputihan pada anak. Sebab, kondisi tersebut dapat mengindikasikan tanda keputihan tidak normal yang disebabkan oleh infeksi.

Tanda-tanda keputihan pada anak yang tidak normal

Keputihan pada anak yang berlangsung lama bisa menandakan adanya infeksi. Anda dapat memerhatikan perubahan pada keputihan yang terjadi pada si kecil ketika ia buang air kecil atau saat berlatih menggunakan toilet.Waspadai jika keputihan pada anak yang belum haid disertai gejala-gejala berikut:
  • Perubahan warna (merah, hijau, atau abu-abu)
  • Peningkatan jumlah keputihan yang lebih banyak dari biasanya
  • Cairan keputihan berbau atau beraroma menyengat
  • Gatal atau kemerahan di sekitar vagina.
Jika salah satu tanda-tanda di atas terjadi pada putri Anda, sebaiknya segera periksakan dirinya ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Penyebab keputihan pada anak

Penyebab keputihan pada anak yang belum haid cukup beragam dan dapat berbeda ketika keputihan terjadi saat bayi, anak-anak, atau menjelang pubertas. Berikut adalah sejumlah kemungkinan penyebab keputihan pada anak.

1. Hormon yang diberikan ibu saat dalam kandungan

Ketika mengandung, sebagian hormon ibu mungkin terkirim pada bayi melalui plasenta. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai gejala, termasuk keputihan pada bayi perempuan.Keputihan ini bisa berlangsung selama 1-3 hari sejak kelahiran dan mungkin dapat bertahan hingga beberapa bulan.

2. Infeksi bakteri

Infeksi bakteri juga dapat menjadi penyebab keputihan pada anak. Masalah ini biasanya disebabkan cara menyeka vagina yang salah setelah dari kamar mandi.Menyeka dari belakang ke depan dapat menyebabkan penyebaran bakteri dari anus masuk ke vagina. Selain itu, penyebab infeksi yang lebih jarang adalah infeksi bakteri Streptococcus yang biasa ditemukan di kulit.

3. Penggunaan antibiotik

Penggunaan antibiotik untuk infeksi telinga, hidung, atau tenggorokan, dapat meningkatkan risiko infeksi jamur vagina yang merupakan salah satu penyebab keputihan pada anak yang belum haid.

4. Adanya benda kecil di vagina

Benda kecil yang tersangkut pada vagina, misalnya tisu toilet, juga dapat menyebabkan peningkatan sekresi vagina dan menyebabkan keputihan pada anak.Dalam kasus yang lebih jarang terjadi dan perlu diwaspadai, peningkatan jumlah keputihan bisa menjadi tanda terjadinya pelecehan seksual.Selain itu, infeksi parasit cacing kremi dan penggunaan bahan kimia, seperti parfum, pewarna detergen, hingga pelembut pakaian, dapat meningkatkan risiko terjadinya gatal pada vagina dan keputihan pada anakSebagai orangtua, Anda perlu mengetahui kondisi kesehatan anak, termasuk kesehatan kelamin. Anda bisa memerhatikan dan menyadari perubahan pada kondisi keputihan putri Anda saat ia latihan menggunakan toilet.Jika putri Anda sudah bisa ke toilet sendiri, minta mereka untuk bersikap terbuka apabila ada perubahan tiba-tiba pada tubuhnya, tanpa perlu merasa takut atau malu untuk menceritakannya.

Cara mengatasi keputihan pada anak

Berikut adalah cara mengatasi dan mencegah keputihan pada anak yang belum haid agar tidak bertambah parah.
  • Lap vagina dengan cara yang benar dari depan ke belakang. Cara ini dapat menghindari penyebaran bakteri yang dapat menyebabkan infeksi. Ajarkan hal ini pada putri Anda saat ia sudah bisa ke toilet sendiri.
  • Bersihkan celah di sekitar vagina dan labia (bibir vagina) anak Anda. Tidak perlu menyeka cairan keputihan di dalam labia karena itu hal yang normal.
  • Hindari bahan-bahan yang dapat menyebabkan iritasi dan keputihan pada anak. Gunakan sabun tanpa pewangi, produk bebas alkohol, serta produk perawatan kulit yang lembut dan tidak mengiritasi vagina.
  • Jangan biarkan anak berendam di bak mandi berbusa. Gunakan sabun secara terpisah dan bilas dengan air hangat.
  • Bilas vagina putri Anda dengan air bersih menggunakan waslap lembut atau menyiramnya dengan lembut untuk menghilangkan sisa sabun.
  • Jaga agar area kelamin tetap kering. Jika anak habis berenang atau bermain air, segera ganti dengan pakaian kering sesegera mungkin. Terlalu banyak kelembapan dapat mengiritasi kulit sensitif di sekitar vagina.
  • Pilih celana dalam katun yang menyerap keringat dan memungkinkan kulit untuk bernapas.
Jika kondisi keputihan tidak berubah atau menunjukkan ciri-ciri infeksi, misalnya keputihan berwarna hijau pada anak yang diiringi dengan rasa gatal dan bau, segera periksakan putri Anda ke dokter.Apabila hasil pemeriksaan mendiagnosis adanya infeksi, dokter dapat meresepkan antibiotik atau antijamur untuk mengatasi keputihan pada anak yang belum haid.Punya pertanyaan seputar masalah kesehatan? Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
kesehatan anakkelamin perempuankeputihan
Baby Gooroo. https://babygooroo.com/articles/is-vaginal-discharge-normal-in-children
Diakses 31 Mei 2021
What To Expect. https://www.whattoexpect.com/toddler/grooming/toddler-vagina-care.aspx
Diakses 31 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait