Pahami Pengertian Oksidasi, Manfaat, dan Bahayanya Bagi Tubuh


Banyak yang sudah mengulas pengertian oksidasi dan baik buruknya untuk tubuh. Memahami proses tersebut dianggap penting untuk kesehatan yang lebih baik.

0,0
15 Dec 2020|Dedi Irawan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Pengertian oksidasi tak hanya sebatas ilmu pengetahuanMemahami oksidasi dianggap penting untuk kesehatan yang lebih baik
Pengertian oksidasi adalah kondisi adanya radikal bebas yang terlalu banyak dalam tubuh. Akibatnya, tubuh kesulitan untuk mengendalikannya.
Idealnya, radikal bebas bisa dikendalikan oleh antikosidan. Jika tidak, beberapa fungsi fisiologis tubuh kemungkinan akan mengalami hambatan.Terlalu banyak radikal bebas dalam tubuh bisa membuat perubahan pada lipid, protein, dan DNA. Sayangnya, perubahahn yang terjadi mengarah pada hal yang merugikan. Karena itu, stres oksidasi harus diatasi dengan efektif. Salah satunya dengan mengonsumsi sumber antioksidan alami.

Apa bahaya oksidasi bagi tubuh?

Pengertian oksidasi tidak selamanya berasosiasi dengan hal negatif. Dalam kondisi tertentu, kondisi ini bisa menguntungkan tubuh.Jika stres oksidasi terjadi setelah melakukan aktivitas fisik, ia kemungkinan berguna bagi tubuh. Keuntungannya berupa mengatur pertumbuhan jaringan dan merangsang produksi antioksidan.Tinhkat stres oksidasi dalam skala ringan juga bermanfaat bagi tubuh. Misalnya, untuk melindungi tubuh dari infeksi dan penyakit.Dalam penelitian tahun 2015, stres oksidasi berperan sebagai penghambat penyebaran sel kanker melanoma. Sayangnya, studi baru diterapkan pada tikus.Stres oksidasi berbahaya jika terjadi dalam jangka panjang. Adapun bahaya yang bisa timbul karena tidak terkendalinya radikal bebas dalam tubuh antara lain:
  • Kanker

Salah satu akibat buruk dari oksidasi adalah kerusakan DNA. Kerusakan tersebut merupakan salah satu faktor perangsang perkembangan kanker.Stres oksidasi bisa membuat kelainan kromosom yang mendorong terjadinya kanker. Merokok, sumber polusi linhgkungan, dan peradangan kronis bisa menyebabkan oksidasi pengubah DNA yang berkontribusi pada tumbuhnya kanker.
  • Penyakit kardiovaskular

Penyakit kardiovaskular umumnya terkait dengan kesehatan pembuluh darah. Stres oksidasi adalah salah satu pemicu terjadinya penyempitan pembuluh darah. Hal ini terjadi ketika lemak jalah dioksidasi oleh radikal bebas sehingga membentuk tumpukan lemak di dinding pembuluh darah.Stres oksidasi juga berperan dalam iskemia, hipertensi, kardiomiopati, hipertrofi jantung, dan gagal jantung kongestif.
  • Penyakit pernapasan

Stres oksidasi bisa meningkatkan peradangan pada tubuh. Peradangan kronis sistemik dan lokal bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan. Salah satunya adalah penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan asma.
  • Lambat puber

Stres oksidatif juga dianggap bertanggung jawab pada keterlambatan kematangan seksual pada masa pubertas. Kondisi ini bisa ditemukan pada remaja prapubertas yang terpapar Cd (cadmium), yakni senyawa yang dianggap menjadi pemicu peningkatan radikal bebas dan stres oksidasi.
  • Penyakit neurodegeneratif

Penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson salah satu kontributornya adalah stres oksidasi. Oksidasi sangat rentan memengaruhi otak karena organ tersebut butuh oksigen dalam jumlah besar. Menurut penelitian, otak mengonsumsi 20 persen oksigen dari total kebutuhan tubuh.
  • Peradangan kronis

Efek buruk radikal bebas berlebih adalah peradangan kronis pada tubuh. Hal tersebut bisa terjadi ketika radikal bebas merusak sel-sel tubuh.Stres oksidasi bisa memicu terjadinya peradangan kronis. Kondisi ini dapat menyebabkan beberapa penyakit seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, dan artritis.

Bagaimana mengantisipasi stres oksidasi?

Memahami pengertian oksidasi dapat menuntun Anda pada bagaimana cara mengendalikan hal tersebut. Agar radikal bebas tidak berlebihan dalam tubuh, beberapa cara di bawah ini bisa Anda lakukan:Karena radikal bebas bisa dikendalikan dengan antioksidan, maka mengonsumsi makanan kaya zat tersebut bisa membantu. Beberapa makanan kaya antioksidan yang bisa dikonsumsi antara lain blueberi, anggur, stroberi, kacang, bayam, jeruk, ubi, teh, dan ikan.Sementara sederet bumbu dapur yang juga kaya akan antioksian meliputi bawang merah, peterseli, kunyit, paprika kuning, biji seledri, jahe, dan bawang putih.Makin dipahaminya pengertian oksidasi saat ini membuat makin banyak yang waspada akan bahayanya. Oleh karena itu, taka da salahnya mempersenjatai diri dengan gaya hidup sehat agar terhindar dari berbagai penyakit yang dipicu radikal bebas berlebih.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang pengertian oksidasi dan efeknya bagi tubuh, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
alzheimerparkinsonppokantioksidan
Healthline. https://www.healthline.com/health/oxidative-stress
Diakses pada 15 Desember 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3249911/
Diakses pada 15 Desember 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5551541/
Diakses pada 15 Desember 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324863
Diakses pada 15 Desember 2020
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/diet-nutrition/diet/antioxidants-health-benefits-best-sources-side-effects-more/
Diakses pada 15 Desember 2020
WebMD. https://www.webmd.com/food-recipes/features/10-super-foods#1
Diakses pada 15 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait