Mengenali Penyakit Saat Puasa yang Sering Muncul dan Cara Mencegahnya


Puasa sebenarnya memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Namun bila tak dijalankan dengan benar, akan ada penyakit saat puasa yang bisa Anda alami, seperti semeblit, dehidrasi, dan sebagainya.

0,0
09 May 2021|Anita Djie
Sakit kepala merupakan salah satu penyakit saat puasa yang wajar terjadiSakit kepala merupakan salah satu penyakit saat puasa yang wajar terjadi
Puasa memiliki berbagai manfaat tp kesehatan. Ketika menahan lapar dan haus, tubuh memiliki kesempatan untuk memperbaiki metabolisme sekaligus mengeluarkan racun dari tubuh. Namun hati-hati, ada penyakit saat puasa yang bisa muncul kalau Anda tidak tepat menjalankannya.
Sebenarnya penyakit saat puasa merupakan bentuk reaksi alami tubuh karena perubahan pola makan dan kebiasaan. Anda hanya perlu mengantisipasinya agar penyakit saat puasa tidak berkembang menjadi sesuatu yang serius. 

Penyakit saat puasa yang bisa muncul

Penerapan puasa yang tidak sesuai atau tidak benar tidak hanya membuat Anda kesulitan menjalani puasa yang dilakukan, tetapi juga dapat mendatangkan penyakit-penyakit tertentu. Penyakit saat puasa yang kerap kali muncul dapat berupa:

1. Dehidrasi

Penyakit saat puasa yang sering terjadi adalah dehidrasi atau berkurangnya cairan tubuh yang mengakibatkan terhambatnya fungsi tubuh. Risiko dehidrasi akan makin meningkat saat puasa bertepatan dengan cuaca yang panas serta memicu rasa mual dan pusing.  Dehidrasi yang serius dapat menyebabkan masalah ginjal dan saluran buang air kecil. Selain itu, dehidrasi juga dapat menyebabkan kejang-kejang, menurunnya tekanan darah, dan sengatan panas (heatstroke).  Anda dapat mencegah dehidrasi saat puasa dengan meminum air hangat sebelum mulai berpuasa sebanyak delapan sampai 12 cangkir, mengurangi konsumsi garam, bumbu-bumbu, dan manisan, serta menghindari kafein dan nikotin selama bulan Ramadan.

2. Sembelit

sembelit saat puasa terjadi akibat perubahan pola makan
Sembelit saat puasa biasanya terjadi akibat tubuh kekurangan cairan
Sembelit atau konstipasi terjadi karena pergerakan makanan yang lebih lambat dari biasanya yang pada akhirnya menyebabkan feses mengeras. Penyakit ini sering mengintai mereka yang kurang minum air putih saat sahur dan berbuka.Sembelit saat puasa dapat dipicu karena kurangnya asupan cairan dan serat. Selain itu, perubahan pola makan juga menjadi penyebab Anda sulit BAB. Namun jangan khawatir karena sembelit dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan serat, seperti kacang-kacangan, sayur-sayuran, dan sebagainya.Untuk mencegah sembelit saat puasa, Anda sebaiknya minum air yang cukup saat berbuka dan sahur. Lakukan juga aktivitas fisik yang ringan selama menjalani puasa. Aktivitas fisik yang dilakukan dapat berupa berjalan kaki sembari menunggu waktu berbuka puasa.  

3. Sakit kepala

Selain sembelit, sakit saat puasa lain yang paling sering muncul adalah sakit kepala. Sakit kepala yang dirasakan terasa menusuk dan biasanya muncul di awal ketika mulai berpuasa. Penyebab sakit kepala saat puasa ada bermacam-macam, misalnya rasa lapar, hipoglikemia, dehidrasi, perubahan pola rutinitas, hingga kurang tidur. Selain itu, sakit kepala ketika puasa bisa juga disebabkan oleh efek dari tidak mengonsumsi kafein atau nikotin selama berpuasa. Anda dapat mengatasinya dengan meminum air sebelum berpuasa serta istirahat yang cukup.Kurangi konsumsi karbohidrat sederhana, seperti gula. Jika sakit kepala disebabkan oleh efek tidak mengonsumsi kafein, Anda dapat mengonsumsi segelas kopi sebelum memulai puasa. Anda juga dapat meminum obat sakit kepala sebelum memulai puasa.

4. Gangguan pencernaan

Gangguan pencernaan saat puasa wajar terjadi akibat perubahan pola makan
Sakit maag saat puasa merupakan kejadin yang rentan terjadi
Saat puasa, Anda bisa saja mengalami gangguan pencernaan, seperti kembung, naiknya asam lambung, dan timbulnya rasa panas atau terbakar di dada (heartburn).Rasa panas di dada disebabkan oleh meningkatnya produksi asam lambung saat Anda mencium bau makanan atau memikirkan tentang makanan.Anda dapat mengatasi gangguan pencernaan dengan menghindari konsumsi makanan yang terlalu banyak saat sahur dan berbuka. Tak hanya itu saja, Anda juga sebaiknya mengurangi makanan yang digoreng dan pedas. Selain itu, tetap lakukan aktivitas fisik setelah makan seperti berjalan-jalan santai, serta mengonsumsi makanan secara perlahan.

5. Bau mulut

Selama menjalankan ibadah puasa, Anda tidak akan makan dan minum hingga lebih dari 12 jam. Hal ini membuat produksi air liur di dalam mulut menurun. Selain itu, dehidrasi saat puasa biasanya menyebabkan mulut kering dan memicu bau mulut.Untuk mengurangi aroma tak segar ini, Anda perlu menjaga pola makan sehat selaam puasa. Konsumsi buah dan sayur ketika iftar dan sahur. Pastikan Anda tetap mencukup kebutuhan cairan tubuh. Biasakan menyikat gigi setelah makan dan sebelum tidur untuk menghindari ada sisa makanan yang nyangkut dan menimbulkan bau mulut.

6. Perubahan suasana hati

Puasa akan menyebabkan giula darah menurun. Hal ini membuat sebagian orang akan mudah marah saat berpuasa. Kurangnya asupan kalori juga bisa menimbulkan rasa cemas berlebihan dan menurunnya konsenstrasi.Sebuah studi menemukan bahwa puasa dalam durasi tertentu bisa membuat seseorang mudah tersinggung. Sisi baiknya, para partisipan yang menjalani studi tersebut menemukan diri mereka lebih mudah mengendalikan emosi setelah menjalani puasa.

Penyakit saat puasa pada penderita diabetes

Bagi penderita diabetes, puasa dapat memicu hipoglikemia atau menurunnya kadar gula darah dari normal dan hiperglikemia atau naiknya kadar gula darah dari normal. Kedua kondisi ini dapat menyebabkan ketoasidosis diabetik.  Ketoasidosis diabetik merupakan kondisi yang berbahaya dan terjadi saat tubuh menghasilkan keton yang dapat mengasamkan darah. Keton diproduksi saat tubuh kekurangan glukosa dan akhirnya membakar lemak sebagai sumber energi.Dehidrasi saat puasa bagi penderita diabetes dapat memicu kekentalan pada darah dan trombosis atau gumpalan darah.  
konsultasi dengan dokter

Kondisi medis lain yang memerlukan konsultasi dengan dokter

Selain diabetes, terdapat kondisi medis lain yang juga perlu diperhatikan saat menjalani ibadah puasa dan sebaiknya didiskusikan dengan dokter. Kondisi medis tersebut adalah penyakit jantung. Beberapa keadaan penyakit jantung yang dialami dapat membuat Anda tidak diperbolehkan untuk menjalani puasa. Oleh karenanya, cobalah untuk berkonsultasi ke dokter sebelum mengikuti puasa, apabila Anda memiliki penyakit jantung.Setelah memahami apa saja penyakit saat puasa dan kondisi medis apa saja yang perlu dikonsultasikan ke dokter sebelum menjalani ibadah puasa, semoga Anda lebih dapat mempersiapkan diri dan mengantisipasinya. Jika ditemukan adanya gejala kesehatan lain, Anda disarankan untuk menyudahi puasa. Lalu, dapatkan asupan makanan bernutrisi untuk mengembalikan kondisi tubuh. Selamat menjalankan ibadah puasa!
tips puasasembelitgangguan pencernaansakit kepaladehidrasiramadan
British Nutrition Foundation. https://www.nutrition.org.uk/healthyliving/seasons/ramadan.html
Diakses pada 29 April 2019
German Neuroscience Center. https://www.gncdubai.com/fasting-headache-ramadan/
Diakses pada 29 April 2019
Hamad Medical Corporation. https://www.hamad.qa/EN/your%20health/Diabetes/Pages/Diabetes-and-Fasting-During-Ramadan.aspx
https://www.hamad.qa/EN/your%20health/Ramadan%20Health/Health%20Information/Pages/Dehydration.aspx
Diakses pada 29 April 2019
Hamad Medical Corporation. https://www.hamad.qa/EN/your%20health/Ramadan%20Health/Health%20Information/Pages/Heart-Patients.aspx
Diakses pada 02 Agustus 2019
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/fasting-benefits#section1
Diakses pada 29 April 2019
King’s College Hospital London. https://kingscollegehospitaldubai.com/health-complications-associated-wrong-practices-fasting/
Diakses pada 29 April 2019
Malaysian Association Dietitians. https://www.dietitians.org.my/health-info/minimise-stomach-upsets-during-ramadan
Diakses pada 29 April 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dehydration/symptoms-causes/syc-20354086
Diakses pada 29 April 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/295914.php
Diakses pada 29 April 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait