Panduan Mengatasi Gejala Long Covid Setelah Dinyatakan Negatif


Bagi beberapa orang, gejala Long Covid bisa bertahan hingga empat minggu atau lebih setelah dinyatakan sembuh. Beberapa keluhan yang hadir pasca terinfeksi virus Corona juga mungkin mencakup efek jangka panjang pada kesehatan mental, kesehatan saraf, hingga kesehatan jantung dan paru.

0,0
perawatan untuk mengatasi gejala long covidsalah satu gejala Long Covid yang paling umum dialami oleh penyintas adalah batuk kering atau berdahak.
Perawatan pasca Covid perlu dipahami agar gejala Long Covid seperti sesak napas dan sulit konsentrasi dapat cepat teratasi. Sebab bagi beberapa orang, gejala Long Covid bisa bertahan hingga empat minggu atau lebih setelah dinyatakan sembuh.
Beberapa keluhan yang hadir pasca terinfeksi virus Corona juga mungkin mencakup efek jangka panjang pada kesehatan mental, kesehatan saraf, hingga kesehatan jantung dan paru.Ikuti panduan berikut untuk mengatasi macam-macam gejala Long Covid di rumah sesuai dampak yang Anda rasakan.

Cara mengatasi batuk-batuk gejala Long Covid

perawatan batuk gejala long covid
Minum air hangat jika masih suka batuk-batuk setelah sembuh dari Covid
Covid-19 adalah penyakit infeksi yang menyerang sistem pernapasan. Oleh karena itu, salah satu gejala Long Covid yang paling umum dialami oleh penyintas adalah batuk kering atau berdahak.Secara umum, cara untuk mengatasi gejala Long Covid yang berupa batuk adalah:
  • Perbanyak minum air putih minimal 8 gelas per hari. Anda juga bisa minum air hangat yang dicampur madu dan perasan lemon.
  • Jauhi minuman alkohol, manis, maupun kopi karena minuman ini justru menyebabkan dehidrasi sehingga membuat batuk kering makin parah.
  • Beli obat isap berlabel BPOM yang bebas dijual di pasaran untuk melegakan tenggorokan.
Sementara bila batuk berdahak, perawatan pasca Covid yang bisa Anda lakukan adalah:
  • Menghirup uap hangat sebanyak 2-3 kali sehari selama 15 menit untuk mengencerkan lendir.
  • Tidur miring dengan posisi kepala lebih tinggi daripada tubuh dengan menumpuk beberapa bantal.
  • Tetap perbanyak minum air putih. Anda juga bisa menyeruput sup kaldu dan minum air jahe hangat.

Cara mengatasi sesak napas setelah sembuh dari Covid

mengatasi sesak napas gejala long covid
Tarik dan buang napas pelan-pelan untuk melegakan napas
Penyintas Covid baik yang bergejala ringan atau berat terkadang masih merasakan kesulitan bernapas meski sudah dinyatakan sembuh. Gejala Long Covid yang satu ini tentu membuat kita tidak nyaman selama beraktivitas.Selain mencoba prone position, inilah beberapa perawatan setelah Covid yang bisa Anda coba untuk melegakan sesak napas:

1. Latihan pernapasan

Dikutip dari jurnal The BMJ, untuk mengatasi sesak napas akibat Long Covid, Anda bisa melakukan teknik pernapasan yang baik. 
  • Duduk tegap, tapi jangan tegang. Anda boleh duduk bersandar.
  • Hirup napas panjang dari hidung pelan-pelan, kemudian embuskan pelan-pelan melalui mulut.
  • Selama menghirup dan embuskan napas, jaga bahu dan dada tetap rileks. Pastikan juga tarikan napas yang diambil cukup panjang hingga perut terlihat ikut bergerak naik.
  • Lakukan selama 5-10 menit dalam sehari. Anda bisa mengulangnya beberapa kali atau memperpanjang durasinya jika terasa membantu.

2. Pernapasan dalam

  • Berbaring telentang di atas permukaan yang rata, lalu tekuk lutut sedikit. Anda bisa letakkan bantal di bawah kepala dan lutut sebagai penyangga.
  • Taruh satu telapak tangan di atas dada, dan satu di perut tepat di bawah tulang rusuk.
  • Tarik napas melalui hidung pelan-pelan dan embuskan melalui mulut perlahan. Selama melakukan ini, tangan di dada harus tetap diam sedangkan tangan di perut harusnya naik.
  • Pastikan bahu tetap rileks dan tidak meringkuk ke dalam tubuh.
Lakukan selama 5-10 menit dalam sehari. Anda bisa mengulangnya beberapa kali.

Cara mengatasi kelelahan gejala Long Covid-19

olahraga mengatasi kelelahan setelah sembuh dari covid
Olahraga mengatasi kelelahan setelah sembuh dari Covid
Kelelahan adalah salah satu efek Long Covid yang muncul setelah pasien sembuh. Kelelahan terjadi karena fungsi diafragma yang terdampak oleh peradangan akibat infeksi.Gerak diafragma membantu sekitar 80% dari seluruh proses pernapasan.Apabila fungsi diafragma terganggu, otot leher dan bahu bekerja lebih keras untuk menyokong proses tersebut. Akibatnya, energi yang dipakai untuk bernapas jadi lebih banyak sehingga tubuh akan merasa cepat lelah.Inilah perawatan yang bisa Anda ikuti untuk mengurangi rasa lelah pasca Covid:

1. Jangan langsung kembali berkegiatan

Jangan langsung melanjutkan berkegiatan yang berat segera setelah sembuh. Mulai pelan-pelan dari jenis aktivitas yang paling ringan dan tidak membakar energi terlalu banyak.Anda juga bisa mengatur prioritas kegiatan berdasarkan yang paling urgen saja. Sementara untuk jenis kegiatan yang tidak terlalu penting bisa Anda kerjakan pada hari-hari selanjutnya.Batasi aktivitas saat merasa lelah. Beri tahu orang sekitar bila Anda sudah merasa terlalu capek sehingga kesulitan melakukan kegiatan.

2. Bergerak pelan

Karena gejala Long Covid bisa membuat Anda cepat merasa sesak dan kelelahan, sebaiknya bergeraklah pelan-pelan selama beraktivitas.Jangan terburu-buru. Anda bisa jalan perlahan atau pelan-pelan bangkit dari duduk atau berbaring.Begitu pula sebaliknya. Duduk atau berbaringlah pelan-pelan setelah melakukan aktivitas yang cukup menghabiskan energi.

3. Letakkan barang dalam jangkauan

Saat merasa cepat lelah, ada baiknya untuk menaruh barang-barang keseharian tetap dekat dalam jangkauan supaya Anda bisa menghemat energi.Oleh karena itu, Anda bisa mengatur ulang tata letak kamar atau meja kerja agar semua benda yang dirasa penting lebih mudah dijangkau.

4. Makan makanan penambah stamina

Makanan adalah sumber energi tubuh yang paling utama. Oleh karena itu, perbanyaklah makan makanan tinggi karbohidrat dan protein yang mampu menambah tenaga.Beberapa contoh makanan untuk meningkatkan stamina yang mudah didapat adalah:
  • Pisang
  • Apel
  • Jeruk
  • Ubi jalar
  • Telur
  • Yogurt
  • Teh hijau
  • Sayuran berdaun hijau gelap

5. Berolahraga ringan

Olahraga bisa membantu Anda meningkatkan energi tubuh jika dilakukan dengan tepat.Baiknya mulai dengan rutin melakukan pemanasan dan latihan otot yang berintensitas ringan. Anda juga bisa rutin jalan pagi atau senam aerobik ringan.Hindari dulu olahraga dengan intensitas tinggi, seperti berlari, nge-gym, atau bersepeda untuk sementara waktu.

Cara mengatasi depresi dan kecemasan setelah sembuh dari Covid

stres dan depresi efek long covid
wajar jika penyintas Covid mengalami stres dan depresi setelah sembuh
Stres dan kecemasan yang muncul selama proses isolasi mandiri hingga perawatan intensif di rumah sakit dapat sangat memengaruhi kondisi mental pengidapnya. Belum lagi merasa ketakutan mengenai perburukan gejala dan peluang kesembuhannya.Oleh karena itu, para ahli berpendapat bahwa lumrah halnya bila Anda mengalami depresi, gangguan kecemasan, insomnia, atau bahkan Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) sebagai efek setelah sembuh dari Covid.Bahkan, riset dari Lancet Psychiatry menemukan bahwa 9,9% orang yang menderita Covid mengalami gangguan mood dan 12,8% mengalami gangguan kecemasan.Jika Anda mengalami hal yang sama, ahli merekomendasikan untuk mengatasi gejala depresi dan kecemasan selama pandemi dengan:
  • Kurangi menonton berita atau aktivitas di media sosial yang memaparkan tentang COVID-19
  • Mencoba meditasi atau yoga untuk menjernihkan pikiran.
  • Segera hubungi teman dan keluarga untuk menceritakan perasaan yang dialami.
  • Sempatkan waktu untuk melakukan aktivitas yang disukai.
Apabila masih berlanjut, konsultasikan dengan psikolog terdekat agar Anda bisa mendapatkan perawatan yang lebih tepat.

Cara mengatasi pusing dan brain fog akibat Long Covid

buat to do list notes
Membuat to do list notes tiap hari mencegah brain fog
Orang-orang yang mengalami Long Covid juga rentan mengalami masalah pada sistem saraf sehingga menyebabkan brain fog.Brain fog itu sendiri adalah istilah populer untuk menggambarkan pikiran yang “kabur” seperti berkabut. Hal ini mbuat kita sulit fokus dan berpikir jernih serta gampang lupa yang tentu mengganggu aktivitas harian.Jadi, untuk mengatasi brain fog pasca Covid yang bisa Anda lakukan adalah:
  • Rangsang otak dengan kegiatan yang menyegarkan fungsi otak, seperti mengisi TTS, kuis mencari perbedaan gambar, dan membaca buku.
  • Tulis semua kegiatan yang sudah terjadi dalam diari atau memo sebagai pengingat. Anda juga bisa membuat daftar “to-do-list” sebelum memulai berkegiatan agar tidak melupakan hal-hal yang penting.
  • Pasang alarm agar Anda bisa segera menyelesaikan kegiatan
  • Bagi serangkaian aktivitas dalam porsi yang lebih kecil sehingga Anda tidak merasa kewalahan dan stres karena terbebani.
  • Jalan kaki. Jalan kaki barang 10-15 menit setiap hari membantu otak menerima lebih banyak oksigen untuk menjaga fungsinya tetap optimal.
Selain brain fog, pusing juga menjadi salah satu gejala neurologis yang kerap dialami setelah sembuh dari COVID-19.Beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menghilangkan rasa pusing adalah:
  • Duduk atau berbaring.
  • Bergerak perlahan.
  • Minum air putih secukupnya.
  • Kurangi aktivitas yang membutuhkan keseimbangan yang intens, seperti berkendara atau mengoperasikan alat berat.

Cara menangani kehilangan indra penciuman dan perasa

melatih indra penciuman setelah sembuh dari covid
menghirup wangi segar jeruk bisa membantu pulihkan parosmia
Parosmia adalah salah satu gejala infeksi virus corona yang bisa berlanjut sebagai gejala Long Covid. Hal ini membuat kita tidak bisa membau atau malah membuat bau terasa lebih intens.Selain berdampak pada kemampuan hidung untuk mencium bebauan, parosmia juga mengubah cara kerja indra perasa kita. Sebab, indra penciuman dan indra perasa saling berkaitan satu sama lain.Oleh karena itu, atasi parosmia setelah sembuh dari Covid dengan:

1. Melatih penciuman

Lakukan latihan ini dengan menghirup aroma dari benda yang sama selama 20 detik. Lakukan sebanyak dua kali sehari selama tiga bulan atau lebih. Pastikan Anda mengganti aroma yang digunakan setiap hari.
  • Beberapa aroma yang direkomendasikan untuk variasi harian adalah:
  • Buah-buahan
  • Bunga
  • Aroma pedas
  • Minyak esensial

2. Melatih indra perasa

  • Kurangi makanan pemicu parosmia. Parosmia bisa membuat makanan yang tadinya berbau sedap menjadi bau busuk. Dikutip dari riset International Forum of Allergy and Rhinology, beberapa makanan tersebut adalah ayam, daging, bawang, dan telur.
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang seperti buah dan sayuran untuk mengoptimalkan proses penyembuhan.
  • Makan makanan yang dingin atau suhu ruang. Makanan panas akan menimbulkan uap yang justru memicu aroma menyeruak sehingga bau yang Andahirup jadi lebih tajam.

Perawatan setelah Covid yang berdampak pada penglihatan

COVID-19 ternyata bisa memicu gejala yang serupa dengan cedera otak traumatik sehingga memicu masalah pada pandangan. Dalam hal ini, pandangan pun akan terlihat sulit untuk fokus karena otak kekurangan suplai oksigen dan darah. Efeknya, saraf otak yang mengatur penglihatan pun bermasalah.Perawatan pasca Covid yang bisa dipertimbangkan adalah terapi syntonics atau terapi cahaya yang dilakukan oleh dokter mata.Caranya, dokter akan memaparkan cahaya dengan warna, frekuensi, dan panjang gelombang tertentu menuju mata.Saat cahaya masuk ke mata, cahaya melewati bagian otak sehingga mengembalikan kerja sistem saraf penglihatan.

Perawatan pasca Covid yang berdampak pada jantung

nyeri dada akibat long covid
jantung berdebar akibat Long Covid bisa membuat pusing saat berdiri
Selain memengaruhi fungsi paru-paru, peradangan akibat infeksi virus corona juga mungkin berdampak pada fungsi jantung. Maka itu, tidak sedikit penyintas yang merasakan keluhan berupa jantung berdebar dan nyeri dada.Bahkan, jantung berdebar kencang yang dirasakan orang-orang sebagai gejala Long Covid dikatakan mirip dengan sindrom takikardia ortostatik postural (PoTS). Kondisi ini ditandai dengan pusing saat ingin berdiri, detak jantung yang kencang, dan tekanan darah turun.Perawatan pasca Covid yang bisa Anda lakukan di rumah adalah:
  • Bangkit berdiri perlahan dari duduk atau berbaring.
  • Cari tempat duduk ketika merasa pusing
  • Minum air putih rutin
  • Mengonsumsi makanan sehat yang mengandung garam - asalkan sudah disetujui oleh dokter.
Sementara itu untuk mengatasi nyeri dada setelah sembuh dari Covid, perawatan yang bisa Anda lakukan adalah:
  • Istirahat cukup dan minum air putih rutin agar terhindar dari dehidrasi
  • Mengonsumsi paracetamol untuk mengurangi rasa nyeri - asalkan sudah disetujui dokter.
  • Lakukan aktivitas fisik ringan secara rutin untuk meredakan nyeri dan menurunkan tensi.
  • Konsumsi makanan sehat, pilih sayur, buah, gandum utuh, dan makanan rendah lemak.
  • Kurangi asupan garam. Kandungan natrium mempersempit pembuluh darah sehingga jantung memompa darah lebih keras dan tekanan darah meningkat.

Catatan dari SehatQ

Perawatan pasca Covid bisa Anda lakukan di rumah saat mengalami keluhan yang diakibatkan terinfeksi virus Corona. Bila kondisi tidak kunjung membaik, segera ke rumah sakit terdekat.Jangan lupa untuk memantau saturasi oksigen selama 3-5 hari pada kondisi istirahat selama 20 menit. Lalu, catat hasilnya. Pastikan saturasi oksigen tidak kurang dari 98-98% meski sudah dinyatakan sembuh dari Covid.Pemantauan gejala Long Covid dan isolasi mandiri di rumah juga bisa dipandu oleh dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
mengatasi depresitips kesehataninfeksi saluran pernapasangangguan kecemasanjantung berdebarcoronavirus
Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/long-term-effects.html
Diakses pada 26 Agustus 2021
UCLA Health. https://www.uclahealth.org/medical-services/long-covid
Diakses pada 26 Agustus 2021
Yashoda Hospitals. https://www.yashodahospitals.com/blog/post-covid-care-guidelines-for-people-recovering-post-covid-19/
Diakses pada 26 Agustus 2021
The BMJ. https://www.bmj.com/content/370/bmj.m3026
Diakses pada 26 Agustus 2021
Lancet Psychiatry. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7820108/
Diakses pada 26 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/parosmia-after-covid
Diakses pada 26 Agustus 2021
International Forum of Allergy and Rhinology. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1002/alr.22818
Diakses pada 26 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/is-dizziness-a-symptom-of-covid
Diakses pada 26 Agustus 2021
American Optometric Association. https://www.aoa.org/healthy-eyes/eye-deserve-more/doctor-patient-stories/fighting-to-vision-after-covid-19?sso=y
Diakses pada 26 Agustus 2021
Optometrists Network. https://www.optometrists.org/vision-therapy/neuro-optometry/vision-and-brain-injuries/vision-therapy-for-concussions/what-is-syntonic-phototherapy/
Diakses pada 26 Agustus 2021
Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/coronavirus/covid19-and-pots-is-there-a-link
Diakses pada 26 Agustus 2021
Web MD. https://www.webmd.com/lung/covid-19-pots
Diakses pada 26 Agustus 2021
British Heart Foundation. https://www.bhf.org.uk/informationsupport/heart-matters-magazine/news/coronavirus-and-your-health/long-covid
Diakses pada 26 Agustus 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/chest-pain-covid
Diakses pada 26 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/high-blood-pressure-home-remedies
Diakses pada 26 Agustus 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/in-depth/high-blood-pressure/art-20045206
Diakses pada 26 Agustus 2021
Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/kidneys-salt-and-blood-pressure-you-need-a-delicate-balance/
Diakses pada 26 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait