Panduan Singkat Memilih Obat Jerawat di Apotek

(0)
28 Jan 2020|Anita Djie
tips membeli obat jerawat di apotekKetahui kandungannya sebelum membeli obat jerawat di apotek
Jerawat sudah menjadi gangguan kulit sejuta umat, bagaimana tidak, benjolan yang bisa muncul mendadak tersebut sering ditemukan di wajah hampir sebagian besar orang dan sangat mengganggu penampilan.Saking umumnya kondisi ini, Anda bisa menemukan berbagai obat jerawat dijual dengan mudah di apotek. Akan tetapi, sudahkah Anda mengenali beragam jenis obat jerawat di apotik dan memastikan mana yang paling sesuai untuk Anda?

Berbagai bentuk obat jerawat di apotek

Mendapatkan obat jerawat di apotik adalah perkara yang mudah, tetapi memilih yang tepat untuk Anda memerlukan kecermatan. Sebelum mengetahui lebih jauh mengenai jenis bahan dalam obat jerawat, ada baiknya Anda mengetahui bentuk-bentuk obat jerawat terlebih dahulu.
  • Cleanser, cleanser atau pembersih wajah yang memang dikhususkan untuk orang yang mengalami jerawat
  • Toner dan astringent, obat jerawat yang berupa cairan ini dioleskan pada daerah kulit yang mengalami jerawat dengan kapas.
  • Krim, gel, lotion, dan salep, dibalurkan pada daerah yang berjerawat dan ditinggalkan dalam waktu yang lama. Merupakan jenis obat jerawat di apotik yang paling mampu tetapi paling berisiko memicu iritasi pada kulit
Umumnya, kulit yang berminyak akan lebih cocok menggunakan produk yang mengandung obat jerawat di apotek tipe gel, astringent, cleanser bentuk busa (foam), dan lotion.Sementara untuk kulit kering dan normal akan lebih sesuai memakai obat jerawat tipe lotion, salep, toner bebas alkohol, krim, dan cleanser yang tidak berbahan dasar busa. Anda mungkin perlu untuk mencoba berbagai macam bentuk obat jerawat untuk mencari yang cocok dengan Anda.

Kenali berbagai jenis bahan obat jerawat

Setelah sudah mengetahui bentuk obat jerawat di apotik yang cocok dengan Anda, Anda tentunya harus mencari tahu apa saja bahan obat jerawat yang beredar di apotek. Berikut adalah beberapa bahan obat jerawat yang tersedia di apotik.
  • Alkohol dan aseton

Alkohol dan aseton adalah senyawa yang umumnya digabungkan ke dalam obat jerawat di apotik untuk penderita jerawat yang memiliki kulit berminyak.Alkohol berperan mengurangi bakteri pemicu jerawat dan aseton menghilangkan minyak berlebih dari kulit. Keduanya berguna untuk mengurangi penyumbatan pori dan dapat ditemukan di obat jerawat dalam bentuk cleanser, toner, dan astringent.
  • Asam alfa hidroksi (AHA)

Terdapat dua jenis asam alfa hidroksi yang terdapat dalam obat jerawat di apotik, yaitu asam laktat dan glikogen. Senyawa ini berperan dalam mengurangi peradangan, menstimulasi pertumbuhan kulit yang halus, dan menghilangkan sel kulit mati.
  • Asam salisilat

Asam salisilat adalah salah satu kandungan bahan dalam obat jerawat di apotek yang cukup ampuh untuk mencegah penyumbatan pori-pori di kulit. Anda bisa menemukan 0,5 sampai lima persen asam salisilat dalam obat jerawat di apotik.Beberapa efek samping yang dapat terjadi adalah iritasi kulit dan sensasi menyengat di kulit yang ringan.
  • Benzoil peroksida

Benzoil peroksida umumnya menjadi pilihan pertama untuk mengatasi jerawat. Hal ini karena senyawa benzoil peroksida terbukti efektif dan bisa ditoleransi oleh banyak orang.Benzoil peroksida bekerja dengan membunuh bakteri penyebab jerawat, mengeluarkan kulit mati, dan menghilangkan minyak berlebih dari kulit. Biasanya obat jerawat di apotik menawarkan 2,5 sampai 10 persen benzoil peroksida.Benzoil peroksida biasanya cocok untuk jenis jerawat yang meradang. Efek samping dari pemakaian obat jerawat jenis ini adalah kemerahan, kulit kering, sensasi panas dan menyengat, serta kulit bersisik.
  • Belerang dan resorsinol

Belerang dan resorsinol adalah kombinasi senyawa lainnya yang biasa digunakan untuk menjadi kandungan bahan dalam obat jerawat di apotik. Belerang berperan dalam mengurangi minyak berlebih dan membasmi sel kulit mati.Sementara itu, resorcinol berguna untuk mengeluarkan tumpukan sel kulit mati di pori-pori wajah. Biasanya Anda bisa mendapati kombinasi ini dalam obat jerawat sebesar dua sampai delapan persen.Sebaiknya gunakan obat jerawat di apotek dalam persenan kandungan yang sedikit terlebih dahulu, bila tidak ampuh, Anda dapat secara perlahan mulai menggunakan obat jerawat dengan persenan kandungan yang lebih tinggi.Anda juga mungkin membutuhkan waktu untuk mencari tahu bahan obat jerawat mana yang cocok untuk Anda. Jangan memencet jerawat selama masa penanganan dengan obat jerawat di apotik.Selain itu, selalu ingat bahwa pengobatan jerawat membutuhkan waktu dan tidak terjadi secara instan. Biasanya dibutuhkan waktu dua sampai tiga bulan untuk melihat perubahannya.

Catatan dari SehatQ

Jika jerawat tidak kunjung sembuh atau malah makin parah meskipun sudah memakai obat jerawat di apotik, maka segera konsultasikan ke dokter kulit untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
kesehatan kulitkulit dan kecantikanperawatan wajah
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acne/in-depth/acne-products/art-20045814
Diakses pada 27 Januari 2020
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/how-to-choose-an-otc-acne-treatment-product-15848
Diakses pada 27 Januari 2020
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/how-to-choose-an-otc-acne-treatment-product-15848
Diakses pada 27 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait