7 Penyakit yang Kerap Jadi Penyebab Demam pada Anak

(0)
10 Jan 2020|Azelia Trifiana
Penyebab demam pada anak umumnya adalah saat tubuh mereka terinfeksi virus atau bakteriDemam adalah mekanisme tubuh saat sedang bertarung melawan virus atau bakteri
Ketika suhu tubuh anak meninggi di atas 37,5 derajat Celsius, biasanya ini menjadi alarm tersendiri bagi para orangtua. Wajar jika merasa panik, tapi untuk mengurangi panik berlebih, penting untuk tahu apa saja penyakit yang paling umum menjadi penyebab demam pada anak.Demam terjadi saat area di otak yang disebut hipotalamus – pengatur suhu tubuh manusia – mengubah suhu normal tubuh menjadi lebih tinggi. Saat hal ini terjadi, wajar jika penderitanya merasa menggigil dan ingin tidur memakai selimut tebal.Sama halnya seperti orang dewasa, demam adalah mekanisme tubuh saat sedang bertarung melawan virus atau bakteri. Artinya, penyebab demam pada anak umumnya adalah saat tubuh mereka terinfeksi virus atau bakteri. 

Penyakit penyebab demam pada anak

Saat suhu tubuh meningkat, kecil kemungkinan bakteri atau virus dalam tubuh bisa bertahan. Itulah bentuk pertahanan tubuh secara alami. Beberapa penyakit yang sering menjadi penyebab demam pada anak di antaranya:

Apa pertolongan pertama yang tepat?

Saat anak demam, hal yang penting dilakukan adalah melihat kondisinya lemas atau tidak. Apabila tidak lemas dan masih mau diberi makan atau minum, maka tak perlu terlalu khawatir. Terlepas dari itu, berikut ini pertolongan pertama yang tepat:
  • Selalu pantau aktivitas dan rasa nyaman anak
  • Mengompres anak dengan air hangat. Caranya adalah dengan mengelap seluruh tubuh anak dengan handuk yang telah dibasahi air hangat. Ingat untuk tidak mengompres hanya bagian dahi saja agar demam segera turun.
  • Untuk bayi yang masih menyusu, tetap berikan ASI
  • Pastikan anak mendapat asupan cairan yang cukup karena demam meningkatkan risiko dehidrasi
  • Perhatikan kemungkinan mengalami dehidrasi seperti mata sayu, bibir pecah-pecah, kulit pucat, atau jarang buang air kecil
  • Hindari membangunkan paksa anak yang sedang demam
  • Jika diperlukan, berikan obat yang dapat dibeli secara bebas sesuai dengan dosis
  • Hindari membawa anak ke tempat ramai yang mungkin meningkatkan risiko terkena infeksi
  • Kontak skin-to-skin dengan orangtua untuk menurunkan suhu tubuh
  • Memberikan pakaian longgar dan tidak terlalu panas
  • Tidak memakai kaos kaki atau selimut tebal
  • Apabila memandikan anak, lakukan dengan air hangat

Kapan harus ke dokter?

Wajar ketika orangtua ragu kapan harus ke dokter dan kapan tidak. Idealnya, tunggu hingga demam berlangsung selama 3 hari dengan terus memonitor perkembangan aktivitas dan rasa nyaman anak.Selalu pantau suhu tubuh anak dengan termometer, bukan hanya dengan tangan. Catat fluktuasi suhu yang dialami anak, termasuk apabila Anda telah memberikan obat penurun panas sendiri.Lalu, kapan harus ke dokter? Berikut ini beberapa indikatornya:
  • Anak rewel atau sangat lesu
  • Demam berlangsung lebih dari 24 jam (untuk bayi berusia di bawah 2 tahun)
  • Demam berlangsung lebih dari 3 hari (untuk bayi berusia di atas 2 tahun)
  • Tidak mengikuti kontak mata dengan orang sekitarnya
  • Demam tidak turun meski telah diberi obat penurun panas
  • Anak menunjukkan gejala dehidrasi
  • Anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah
  • Bayi di bawah usia 3 bulan
  • Bayi mengalami kejang untuk pertama kalinya atau kejang berlangsung lebih dari 15 menit
  • Anak terus menerus muntah atau diare
  • Anak menolak diberi makanan atau minuman
Namun apabila anak tetap aktif bermain dan beraktivitas seperti biasanya meski suhu tubuhnya lebih tinggi, maka tak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun, tetap pantau kondisi anak dengan saksama.Cara terbaik untuk menghindari penyebab demam pada anak adalah dengan mengantisipasi penyebaran virus. Tiga bagian wajah yang paling sering menjadi pintu masuk virus dan bakteri adalah hidung, mulut, dan juga mata.Untuk itu, selalu biasakan keluarga Anda untuk mencuci tangan setiap kali usai beraktivitas. Bawa juga hand sanitizer saat sedang bepergian. Hindari pula berbagi tempat minum atau alat makan dengan anak.Selain itu, penting untuk selalu menutup mulut saat sedang batuk atau pilek. Hal ini berguna untuk menghindari penyebaran kuman antara satu orang dan lainnya.
demaminfeksi bakteriinfeksi viruskejang demam
NHS. https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/infections-and-poisoning/fever-in-children
Diakses 7 Januari 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fever/symptoms-causes/syc-20352759
Diakses 7 Januari 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324660.php#newborns
Diakses 7 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait