Pemeriksaan Bising Usus Normal untuk Deteksi Penyumbatan Usus, Siapa yang Perlu?


Penyumbatan usus dapat menyebabkan masalah serius jika dibiarkan. Maka itu, dokter akan memeriksa suara bising usus Anda normal atau tidak.

0,0
16 Feb 2020|Olivia
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Pemeriksaan nilai dan frekuensi suara bising usus normalBunyi bising usus normal dapat membantu dokter mendeteksi gangguan pencernaan
Bising usus adalah suara yang muncul di dalam area perut dan dapat didengarkan melalui stetoskop. Suara bising yang dihasilkan usus merupakan perpaduan dari bunyi udara serta pergerakan makanan cairan di dalam usus karena aktivitas peristaltik usus. Pemeriksaan bising usus sudah sejak lama dijadikan salah satu patokan untuk mendeteksi adanya hal-hal yang tidak normal pada abdomen dan rongga perut. 

Seperti apa frekuensi bising usus normal?

Dokter dapat melakukan pemeriksaan bising usus
dengan menggunakan stetoskop.
Nilai frekuensi bising usus yang normal pada orang dewasa sehat rata-rata berkisar 5-34 kali bunyi per menit. Sementara itu, jarak antar satu siklus bising usus dan selanjutnya yang normal adalah sekitar 5-35 menit.Maka itu, dokter umumnya membutuhkan waktu lebih dari 35 menit untuk melakukan pemeriksaan bising usus. Sebab, suara dalam usus mungkin tidak terdengar selama 35 menit. Ketika terdengar pun belum tentu menandakan kelainan pada abdomen.Selain itu, bising usus yang tidak terdengar juga bukan berarti gerakan peristaltik Anda tidak normal. Tidak semua aktivitas peristaltik usus dapat menghasilkan suara bising yang dapat terdengar melalui stetoskop.Penurunan frekuensi bising usus dapat terjadi akibat kondisi tertentu, seperti:
  • Ileus paralitik (sumbatan usus karena kelumpuhan otot-otot di usus)
  • Peritonitis (meradangnya selaput yang membungkus rongga perut)
  • Operasi pada area perut
  • Efek samping obat, seperti codeine
  • Luka akibat radiasi
Sementara itu dalam beberapa kasus, frekuensi bising usus justru dapat meningkat akibat:
  • Perut kosong karena belum makan
  • Diare (frekuensi BAB lebih dari 3 kali dalam sehari disertai konsistensi feses yang cair)
  • Infeksi saluran pencernaan
  • Penggunaan obat pencahar
  • Gangguan penyerapan makanan
  • Keracunan makanan
  • Hipertiroidisme
  • Hiperkalsemia
  • Alergi makanan
  • Perdarahan di saluran cerna

Efektifkah pemeriksaan bising usus normal untuk mendeteksi penyumbatan?

Obstruksi usus merupakan penyumbatan yang terjadi di area usus besar maupun usus halus. Penyumbatan ini terjadi dikarenakan makanan atau cairan tersumbat dan tidak dapat melintasi usus.Saat penyumbatan terjadi, makanan, cairan, asam lambung dan gas menumpuk di belakang area penyumbatan. Jika penumpukan menyebabkan tekanan kian besar, usus dapat pecah hingga bakteri berbahaya masuk ke dalam rongga perut dan menyebabkan risiko kematian.Pada individu usia dewasa, umumnya obstruksi usus terjadi akibat kanker usus besar dan lengketnya usus atau jaringan fibrosa di rongga perut pascaoperasi perut maupun pinggul.Sementara itu pada anak-anak, obstruksi usus dapat terjadi karena:
  • Hernia
  • Penyakit radang usus, seperti penyakit Crohn
  • Divertikulitis, kondisi ketika kantong-kantong kecil yang menonjol (divertikula) di saluran pencernaan mengalami peradangan akibat infeksi
  • Usus besar yang terpuntir atau volvulus
  • Gangguan buang air besar
Saat obstruksi usus terjadi, Anda mungkin akan mengalami beberapa gejala berikut ini:
  • Mual dan muntah
  • Nafsu makan menurun
  • Kembung
  • Nyeri atau kram perut yang parah
  • Pembengkakan perut
  • Diare
  • Suara bising pada perut menurun
  • Tidak bisa buang angin dan buang air besar
Salah satu metode paling sederhana dan cepat untuk mengetahui adanya obstruksi usus yaitu pemeriksaan bising usus. Namun, beberapa penelitian mengungkapkan, akurasi pemeriksaan bising usus sangatlah rendah dan interpretasinya pun bersifat subjektif.Maka berdasarkan hasil riset terkini, pemeriksaan bising usus tidak dapat dijadikan patokan satu-satunya untuk mendiagnosis obstruksi usus.

Bagaimana cara mendiagnosis obstruksi usus?

USG bisa menjadi salah satu pemeriksaan
untuk memeriksa keberadaan penyumbatan usus.
Hingga saat ini, pemeriksaan bising usus tidak dapat dijadikan patokan utama pemeriksaan abdomen. Sebab, butuh pemeriksaan lanjutan seperti rontgen dan tes darah serta prosedur lainnya untuk memastikan ada atau tidaknya masalah di bagian abdomen.Pemeriksaan obstruksi usus yang ideal dapat dilakukan dengan melakukan tes serta prosedur berikut ini:

1. Pemeriksaan fisik

Melalui pemeriksaan fisik, dokter akan bertanya tentang riwayat kesehatan pasien dan gejala yang dialami pasien, dan melakukan pemeriksaan pada area perut dengan menggunakan stetoskop.

2. Pemeriksaan laboratorium

Biasanya dokter juga akan menganjurkan Anda melakukan tes darah, tes urine, atau endoskopi.

3. X-Ray

Selanjutnya, dokter akan mengonfirmasi diagnosis obstruksi usus dengan melakukan rontgen perut.

4. CT scan

Tes ini dilakukan untuk mengetahui gambaran usus yang tersumbat.

5. USG

Obstruksi usus yang terjadi pada anak-anak dapat dicari tahu melalui pencitraan USG.

6. Barium enema

Barium enema merupakan prosedur medis dengan memberikan cairan khusus yang mengandung barium ke dalam dubur.Cairan ini akan menyebar ke usus sehingga pada X-ray akan tampak berwarna cerah atau putih. Area yang tidak dilalui barium dapat menunjukan adanya penyumbatan usus.

Catatan dari SehatQ

Pemeriksaan bising usus tidak dapat dijadikan acuan untuk mendiagnosis obstruksi usus. Jika Anda memiliki gangguan sakit perut yang parah persis gejala yang ditimbulkan oleh obstruksi usus, segera cari perawatan medis dan jalani pemeriksaan intensif menggunakan tes dan prosedur di atas.
ususradang ususobstruksi usus
Healthline.
https://www.healthline.com/health/abdominal-sounds#causes
Diakses pada 13 Februari 2020
Medineplus.
https://medlineplus.gov/ency/article/003137.htm
Diakses pada 13 Februari 2020
Mayoclinic.
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/intestinal-obstruction/symptoms-causes/syc-20351460
Diakses pada 13 Februari 2020
WebMD.
https://www.webmd.com/digestive-disorders/what-is-bowel-obstruction#1
Diakses pada 13 Februari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait