Obesitas Morbid, Tingkat Terparah Kelebihan Berat Badan


Obesitas morbid adalah kondisi ketika seseorang mengalami obesitas cukup parah dengan indeks massa tubuh di atas 40. Di saat yang sama, persentase lemak tubuh juga tidak sedikit.

0,0
23 Jun 2021|Azelia Trifiana
Orang dengan obesitas morbid rentan terkena penyakit jantung dan diabetesOrang dengan obesitas morbid rentan terkena penyakit jantung dan diabetes
Obesitas morbid adalah kondisi ketika seseorang mengalami obesitas cukup parah dengan indeks massa tubuh di atas 40. Di saat yang sama, persentase lemak tubuh juga tidak sedikit. Kondisi morbid obesity ini sangat berbahaya karena meningkatkan risiko menderita penyakit lainnya.
Memang benar bahwa indeks massa tubuh tidak bisa dijadikan patokan diagnosis. Hanya saja, ini merupakan salah satu indikasi risiko seseorang rentan menderita penyakit. Belum lagi, obesitas jenis ini bisa membatasi mobilitas seseorang saat beraktivitas.

Mengenal obesitas morbid

Jika dibandingkan dengan tahun 1975, angka obesitas sudah meningkat nyaris 3 kali lipat. Bahkan, WHO mencatat sedikitnya 2,8 juta orang meninggal dunia setiap tahunnya akibat kelebihan berat badan.Orang dewasa dikatakan mengalami morbid obesity apabila persentase lemak tubuh dan indeks massa tubuhnya berada di angka 40 atau lebih. Skala ini juga menjadi panduan bagi dokter untuk menentukan apakah pasien berisiko menderita penyakit tertentu.Perbedaan utama obesitas morbid dengan obesitas lainnya adalah tingkat keparahannya. Jika membandingkan dari segi skala indeks massa tubuh, begini perbandingannya:
  • Kelebihan berat badan: BMI 25-29
  • Obesitas kelas 1: BMI 30-34
  • Obesitas kelas 2: 35-39
  • Obesitas kelas 3: >40
Faktanya, orang yang mengalami kondisi ini paling berisiko mengalami penyakit jantung dan kondisi medis lainnya. Semakin tinggi kondisi obesitas seseorang, kemungkinan mengalami komplikasi jelas meningkat.Namun, indeks massa tubuh bukan satu-satunya cara menilai apakah seseorang berada dalam kondisi obesitas morbid atau tidak. Perlu ada penilaian langsung seperti melihat perbandingan rasio waist-to-hip dan distribusi lemak dalam tubuh.

Faktor risiko obesitas morbid

Seseorang bisa lebih rentan mengalami obesitas morbid apabila:
  • Level aktivitas rendah
  • Jarang berolahraga
  • Kebiasaan makan tidak terkontrol
  • Faktor genetik
  • Riwayat keluarga baik genetik maupun lingkungan
  • Kondisi medis lain seperti sindrom Cushing dan PCOS
  • Mengalami stres dan kecemasan berlebih
  • Kurang tidur
  • Kondisi sosial dan ekonomi dengan akses ke makanan segar masih rendah
Selain beberapa faktor di atas, seseorang yang mengalami trauma atau masalah dalam hubungannya juga bisa meningkatkan risiko obesitas. Begitu pula dengan kesulitan finansial juga dapat menjadi pemicu.Pengaruh lingkungan juga tak kalah signifikan. Berada di lingkungan pekerjaan yang terbiasa mengonsumsi junk food bisa menjadi jebakan dalam jangka panjang.Menurut survei Morbidity and Mortality Weekly Report pada tahun 2017, obesitas juga dipengaruhi faktor lain seperti level pendidikan, pendapatan, jenis kelamin, dan juga ras.

Gejala obesitas morbid

Berikut ini beberapa gejala dan tanda seseorang mengalami obesitas morbid:
  • Keringat berlebih
  • Merasa kelelahan
  • Nyeri sendi dan punggung
  • Kesulitan bernapas
  • Gangguan tidur seperti mendengkur
  • Kesulitan bergerak
  • Kepercayaan diri rendah
  • Menarik diri dari sekitar
  • Tekanan darah tinggi
  • Sindrom metabolik
Lebih jauh lagi, obesitas yang berada di tingkat ketiga ini juga rentan menyebabkan komplikasi seperti penumpukan lemak di tubuh, indeks massa tubuh lebih dari 40, dan juga tekanan darah tinggi.

Cara penanganan morbid obesity

Pada tahap awal, dokter akan mengukur berat dan tinggi badan untuk memastikan berapa indeks massa tubuh pasien. Kemudian, gaya hidup dan pola makan juga akan menjadi pertimbangan.Tak hanya itu, dokter juga mungkin melakukan pemeriksaan darah untuk melihat apakah ada kondisi medis yang memicu obesitas. Memeriksa ada tidaknya komplikasi seperti tekanan darah tinggi juga tak boleh dilewatkan.Untuk penanganan morbid obesity, dokter akan mengajukan beberapa alternatif seperti:
  • Rekomendasi rencana penurunan berat badan
  • Terapi fisik apabila ada masalah mobilitas
  • Meresepkan obat untuk menurunkan kemampuan tubuh menyerap lemak
  • Memeriksa ada tidaknya risiko komplikasi seperti diabetes, stroke, dan penyakit jantung
Jika beberapa langkah penanganan di atas tidak membuahkan hasil, dokter mungkin akan merekomendasikan operasi bariatrik untuk membantu turunkan berat badan.Bukan hanya dengan dokter, ada ahli gizi yang juga akan merancang program penurunan berat badan. Pasien harus mengikuti instruksi secara hati-hati sebab menurunkan berat badan terlalu cepat justru bisa berdampak buruk bagi tubuh. Begitu pula dengan latihan fisik yang terlalu berlebihan.

Jangan pula terjebak mengonsumsi obat dengan klaim menurunkan berat badan dengan cepat karena belum tentu aman dan efektif.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar gejala obesitas morbid, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakitdiabetesobesitas
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320460
Diakses pada 8 Juni 2021
CDC. https://www.cdc.gov/mmwr/volumes/66/wr/mm6650a1.htm?s_cid=mm6650a1_w
Diakses pada 8 Juni 2021
WHO. https://www.who.int/news-room/facts-in-pictures/detail/6-facts-on-obesity
Diakses pada 8 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait