Penyakit Tipes dan Penyakit Tifus Merupakan Kondisi yang Berbeda


Penyakit tipes dan penyakit tifus kerap dianggap sebagai kondisi medis yang sama. Padahal, dua kondisi ini merupakan penyakit yang berbeda. Demam tifoid atau bahasa awamnya tipes, disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi.

(0)
18 Sep 2019|Armita Rahardini
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Penyakit tipes berbeda dengan tifusTifus berbeda dengan penyakit tipes meski pengobatannya serupa
Saat seseorang mengatakan penyakit tipes, yang sebetulnya dimaksud adalah penyakit demam tifoid dan bukan penyakit tifus. Baik demam tifoid maupun penyakit tifus adalah penyakit infeksi akibat bakteri.Gejala kedua penyakit tersebut bisa cukup mirip. Mulai dari demam, sakit kepala, nyeri otot, dan muncul ruam di badan. Namun pada demam tifoid, gejala cenderung disertai dengan diare atau konstipasi.Zaman dalu, penyakit tipes dan tifus dianggap sama karena gejala awalnya yang sangat mirip. Baru pada abad ke-19, para ilmuwan menetapkan bahwa keduanya merupakan dua yang infeksi berbeda. Apa sajakah perbedaan tersebut?

Penyakit tipes alias demam tifoid

Demam tifoid, atau bahasa awamnya tipes, disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Bakteri S.typhi menyebar melalui makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi. Penularan juga bisa terjadi lewat kontak langsung dengan seseorang yang sudah terinfeksi bakteri.Penyakit tipes masih banyak terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Akar masalahnya adalah ketiadaan sumber air bersih dan fasilitas sanitasi yang masih buruk. Cara penularan bakteri penyebab demam tifoid sering disebut dengan istilah fecal-oral transmission. Artinya, penyakit tipes disebarkan lewat tinja penderita, yang kemudian mengkontaminasi sumber air, air minum, atau makanan yang dikonsumsi oleh orang lain.Buruknya sanitasi dan tidak adanya fasilitas mandi-cuci-kakus menyebabkan masyarakat masih punya kebiasaan buang air besar sembarangan. Jika ada penderita penyakit tipes, fesesnya yang mengandung bakteri Salmonella typhi bisa mencemari tanah, sayuran yang tumbuh di tanah tersebut, sumur, sungai, atau sumber air lainnya.  Sayur yang tercemar tersebut lalu dikonsumsi, sementara air dari sumber yang sudah terkontaminasi digunakan untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari termasuk minum dan mencuci alat makan. Inilah cara penularan utama dari penyakit tipes.Penularan bakteri juga bisa terjadi akibat rendahnya kebiasaan mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun. Jika orang yang terinfeksi tidak mencuci tangan setelah menggunakan toilet dan kemudian menyiapkan makanan, makanan tersebut akan terkontaminasi oleh bakteri. Berdasarkan penyebabnya, pencegahan penyakit tipes bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Begini caranya:
  • Fasilitas sanitasi dan mandi-cuci-kakus harus tersedia dengan layak.
  • Masyarakat mesti menghentikan kebiasaan buang air besar sembarangan.
  • Membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun, misalnya tiap kali selesai menggunakan toilet, sebelum makan atau menyiapkan makanan, maupun sehabis bepergian. 

Penyakit tifus atau riketsia

Penyakit tifus disebabkan oleh infeksi bakteri riketsia, yang ditularkan melalui gigitan serangga. Misalnya, tungau, kutu, dan kutu pinjal.Mirip dengan penyakit tipes, risiko tinggi penularan penyakit tifus terjadi di tempat-tempat yang kebersihannya kurang terjaga. Penyakit tifus terdiri dari tiga jenis berikut ini:

1. Murine typhus

Jenis tifus ini ditularkan pada manusia melalui gigitan kutu pinjal setelah pinjal tersebut menggigit hewan yang sudah terinfeksi oleh bakteri, misalnya tikus

2. Epidemic typhus

Epidemic typhus bisa menular lewat kutu pada pada tubuh manusia dan hewan. Penyakit tifus seperti ini rawan terjadi dan menyebar di lingkungan atau kondisi tempat tinggal yang padat. 

3. Scrub typhus

Penyakit tifus ini menyebar melalui gigitan tungau yang terinfeksi oleh bakteri. Jenis tungaunya banyak ditemukan di pedesaan di Asia Tenggara, Tiongkok, Jepang, India, serta Australia bagian Utara.Serangga macam kutu dan pinjal menyebarkan penyakit tifus dengan cara menggigit manusia serta meninggalkan feses yang berisi bakteri pada permukaan kulit manusia. Bekas gigitan biasanya akan terasa gatal.Ketika manusia menggaruk, feses serangga di permukaan kulit tadi akan masuk ke luka gigitan hingga ke aliran darah manusia. Namun khusus scrub typhus, gigitan tungau akan langsung menularkan bakteri walaupun bekas gigitan tidak digaruk. 

Apa yang dirasakan saat sakit tipes?

Semua jenis tifus akan memunculkan gejalanya pada 10 sampai 14 hari setelah bakteri masuk ke tubuh Anda. Jeda waktu ini disebut masa inkubasi.Gejala tifus bisa berupa demam tinggi, sakit kepala, diare, bintik-bintik merah di dada, pembesaran pada limpa dan hati, serta nyeri otot di seluruh tubuh. Penderita juga dapat mengalami sakit perut dan muntah. Gejala lain yang kemudian muncul adalah ruam-ruam di badanMengingat gejala penyakit tipes dan penyakit tifus yang mirip, Anda memerlukan bantuan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.

Berapa lama penyakit tipes bisa sembuh total?

Gejala tipes umumnya akan membaik setelah 2 hingga 3 hari setelah penderita tipes mengonsumsi obat. Karena tipes dan tifus sama-sama disebabkan oleh bakteri, pengobatan untuk kedua penyakit ini pun serupa, yaitu pemberian antibiotik yang tepat oleh dokter. Perlu diingat, jenis antibiotik yang akan diberikan dari tipes dan tifus akan berbeda karena bakteri penyebabnya juga tak sama. Oleh sebab itu, periksakan diri Anda ke dokter jika mengalami gejala-gejala yang mencurigakan.

Apa yang membuat tipes kambuh?

Dikutip dari laman Mayo Clinic, tipes merupakan ancaman serius di seluruh dunia dan sudah menyerang sekitar 27 juta orang atau lebih setiap tahunnya. Penyakit ini umumnya menyebar di India, Asia Tenggaran, Afrika, Amerika Serikat, dan banyak daerah lainnya.Disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi, tipes juga bisa terjadi karena kebiasaan buruk sehari-hari yang bisa menjadikan bakteri penyebab penyakit tipes masuk ke dalam tubuh Anda, diantaranya:

1. Makan sembarangan

Risiko terkena tipes akan meningkat apabila Anda kelelahan dan sering mengonsumsi makanan sembarangan. Bakteri penyebab demam tifoid biasanya hidup di dalam air yang sudah terkontaminasi dengan feses, dan bisa menempel pada makanan atau minuman yang Anda konsumsi akibat makan sembarangan.Umumnya, anak-anak lebih rentan terkena demam tifoid karena daya tahan tubuhnya yang belum sekuat orang dewasa dan juga bisa jadi karena kurang higienisnya makanan yang di konsumsi anak-anak.

2. Tidak menjaga kebersihan makanan

Mengonsumsi laut seperti ikan, udang, dan kerang berasal dari air laut bisa saja sudah terkontaminasi dengan tinja/urine yang terinfeksi bakteri penyebab tipes, juga bisa membuat Anda mengidap tipes.Parahnya lagi, meskipun hal ini tidaklah umum, bakteri Salmonella typhi bisa bertahan hidaup pada urin orang yang terinfeksi.

3. Mengonsumsi air minum yang kotor

Selain makanan yang Anda konsumsi, tipes juga bisa terinfeksi lewat air minum. Sering tak disadari, kotoran atau tinja manusia bisa masuk mencemari air yang Anda minum.Hal ini juga perlu Anda perhatikan jika Anda suka jajan minuman dingin. Es batu yang digunakan untuk mendinginkan minuman bisa saja membawa bakteri penyebab tipes.

4. Menggunakan toilet yang kotor

Bakteri Salmonella typhi bisa bertahan di tinja orang yang terinfeksi. Oleh karena itu, jika Anda menggunakan toilet yang tercemar tinja penderita tipes dan tidak dibersihkan secara menyeluruh, Anda bisa jadi terinfeksi tipes karenanya.Lebih baik, selalu waspada dan menjaga diri sebelum dan setelah menggunakan toilet dengan mencuci tangan setelah buang air agar tidak terinfeksi tipes.
tipestifusdemam tifoid
Cedars-sinai. https://www.cedars-sinai.org/newsroom/typhus-vs-typhoid-fever-whats-the-difference/
Diakses pada 17 september 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/typhoid-fever/symptoms-causes/syc-20378661
Diakses pada 17 September 2019
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-is-typhus#1
Diakses pada 17 Setember 2019

WHO International. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/typhoid
Diakses pada 9 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait