Panduan Lengkap Cara Mencegah Hepatitis A, B, dan C


Mulai dari rajin mencuci tangan hingga mendapatkan vaksin, adalah beberapa cara mencegah hepatitis. Selain itu, penting juga untuk tahu bagaimana penularan virus hepatitis terjadi baik jenis hepatitis A, B, maupun C.

0,0
06 Jun 2021|Azelia Trifiana
cara mencegah hepatitisPola hidup yang sehat dapat mencegah Anda terkena hepatitis
Mulai dari rajin mencuci tangan hingga mendapatkan vaksin, adalah beberapa cara mencegah hepatitis. Selain itu, penting juga untuk tahu bagaimana penularan virus hepatitis terjadi baik jenis hepatitis A, B, maupun C.
Tentu upaya mencegah tertular hepatitis ini juga perlu disosialisasikan kepada orang-orang terdekat. Contohnya dimulai dari pasangan atau anggota keluarga yang tinggal bersama. Dengan demikian, upaya menjaga diri dari terkena hepatitis bisa diupayakan bersama.

Cara mencegah hepatitis A

Penularan hepatitis A terjadi ketika seseorang makan atau mengonsumsi air yang telah terkontaminasi virus hepatitis A. Selain itu, kontak fisik dekat hingga hubungan seksual dengan orang yang menderita hepatitis A juga bisa menjadi penyebab penularan.Beberapa cara untuk mencegah penularannya adalah:
  • Hindari mengonsumsi makanan kurang bersih
  • Hanya minum air yang bersih
  • Tidak berkumur dengan air yang belum tentu bersih
  • Menghindari konsumsi produk olahan susu yang belum matang
  • Menghindari konsumsi ikan dan daging mentah
  • Perhatikan kebersihan buah dan sayur sebelum mengonsumsinya
  • Selalu mencuci tangan setelah ke kamar mandi
  • Selalu mencuci tangan setelah mengganti diaper anak
  • Mendapatkan vaksin hepatitis A
Jadi, pemicu utama seseorang menderita hepatitis A bukan hanya soal air yang terkontaminasi saja. Buah-buahan, sayuran, es batu, hingga makanan yang masih mentah ataupun kotor juga bisa menyebabkan penularan.

Cara mencegah hepatitis B

Tentu ada alasan mengapa bayi baru lahir pun sudah direkomendasikan mendapat vaksin hepatitis B. Kemudian, ada jadwal vaksinasi berikutnya ketika anak berusia antara 6-18 bulan.Tujuan dari vaksinasi ini tentu utamanya untuk melindungi tertular virus hepatitis B. Vaksin ini cukup aman dan sangat efektif. Perlindungannya akan terus ada hingga 20 tahun kemudian.Penularannya bisa terjadi ketika seseorang mengalami kontak dengan darah, semen, atau cairan tubuh lain dari orang yang terinfeksi.Lebih jauh lagi, berikut ini cara mencegah tertular hepatitis B:
  • Mendapatkan vaksin hepatitis B sesuai jadwal
  • Tidak berbagi alat cukur atau sikat gigi
  • Tidak menggunakan jarum suntik orang lain
  • Mengikuti protokol aman saat kontak dengan jarum suntik dan benda tajam lainnya
  • Menggunakan alat kontrasepsi saat berhubungan seksual
  • Hanya melakukan pembuatan tato atau tindik di tempat yang seluruh alatnya telah disterilisasi
Ada pula beberapa kelompok orang dewasa yang sangat disarankan mendapat vaksinasi hepatitis B, yaitu:
  • Menderita penyakit ginjal
  • Menderita penyakit liver
  • Terinfeksi HIV
  • Memiliki lebih dari satu pasangan
  • Menyuntikkan obat-obatan terlarang
  • Bekerja di klinik atau rumah sakit
  • Tinggal bersama penderita hepatitis B
  • Berkunjung ke negara dengan kasus hepatitis B tinggi
Namun perlu diingat juga bahwa penularan hepatitis B tidak terjadi lewat berciuman, berpelukan, batuk, bersin, atau minum dari gelas yang sama.Sementara untuk penanganannya, apabila sudah pernah mendapatkan vaksin, maka sampaikan kepada dokter.

Cara mencegah hepatitis C

Hingga kini belum ada vaksin untuk hepatitis C. Padahal, orang yang terinfeksi kondisi ini bisa saja tidak merasakan gejala apapun selama bertahun-tahun. Oleh sebab itu, coba terapkan beberapa langkah pencegahan berikut:
  • Tidak berbagi jarum suntik
  • Ketahui riwayat seksual pasangan
  • Menggunakan alat kontrasepsi berupa kondom saat berhubungan seksual
Sama seperti hepatitis A dan B, pencegahan tertular hepatitis terletak pada perilaku seksual yang aman serta menghindari penggunaan jarum suntik bersamaan.Selain beberapa langkah pencegahan di atas, setiap individu juga perlu paham betul tentang bahaya berkaitan dengan kondisi liver. Beberapa gaya hidup yang bisa berpengaruh terhadap kondisi liver adalah mengonsumsi alkohol dan juga merokok. Jika belum bisa berhenti sepenuhnya, atur batasan minum alkohol agar tidak berlebihan.Selain itu, kebiasaan buruk merokok juga sebaiknya dihentikan karena meningkatkan risiko hepatitis karsinoma sel pada beberapa pasien hepatitis B kronis. Efek dari merokok dan alkohol bisa berjalan bersamaan.

Catatan dari SehatQ

Perlu juga menggarisbawahi bagaimana pekerja medis menangani jarum suntik, darah, atau instrumen medis lain yang tajam. Ikuti protokolnya agar tidak terinfeksi virus hepatitis. Seluruh peralatan medis dan dental juga harus disterilisasi rutin.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar pencegahan hepatitis, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
hepatitis chepatitis ahepatitis b
WebMD. https://www.webmd.com/hepatitis/understanding-hepatitis-prevention
Diakses pada 23 Mei 2021
San Francisco Department of Public Health. https://www.sfcdcp.org/infectious-diseases-a-to-z/hepatitis-b/
Diakses pada 23 Mei 2021
WHO. https://www.euro.who.int/__data/assets/pdf_file/0010/78157/E90840_Chapter_8.pdf
Diakses pada 23 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait