Selain Cepat Mengeringkan Luka, Obat Ini Bisa Sembuhkan Luka Secara Efektif

(0)
28 Aug 2020|Nurul Rafiqua
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Obat pengering luka dapat diberikan kepada luka goresan agar luka cepat keringLuka seperti akibat goresan cepat dikeringkan dengan obat-obatan tertentu
Ketika terluka, kita sering berharap agar luka cepat kering dan sembuh. Namun, penyembuhan luka adalah proses yang kompleks dan dapat dipengaruhi banyak faktor.Ketahui jenis luka yang Anda alami untuk memilih obat pengering luka yang tepat, agar dapat mempercepat penyembuhan, mengurangi rasa sakit, dan mencegah infeksi.

Jenis-jenis luka

Beberapa jenis luka yang sering terjadi, di antaranya:
  • Luka terbuka

Luka terbuka adalah luka yang terjadi karena adanya kerusakan kulit di baik di bagian luar maupun di jaringan dalamnya. Luka terbuka bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti akibat goresan pada permukaan yang kasar, sayatan pisau, atau benda tajam lainnya.
  • Luka bakar

Luka bakar merupakan jenis dari luka terbuka yang disebabkan oleh panas, sengatan listrik, zat kimia, atau radiasi. Luka bakar dibagi menjadi empat derajat menurut tingkat keparahannya.
  • Luka bernanah

Keluarnya cairan dari suatu luka adalah hal yang normal. Akan tetapi, jika cairan tersebut memiliki tekstur yang kental; berwarna putih susu, kuning, bahkan hijau; dan berbau tak sedap, bisa dipastikan itu adalah cairan nanah. Munculnya cairan nanah pada luka bisa menjadi tanda bahwa luka tersebut sudah terinfeksi bakteri.

Obat pengering luka

Plester dapat membantu mengeringkan luka
Ilustrasi plester yang dapat membantu mengeringkan luka
Pengobatan medis kadang diperlukan, misalnya untuk meredakan nyeri yang menyertai luka, atau luka yang tak kunjung kering hingga lama sembuhnya.Sebagian besar obat luka tersedia dalam bentuk topikal yang diperuntukkan pada bagian luar tubuh, seperti permukaan kulit atau membran mukosa. Berdasarkan fungsinya, berikut jenis-jenis obat pengering luka.

1. Pembalut luka (Wound dressing)

Pembalut luka biasanya digunakan agar luka cepat kering. Salah satu manfaatnya adalah untuk menyerap kelebihan darah atau cairan lain, seperti nanah yang keluar dari luka. Pembalut luka tersedia dalam bentuk pembalut, plester, atau gel. Termasuk ke dalamnya adalah:
  • Hydrocolloid

Hydrocolloid digunakan pada luka bakar dan luka lain yang mengeluarkan cairan. Permukaan pembalut luka ini dilapisi dengan zat yang mengandung polisakarida dan polimer lain yang menyerap air dan mengubahnya menjadi gel. Dengan begitu, luka bisa tetap bersih, terlindung dari infeksi, dan membantu kulit sembuh lebih cepat.
  • Hydrogel

Hydrogel berbahan dasar gliserin atau air, biasa digunakan untuk luka yang tidak terlalu basah, luka bakar, dan luka yang telah terinfeksi. Hydrogel memberikan kenyamanan pada penggunanya dengan cara menyerap cairan luka dan tetap menjaga kelembapan kulit di area kulit yang terbakar atau terinfeksi.
  • Alginat

Alginat diproduksi dari rumput laut (Phaeophyceae) yang kaya akan asam mannuronat atau asam guluronate, yang mampu menyerap cairan luka dengan sangat kuat. Alginat digunakan untuk berbagai jenis luka dengan cairan yang sangat banyak.
  • Pembalut busa (Foam dressing)

Jenis pembalut ini cocok untuk digunakan pada luka dengan berbagai tingkat keparahan, terutama untuk luka yang mulai berbau karena infeksi. Foam dressing dapat menyerap cairan dari permukaan luka dan melindunginya dari infeksi bakteri sehingga luka cepat kering dan sembuh.
  • Kolagen

Produk ini dapat digunakan untuk luka kronis, luka operasi, luka bakar, atau luka dengan area permukaan yang luas. Pembalut kolagen akan mendorong proses penyembuhan luka dalam berbagai cara, seperti menghilangkan jaringan mati, membantu menyatukan tepi luka, dan bertindak sebagai rangka sementara bagi sel-sel baru untuk tumbuh sehingga regenerasi sel pada kulit yang terluka bisa lebih efektif.

2. Antiseptik dan antimikroba

Selain wound dressing, obat untuk menyembuhkan luka tersedia dalam bentuk salep atau gel yang mengandung antiseptik dan antimikroba. Beberapa obat yang dimaksud, di antaranya:
  • Cadexomer iodine

Zat ini biasanya tersedia dalam bentuk gel yang digunakan untuk luka terbuka, luka yang tak kunjung sembuh, dan luka yang sudah terinfeksi. Obat ini bekerja dengan melepaskan iodine yang merupakan zat antibakteri secara perlahan, agar kadarnya cukup untuk membunuh bakteri pada luka, namun tidak memengaruhi sel lain yang tidak terinfeksi.Selain sifat antibakterinya, cadexomer iodine juga menciptakan kondisi yang cocok untuk pertumbuhan sel dalam proses perbaikan luka sehingga dapat mempercepat sembuhnya luka.  
  • Povidone iodine

Obat ini merupakan pilihan obat luka yang populer dari masa ke masa, berkat fungsinya sebagai antiseptik, antibakteri dengan toksisitas rendah, dan antiradang yang dapat menyembuhkan bengkak pada luka.Obat ini tersedia dalam bentuk cairan maupun salep yang sering digunakan untuk berbagai jenis luka ringan, termasuk luka gores, luka sayat, dan luka bakar.

3. Antibiotik

Antibiotik untuk luka tersedia dalam bentuk salep atau gel, biasanya digunakan pada luka gores, luka sayat, maupun luka bakar. Obat ini bekerja dengan cara membunuh dan menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi pada luka.Saat ini jenis salep antibiotik yang terdapat di pasaran mengandung zat aktif bacitracin, neomicyn, silver sulfadiazine, atau kombinasi di antara zat-zat tersebut. Beberapa bahan antibiotik tertentu dapat memicu reaksi alergi sehingga harus dengan resep dokter.

Obat pengering luka alami

Madu berguna untuk menyembuhkan luka
Madu juga bisa menyembuhkan luka
Di samping obat-obatan medis, bahan-bahan alami berikut dipercaya dapat membuat luka lebih cepat sembuh.

1. Kunyit

Kunyit diyakini sebagai obat alami untuk menyembuhkan luka terbuka. Bahan ini berperan sebagai antiseptik dan antibiotik alami yang sudah digunakan selama bertahun-tahun untuk keperluan pengobatan.Sesuai penelitian yang diterbitkan jurnal Molecular and Cellular Biochemistry, curcumin dalam kunyit membantu meningkatkan penyembuhan luka dengan memodulasi kolagen.Kunyit juga dapat menghentikan pendarahan pada luka terbuka. Minumlah sari kunyit sebelum tidur agar dapat memaksimalkan proses penyembuhan luka.

2. Bawang Putih

Selain untuk kebutuhan memasak, bawang putih dikenal memiliki sifat antimikroba dan antibiotik yang membantu menghentikan pendarahan pada luka terbuka, mengurangi rasa sakit, dan meningkatkan penyembuhan.Bawang putih juga dapat meningkatkan pertahanan alami tubuh terhadap infeksi. Mengonsumsi ekstrak bawang putih dapat membantu mempercepat penyembuhan luka.

3. Madu

Madu memiliki antioksidan tinggi. Meski demikian, jangan oleskan pada luka terbuka. Oleskan saja pada luka yang sudah kering untuk membantu menyamarkan bekas luka.

4. Lidah buaya

Lidah buaya memiliki sifat antiperadangan, serta menyejukan kulit sehingga memudahkan proses penyembuhan pada luka terbuka. Gel lidah buaya memiliki fitokimia yang meringankan rasa sakit dan mengurangi peradangan.

5. Minyak kelapa

Minyak kelapa dapat membantu meringankan rasa sakit dan mencegah infeksi. Minyak ini bekerja sebagai antiperadangan dan antibakteri. Oleskan minyak kelapa pada area yang luka dan tutup dengan kain bersih. Oleskan kembali minyak kelapa setidaknya 2-3 kali sehari.Walaupun bahan alami di atas sudah dipercaya secara turun-temurun, namun tidak serta-merta dapat dijadikan sebagai obat utama untuk penyembuhan luka. Tetap konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
penyembuhan luka
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1420733/pdf/bmj33200777.pdf
Diakses pada 28 Januari 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3495387/
Diakses pada 28 Januari 2020
Inside First Aid. https://insidefirstaid.com/long-term-wound-care/iodosorb-gel-ointment-to-heal-wounds
Diakses pada 28 Januari 2020
CLH Group. https://www.clhgroup.co.uk/news-article/2017/09/12/7-types-of-wound-dressings-when-to-use-each/258
Diakses pada 30 Januari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/purulent-drainage, https://www.healthline.com/health/open-wound#treat
Diakses pada 28 Januari 2020
NDTV. https://food.ndtv.com/health/7-effective-home-remedies-to-heal-open-wounds-1817835
Diakses pada 28 Januari 2020
EMedicine Health. https://www.emedicinehealth.com/slideshow_pictures_first_aid_caring_for_wounds/article_em.htm
Diakses pada 30 Januari 2020
Herndon D (ed.). "Chapter 4: Prevention of Burn Injuries". Total burn care (edisi ke-4). Edinburgh: Saunders.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait