Penyebab Anak Kabur dari Rumah dan Cara Orang Tua Mengatasinya


Kabur dari rumah mungkin pernah ada dalam pikiran hampir setiap remaja. Penyebabnya beragam, mulai dari merasa tertekan di rumah hingga salah pergaulan. Mengajak anak berkomunikasi tanpa menghakimi bisa membantu orang tua mengetahui permasalah yang dihadapi anak. Dengan demikian, Anda bisa mencegah anak melarikan diri dari rumah.

0,0
anak kabur dari rumahMerasa tertekan bisa membuat anak memilih kabur dari rumah
Adegan anak kabur dari rumah mungkin sering Anda lihat di serial televisi. Namun, pernahkah terpikirkan hal itu terjadi pada anak Anda? Untuk mencegahnya, kenali berbagai penyebab anak kabur dari rumah dan cara mengatasinya berikut ini. 

Memahami penyebab anak kabur dari rumah

Melarikan diri dari rumah mungkin pernah ada di benak sebagian besar remaja, meski tidak semua benar-benar melakukannya. Terdapat berbagai alasan yang membuat anak ingin keluar dari rumah. Entah terjebak dalam tekanan atau sesuatu yang membuat mereka memilih untuk melarikan diri.Berikut ini beberapa penyebab yang bisa membuat anak kabur dari rumah:
  • Bertengkar dengan orang tua atau anggota keluarga lain
  • Merasa tertekan dengan aturan yang ada di rumah
  • Adanya kekerasan dalam keluarga 
  • Orang tua bercerai
  • Kepergian salah satu anggota keluarga
  • Hadirnya anggota keluarga baru, misalnya saudara tiri atau adik bayi
  • Masalah keuangan dalam keluarga 
  • Melakukan kesalahan dan enggan menerima konsekuensinya
  • Orang tua atau anak menggunakan narkoba dan minuman beralkohol
  • Salah pergaulan
  • Tekanan dari teman sebaya
  • Merasa keren dan tertantang dalam pergaulan 
  • Memiliki masalah di sekolah 
  • Gagal atau putus sekolah  
Mengajak anak berkomunikasi dapat membantu menemukan penyebab ia kabur dari rumah
Mengajak anak berkomunikasi dapat membantu menemukan penyebab ia kabur dari rumah
Beberapa masalah di atas mungkin sering terjadi dan mengganggu pikiran anak dan remaja. Hal ini dapat membuat anak depresi.Alih-alih menghadapi dan menyelesaikannya, mereka justru memilih untuk melarikan diri, termasuk kabur dari rumah. Anak akan menganggap bahwa melarikan diri adalah satu-satunya pilihan untuk mengatasi masalah yang mereka alami. Padahal, masalah yang muncul setelah mereka kabur dari rumah justru akan semakin besar. Anak yang bertekad bulat untuk kabur dari rumah dan tak kembali bisa menghadapi masalah yang mungkin lebih berat di luar sana. Salah satunya adalah kehilangan tempat tinggal. Dikutip dari National Runaway Safeline, sekitar 4,2 juta anak muda usia 13-25 tahun di Amerika kehilangan tempat tinggal setiap tahunnya. Selain kehilangan tempat tinggal, tidak mampunya memenuhi kebutuhan hidup, hingga kekerasan di jalan menjadi ancaman bagi anak-anak yang kabur dari rumah. 

Yang harus orang tua lakukan saat anak kabur dari rumah 

Ketika mendapati anak kabur dari rumah, hal utama yang perlu orang tua lakukan adalah mencoba untuk tetap tenang dan tidak gegabah. Dengan begitu, pikiran menjadi lebih jernih dalam memahami penyebab dan mengambil keputusan.Tak jarang, rasa bersalah kerap menyerang saat mengetahui sang buah hati memilih untuk pergi. Hal ini wajar saja terjadi. Namun, Anda sebaiknya berfokus pada solusi untuk mengetahui keberadaan sang anak terlebih dulu.Setelah menenangkan diri, orang tua bisa menghubungi orang-orang terdekat anak untuk memastikan keberadaannya. Jika anak kabur dan berada di rumah seorang teman atau kerabat, berikan waktu sejenak untuk anak menenangkan diri.Jangan terburu-buru menjemputnya, atau bahkan memarahi anak. Hal ini justru bisa membuat anak Anda semakin menjaga jarak.
Menelepon teman dekat anak dapat menjadi salah satu cara mencari keberadaannya
Menelepon teman dekat anak dapat menjadi salah satu cara mencari keberadaannya
Jika tidak ada kabar dari orang terdekat, meminta bantuan kepolisian juga bisa menjadi solusi. Meski demikian, anak yang kabur dari rumah bisa saja memutuskan untuk kembali ke rumah. Anda juga sebaiknya tidak memarahinya. Sebab, yang anak lakukan mungkin adalah bentuk ketakutannya.Berikut ini beberapa cara yang bisa orang tua lakukan ketika anak kembali ke rumah setelah sebelumnya kabur:
  • Sambut anak saat pulang dan beri tahu kebahagiaan Anda atas kehadirannya kembali 
  • Luangkan waktu bagi anak untuk menenangkan diri, jangan langsung menginterogasinya
  • Saat situasi mulai tenang, mulai ajak anak berbicara dan pahami alasan mereka melarikan diri
  • Berikan respons yang tidak menghakimi, ungkapkan perasaan Anda atas kepergian anak, dan bersama-sama mencari solusi dari masalah yang terjadi
  • Anda bisa meminta bantuan psikolog jika merasa kesulitan berkomunikasi dengan anak

Catatan dari SehatQ

Komunikasi yang baik antara anak dan orang tua bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah yang membuat anak kabur dari rumah dan mencegahnya terulang kembali. Ini juga dapat membantu mengatasi depresi pada anak.Melatih anak untuk menghadapi dan mengatasi masalah juga perlu dilakukan agar anak bisa lebih siap dalam menghadapi masalah. Orang tua perlu menjadi pendengar yang baik dan menawarkan solusi untuk memperbaiki diri anak. Jika masih ada pertanyaan seputar penyebab dan cara menyikapi anak kabur dari rumah, Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
tips parentingtips mendidik anakanak praremajaparenting stress
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/teenagers-running-away-2606795
Diakses pada 5 Oktober 2021
Kids Health. https://kidshealth.org/en/kids/running-away.html
Diakses pada 5 Oktober 2021
National Runaway Safeline. https://www.nationalrunawaysafeline.org/wp-content/uploads/2021/02/NRS-Fact-Sheet-2021.pdf
Diakses pada 5 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait