6 Penyakit yang Membutuhkan Transfusi Darah


Ada beberapa penyakit yang membutuhkan transfusi darah demi mencukupi kembali volume darah yang hilang. Contoh penyakit yang membutuhkan donor darah adalah kanker atau hemofilia.

0,0
03 Oct 2021|Azelia Trifiana
Beberapa penyakit membutuhkan terapi transfusi darahBeberapa penyakit membutuhkan terapi transfusi darah
Ada beberapa penyakit yang membutuhkan transfusi darah demi mencukupi kembali volume darah yang hilang. Selain itu, mungkin juga transfusi diperlukan karena tubuh tidak bisa memproduksi sel darah merah sesuai kebutuhan.
Contoh penyakit yang membutuhkan donor darah adalah kanker atau hemofilia. Penanganan semacam ini disebut dengan terapi transfusi.

Penyakit yang membutuhkan transfusi darah

Terkadang, seseorang memerlukan transfusi karena kehilangan banyak darah setelah cedera atau operasi. Selain itu, ada beberapa penyakit yang membutuhkan donor darah seperti:

1. Anemia

anemia
Pusing akibat anemia
Donor darah akan membantu mengatasi anemia karena memberikan sumber zat besi yang dapat diolah kembali oleh tubuh. Umumnya, transfusi sangat direkomendasikan bagi pasien di ICU yang kadar hemoglobinnya kurang dari 8 gram per desiliter.Efek setelah donor darah bisa meredakan gejala dengan sangat cepat. Namun, bisa saja kondisi ini hanya membaik sementara bergantung pada penyebab terjadinya anemia.

2. Hemofilia

Donor darah diperlukan oleh pasien hemofilia untuk mengatasi kehilangan banyak darah. Hemofilia adalah penyakit langka ketika darah tidak bisa membeku dengan normal karena kekurangan protein pembeku darah (clotting factor).Mengingat kondisinya seperti ini, maka pasien hemofilia bisa saja mengalami perdarahan mendadak. Selain itu, ketika menjalani operasi atau mengalami cedera, perdarahan bisa terjadi cukup parah.

3. Kanker

Pasien jenis kanker tertentu juga mungkin memerlukan transfusi darah apabila sumsum tulang mereka tidak memproduksi cukup platelet. Ini berkaitan dengan rangkaian terapi radiasi atau kemoterapi yang mereka jalani. Terapi ini dapat merusak sel-sel di sumsum tulang.Terlebih, beberapa jenis kanker juga menyebabkan anemia atau rendahnya sel darah merah. Itulah mengapa perlu ada donor darah untuk mengatasinya. Contohnya adalah kanker yang berkaitan dengan sistem pencernaan karena rentan menyebabkan pendarahan dalam.

4. Sickle cell disease

sel darah merah
Sel darah merah
Pada penyakit yang membutuhkan transfusi darah ini, tujuan prosedur ini adalah mengurangi risiko komplikasi. Selain itu, juga meredakan gejala anemia parah. Bahkan, transfusi darah dapat mencegah stroke pertama pada anak-anak penderita sickle cell disease.Sistem kerjanya sama. Transfusi darah akan memberikan suplai sel darah merah mencukupi ke tubuh pasien. Dengan demikian, kekentalan darah akan berkurang dan bisa mengalir lebih cepat sehingga komplikasi dapat terhindarkan.

5. Penyakit hati

Penting bagi penderita penyakit hati untuk mendapatkan donor darah. Sebab, pasien dengan penyakit hati kronis rentan mengalami pendarahan. Biasanya, ketika pasien penyakit hati kehilangan banyak darah, dokter akan mencari tahu dari mana sumbernya.Infeksi lain yang cukup parah juga bisa membuat tubuh seseorang berhenti memproduksi darah. Inilah yang membuat infeksi parah termasuk penyakit yang membutuhkan donor darah.

6. Gagal ginjal

Pada beberapa kasus penyakit ginjal kronis atau bahkan gagal ginjal, dokter merekomendasikan transfusi darah. Tujuannya untuk mengurangi anemia parah.Alasannya adalah karena gagal ginjal merupakan pemicu utama seseorang mengalami anemia. Ginjal tidak bisa memproduksi cukup hormon eritropoietin (EPO). Ketika hormon ini rendah, maka jumlah sel darah merah pun turun sehingga terjadi anemia. Namun demikian, penyebab utamanya tetap harus diatasi.

Proses transfusi darah untuk terapi

Sebelum transfusi darah dilakukan, harus melalui tes laboratorium. Tujuannya memastikan darah donor dan penerima cocok. Jika tidak, bisa saja terjadi komplikasi serius. Pasien yang pernah mengalami reaksi pada transfusi darah sebelumnya juga harus menginformasikan kepada dokter.Prosedur pemberian transfusi darah biasanya dilakukan di rumah sakit atau klinik. Donor darah akan dimasukkan ke salah satu pembuluh darah. Sebelumnya, dokter atau petugas akan memastikan identitas dan golongan darah.Selain itu, biasanya dokter juga akan memberikan obat dosis ringan seperti acetaminophen atau diphenhydramine untuk mengurangi efek samping. Proses transfusi bisa berlangsung selama satu hingga empat jam.Setelah prosedur tuntas, sebagian besar orang bisa beraktivitas normal kembali. Namun pastikan bertanya pada dokter apa yang perlu dilakukan sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Catatan dari SehatQ

Penderita penyakit yang membutuhkan transfusi darah bisa merasakan reaksi ringan setelah prosedur dilakukan. Contohnya rasa nyeri di punggung atau dada, menggigil, batuk, demam, sakit kepala, ruam, atau bengkak. Ini bisa terjadi langsung, bisa juga beberapa hari kemudian.Pastikan mencatat setiap efek samping yang muncul dan sampaikan kepada dokter. Obat yang diberikan sebelum transfusi dilakukan biasanya dapat mengurangi efek samping.Hingga kini belum ada alternatif buatan pengganti transfusi darah. Jadi, tidak berlebihan apabila donor darah disebut sebagai penyelamat nyawa seseorang.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar gejala penyakit memerlukan transfusi darah, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakitanemiakelainan darah
Healthline. https://www.healthline.com/health/transfusion-therapy
Diakses pada 20 September 2021
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/14755-blood-transfusion
Diakses pada 20 September 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/blood-transfusion/about/pac-20385168
Diakses pada 20 September 2021
WHO. https://www.who.int/bloodsafety/clinical_use/en/Handbook_EN.pdf
Diakses pada 20 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait