Pentingnya VCT untuk Pencegahan dan Penanganan HIV yang Lebih Baik

(0)
23 Mar 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Kepanjangan VCT adalah voluntary counselling and testingVCT adalah serangkaian tes HIV dan konseling yang dilakukan sebelum dan sesudah tes
HIV/AIDS merupakan penyakit yang belum bisa disembuhkan hingga saat ini. Maka dari itu, pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS sangat penting dilakukan untuk mencegah penyebarannya. Salah satu bentuk pencegahan yang bisa Anda lakukan adalah lewat tes VCT HIV.Kepanjangan VCT adalah voluntary counselling and testing, yang dalam bahasa Indonesia artinya konseling dan tes HIV secara sukarela. Pengertian VCT adalah saat seseorang secara sukarela mengikuti proses konseling sebelum dan setelah tes, serta tes HIV.Semua data dan proses dalam VCT bersifat confidental alias rahasia. Selain membantu mencegah penularan HIV/AIDS, VCT juga bermanfaat untuk membantu pelakunya mengetahui status HIV-nya secara lebih dini.

Prosedur VCT untuk HIV

Tes VCT adalah tes antibodi HIV yang disertai konseling sebelum dan sesudah tes. Saat konseling, Anda dapat berkonsultasi dengan ahli mengenai apa saja yang perlu Anda ketahui terkait HIV/AIDS dan dampaknya. Ada beberapa tahap dalam VCT yang dapat Anda jalani.

1. Konseling sebelum tes

Konseling sebelum tes adalah jenis konseling yang dilakukan sebelum memutuskan untuk menjalani tes HIV. Anda dapat berkonsultasi dan mendapatkan informasi yang diperlukan mengenai HIV/AIDS dan tesnya. Beberapa hal yang dapat dikonsultasikan saat konseling sebelum tes adalah:
  • Alasan Anda memutuskan untuk datang untuk konseling
  • Tentang riwayat kesehatan dan gaya hidup Anda
  • Risiko terinfeksi HIV
  • Informasi dasar terkait HIV/AIDS
Masih banyak hal yang bisa Anda konsultasikan dengan ahli saat konseling. Setelah konseling, Anda dapat mempertimbangkan untuk menjalani tes HIV/AIDS atau tidak. Tentu saja, tujuan dari CVT adalah mendorong sebanyak-banyaknya orang untuk menjalani tes ini.

2. Tes antibodi HIV

Melakukan tes HIV adalah keputusan pribadi Anda. Jika usai konsultasi sebelum tes Anda memutuskan untuk mengetahui status HIV, Anda dapat menjalani tes antibodi HIV.Hasil tes ini akan diserahkan langsung kepada Anda secara pribadi dan rahasia. Hasil tes ini juga tidak akan diberitahukan melalui telepon ataupun kepada orang lain selain Anda sendiri.

3. Konseling setelah tes

Setelah tes VCT HIV selesai, Anda akan menjalani konseling setelah tes usai menerima hasil tesnya. Jika hasilnya positif, tujuan dari konseling ini untuk membantu Anda menerima hasil tes tersebut dan menjalani hidup secara positif dengan HIV/AIDS.Konseling setelah tes juga dapat membantu memberikan Anda dukungan emosional dan psikologis, serta bagaimana mengelola dampak HIV pada kehidupan dan orang-orang di sekitar Anda.Jika hasil tes Anda negatif, maka konseling setelah tes dapat mendorong Anda untuk mengontrol kesehatan dan hidup Anda. VCT juga dapat memotivasi Anda untuk tetap terhindar dari HIV dan menerima orang-orang yang terinfeksi HIV.

Fungsi tes VCT

VCT adalah bagian penting dari kegiatan pengendalian dan pencegahan HIV/AIDS. Dengan mengikuti VCT, Anda dapat mengetahui status HIV yang mungkin dimiliki. VCT juga memungkinkan identifikasi awal bagi mereka yang membutuhkan perawatan HIV.Konseling sebelum tes dalam VCT berfungsi untuk memastikan apakah Anda membuat keputusan yang tepat untuk menjalani tes HIV atau tidak. Selain itu, VCT juga dapat mendorong Anda untuk mengeksplorasi kemungkinan dampak tes tersebut terhadap kehidupan Anda.Lebih jauh lagi, orang-orang yang melakukan konseling sebelum dan setelah tes dapat menerima hasil tesnya dengan lebih baik. Mereka juga diharapkan bisa menjaga kesehatan dan melindungi orang lain dari infeksi HIV. Konseling yang berkelanjutan bahkan dapat membantu untuk hidup secara positif dengan HIV.

Syarat-syarat VCT

Berikut adalah syarat-syarat untuk melakukan tes VCT yang perlu Anda perhatikan:
  • Tes dilakukan hanya dengan sepengetahuan dan atas izin pasien.
  • Pasien telah memahami dan mengetahui HIV/AIDS sebelum menjalani tes.
  • Telah menjalani konseling sebelum tes.
  • Hasil tes bersifat pribadi dan rahasia, serta hanya boleh diberikan kepada pasien.
  • Menjalani konseling setelah tes agar pasien memahami hasil tes dan menyusun rencana selanjutnya terkait status HIV mereka (jika positif).
Jenis tes HIV yang dapat dilakukan adalah tes antibodi HIV ELISA dan rapid test. Pada tes ELISA, darah akan diambil dari pembuluh darah dan hasil tesnya dapat diketahui dalam 1-3 minggu. Sementara pada rapid test, darah diambil dari ujung jari, dengan hasilnya bisa diperoleh dalam 15 menit. Untuk memastikan bahwa Anda positif HIV, maka diperlukan dua kali hasil positif dari rapid test.Apabila Anda punya pertanyaan seputar HIV/AIDS, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
hivaids
BMC Public Health. https://bmcpublichealth.biomedcentral.com/articles/10.1186/1471-2458-12-1010
Diakses 10 Maret 2021
WHO. https://www.who.int/hiv/topics/vct/toolkit/components/policy/review_of_policies_programmes_and_guidelines.pdf
Diakses 10 Maret 2021
RSUD Wonosobo. https://rsud.wonosobokab.go.id/?page_id=787
Diakses 10 Maret 2021
KZN Health. http://www.kznhealth.gov.za/testing.htm
Diakses 10 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait