Nyeri Neuropatik karena Saraf Bermasalah, Bagaimana Gejalanya?


Nyeri neuropatik adalah nyeri yang terjadi jika sistem saraf mengalami kerusakan atau masalah pada fungsi. Nyeri ini bersifat kronis dan bisa terjadi akibat penyakit, cedera, infeksi, dan amputasi.

(0)
12 Jan 2021|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Nyeri neuropatik adalah nyeri yang terjadi jika sistem saraf mengalami kerusakan atau masalah pada fungsiGejala nyeri neuropatik adalah rasa sakit yang menyentak-nyentak atau sensasi terbakar
Nyeri yang kita rasakan dapat diklasifikasikan dengan beberapa cara. Untuk klasifikasi berdasarkan penyebabnya, nyeri dapat dikelompokkan menjadi nyeri nosiseptif, nyeri psikogenik, dan nyeri neuropatik. Artikel ini akan membahas khusus seputar nyeri neuropatik serta kemungkinan penyebabnya. 

Mengenal apa itu nyeri neuropatik

Nyeri neuropatik atau neuropathic pain adalah nyeri yang terjadi bila sistem saraf mengalami gangguan atau tidak bekerja sebagaimana mestinya. Nyeri yang dirasakan akibat masalah saraf ini dideskripsikan sebagai nyeri yang menyentak-nyentak atau sensasi terbakar. Nyeri neuropatik juga biasanya bersifat kronis dan memburuk seiring berjalannya waktu.Nyeri neuropatik berbeda dengan nyeri nosiseptif. Nyeri nosiseptif biasanya terjadi sebagai respons terhadap situasi atau penyakit spesifik, seperti ketika kaki terantuk meja atau tertimpa benda berat. Saat terantuk, sistem saraf akan mengirimkan sinyal menuju otak sehingga nyeri pun terasa di kaki tersebut. Pada kasus nyeri neuropatik, rasa sakit yang dirasakan tidak dipicu oleh kejadian spesifik, melainkan, tubuh mengirimkan sinyal ke otak begitu saja tanpa ‘diminta’.  Gejala yang bisa dirasakan pasien bila mengalami nyeri neuropatik, yaitu:
  • Nyeri atau sakit yang menusuk-nusuk, menyentak, atau sensasi terbakar
  • Kesemutan dan mati rasa
  • Nyeri yang terjadi tanpa pemicu atau bersifat spontan
  • Nyeri yang disebabkan oleh kejadian yang normalnya tidak menyakitkan. Nyeri bisa terasa saat tubuh pasien bergesekan normal dengan sesuatu, berada dalam suhu dingin, atau saat menyikat rambut.
  • Perasaan tidak nyaman yang kronis
  • Sulit tidur
  • Masalah emosional akibat nyeri yang kronis, karena kurang tidur, hingga akibat kesulitan mengungkapkan yang dirasakan

Apa penyebab nyeri neuropatik?

Penyebab nyeri neuropatik dapat diklasifikasikan atas empat kelompok, yaitu:

1. Penyakit

Nyeri neuropatik dapat terjadi sebagai gejala maupun komplikasi dari berbagai penyakit. Sekitar 30% neuropatik bisa terjadi akibat diabetes. Selain diabetes, nyeri neuropatik juga bisa dipicu oleh multiple sclerosis, multiple myeloma, beberapa jenis kanker, hingga neuralgia trigeminal. Diperkirakan terdapat ratusan penyakit yang menyebabkan nyeri neuropatik.

2. Cedera

Pada kasus yang jarang terjadi, nyeri neuropatik dapat disebabkan oleh cedera di jaringan, otot, dan sendi. Namun, walau cedera pada pasien sudah pulih, pasien masih mengalami kerusakan pada sistem sarafnya. Sebagai akibatnya, pasien pun mengalami nyeri yang persisten bertahun-tahun setelah cedera.

3. Infeksi

Infeksi juga bisa menimbulkan nyeri neuropatik walau jarang terjadi. Salah satu infeksi yang bisa menjadi biang nyeri neuropatik yaitu cacar ular akibat reaktivasi virus Varicella Zoster. Virus Varicella Zoster  juga memicu cacar air. Infeksi menular seksual, seperti sifilis dan infeksi HIV, juga berisiko menimbulkan nyeri neuropatik. 

4. Amputasi

Nyeri neuropatik juga mungkin terjadi saat seseorang menjalani amputasi kaki atau lengan. Nyeri jenis ini disebut dengan phantom limb syndrome, yaitu saat saraf di area amputasi menjadi tidak berfungsi sehingga mengirimkan sinyal yang salah ke otak dan menimbulkan nyeri.

Penyebab lain nyeri neuropatik

Ada kondisi lain yang mungkin menimbulkan nyeri neuropatik, termasuk:
  • Defisiensi vitamin B
  • Sindrom terowongan karpal
  • Gangguan pada tiroid
  • Masalah pada saraf wajah
  • Arthritis di tulang belakang

Obat untuk nyeri neuropatik

Penanganan dari dokter bertujuan untuk meredakan nyeri, membantu pasien tetap beraktivitas, dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Bentuk strategi penanganan nyeri neuropatik yang mungkin dilakukan dokter, yaitu:
  • Obat pereda nyeri , termasuk obat-obatan anti-peradangan nonsteroid. Dokter mungkin juga akan meresepkan obat oles, seperti lidokain  untuk meredakan nyeri.
  • Obat antidepresan, yang berpotensi untuk meredakan nyeri maupun mengontrol kondisi psikologis pasien
  • Obat antikonvulsan dan obat antikejang. Obat-obatan ini diyakini dapat menghambat sinyal nyeri
  • Anestesi lokal dan steroid untuk memblokir aktivitas saraf. Pemblokiran ini sifatnya hanya sementara sehingga pasien akan membutuhkan suntikan berulang.
Beberapa pasien juga mungkin akan membutuhkan alat medis invasif yang ditanamkan di bagian tubuhnya. Alat ini dapat mengirimkan impuls yang menghentikan transmisi sinyal nyeri sehingga meredakan gejala yang dirasakan pasien.

Catatan dari SehatQ

Nyeri neuropatik adalah nyeri yang terjadi jika sistem saraf mengalami kerusakan atau gangguan fungsi. Nyeri ini bersifat kronis dan bisa terjadi akibat penyakit, cedera, infeksi, dan amputasi. Bila masih memiliki pertanyaan terkait nyeri neuropatik, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ bisa di-download gratis di Appstore dan Playstore sebagai sumber informasi kesehatan terpercaya.
masalah sarafnyerineuropatisistem saraf
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15833-neuropathic-pain
Diakses pada 30 Desember 2020
Healthine. https://www.healthline.com/health/neuropathic-pain
Diakses pada 30 Desember 2020
Web MD. https://www.webmd.com/pain-management/guide/pain-types-and-classifications
Diakses pada 30 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait