Kerap Pusing Setelah Olahraga? Ini Rekomendasi Olahraga untuk Darah Rendah


Kerap merasa pusing adalah satu dari banyak alasan mengapa banyak orang bingung memilih jenis olahraga untuk darah rendah. Namun bukan berarti Anda berhenti berolahraga. Yoga, berenang, hingga berlari bisa menjadi pilihan.

0,0
03 Jul 2021|Azelia Trifiana
Yoga termasuk aman dilakukan oleh mereka yang memiliki darah rendahYoga termasuk aman dilakukan oleh mereka yang memiliki darah rendah
Kerap merasa pusing adalah satu dari banyak alasan mengapa banyak orang bingung memilih jenis olahraga untuk darah rendah. Bukan hanya pusing setelah olahraga, namun ada risiko jatuh pingsan sehingga perlu ada langkah pencegahan yang tepat.
Lebih jauh lagi, menentukan olahraga untuk penderita darah rendah bukan cuma yang gerakannya sederhana saja. Sebab, ada kalanya rasa pusing tetap muncul meski posisi kepala tidak lebih rendah dari jantung.

Olahraga untuk darah rendah

Meski mungkin ada keluhan pusing setelah olahraga, bukan berarti penderita darah rendah sebaiknya meninggalkannya sama sekali. Justru, olahraga adalah salah satu kunci untuk menjaga tekanan darah tetap stabil.Jadi, apa saja rekomendasi olahraga untuk penderita darah rendah?

1. Yoga

Bukan hanya sebagai media relaksasi, ada banyak jenis yoga yang cocok untuk penderita darah rendah. Tentu, sebaiknya lakukan yoga bersama dengan instruktur agar tahu posisi mana saja yang aman.Biasanya, posisi dengan kepala lebih rendah dari jantung seperti downward facing dog rentan menimbulkan sakit kepala. Kenali bagaimana reaksi setiap gerakan pada tubuh Anda agar tahu celahnya.

2. Berenang

berenang
Berenang baik bagi penderita darah rendah
Olahraga cardio yang bersahabat untuk penderita darah rendah adalah berenang. Tak perlu berlama-lama, bagi yang baru memulai bisa mengalokasikan waktu 30 menit. Kurang dari itu? Sah-sah saja. Gerakan saat berenang dapat menjaga tekanan darah tetap stabil.

3. Berjalan cepat

Anda juga bisa mencoba brisk walking atau berjalan cepat sebagai pilihan olahraga untuk penderita darah rendah. Frekuensi dan durasi sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing. Lebih baik durasi singkat namun rutin ketimbang terlalu memaksakan durasi yang justru membuat kewalahan.Dalam temuan Framingham Heart Study, 636 partisipan yang berjalan 1.000 langkah setiap harinya memiliki tekanan darah sistolik lebih rendah 0,45. Artinya, seseorang yang berjalan 10.000 langkah setiap hari memiliki tekanan darah lebih rendah 2,25 poin ketimbang yang berjalan setengahnya.

4. Berlari

lari pagi
Lari pagi
Selain berjalan, olahraga untuk darah rendah berikutnya adalah berlari dengan intensitas rendah. Gerakan dalam aktivitas ini justru bisa memperlancar sirkulasi darah dan mengurangi risiko turunnya tekanan darah. Ada baiknya, orang dengan kondisi hipotensi berlari bersama orang lain demi menghindari penglihatan kabur atau hilang kesadaran.Sangat penting pula untuk menghindari stres pada tubuh yang mungkin muncul dari gerakan mendadak. Contohnya seperti mengangkat beban berat atau olahraga berintensitas tinggi lainnya. Pastikan olahraga bisa dilakukan dengan alur yang perlahan.

Apa yang boleh dan tidak dilakukan?

Istilah medis untuk kondisi merasa pusing setelah olahraga atau ketika merasa pusing ketika berubah posisi dari duduk ke berdiri adalah hipotensi ortostatik. Penyebab terjadinya kondisi ini adalah ketika sirkulasi darah tidak kuat untuk mengembalikan darah dalam jumlah cukup ke otak. Di sinilah fase pusing terjadi.Tak kalah penting, peregangan aktif juga penting agar sirkulasi darah kembali ke arah kepala bisa lancar. Untuk menghindari keluhan seperti pusing setelah berolahraga, berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan:
  • Berubah postur secara perlahan
  • Duduk ketika merasa pusing setelah olahraga
  • Berpegangan pada sesuatu saat berdiri
  • Memastikan tubuh terhidrasi dengan minum banyak air
  • Berjalan kaki di tempat setelah berolahraga, tidak langsung berhenti
  • Berolahraga dengan posisi duduk
Di sisi lain, berikut ini hal yang sebaiknya dihindari:
  • Bangun dengan cepat dari posisi duduk atau berbaring
  • Melakukan olahraga dengan perubahan posisi tubuh cepat seperti burpees dan squat jump
  • Makan dalam porsi besar sebelum berolahraga
Jangan lupa berkonsultasi dengan dokter apabila kondisi pusing setelah olahraga ini terus menerus muncul. Biasanya, dokter akan merekomendasikan peningkatan konsumsi sodium atau mengurangi dosis bagi mereka yang minum obat penurun tekanan darah.

Apa saja gejalanya?

Selain merasa pusing setelah olahraga, beberapa gejala lain ketika seseorang mengalami tekanan darah rendah ketika bergerak adalah:
  • Penglihatan kabur
  • Merasa bingung
  • Tubuh terasa lemah
  • Mual
  • Tidak sadarkan diri
Selain itu, individu yang berisiko mengalami hipotensi ketika berolahraga adalah mereka yang mengonsumsi obat penurun tekanan darah, memiliki masalah pada jantung, menderita anemia, diabetes, atau penyakit Parkinson.Jadi, seseorang yang termasuk dalam kategori di atas harus perhatikan betul apa saja yang boleh dan tidak dilakukan ketika berolahraga. Tujuannya untuk menghindari risiko cedera serius seperti terjatuh bahkan pingsan.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar cara menjaga kestabilan tekanan darah, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
olahragatekanan darah rendahpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/blood-pressure-after-exercise
Diakses pada 18 Juni 2021
Michigan State University. https://www.canr.msu.edu/news/managing_postural_hypotension_during_exercise
Diakses pada 18 Juni 2021
National Heart, Lung, and Blood Institute. https://www.nhlbi.nih.gov/science/framingham-heart-study-fhs
Diakses pada 18 Juni 2021
Medicine Net. https://www.nhlbi.nih.gov/science/framingham-heart-study-fhs
Diakses pada 18 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait