Penyebab Diare pada Bayi ASI Eksklusif, Apakah Bisa Dihindari?


Penyebab diare pada bayi ASI eksklusif ada banyak hal. Salah satu yang paling umum adalah karena makanan yang ibu makan. Ada pula penyebab diare yang tidak bisa dicegah, tapi bisa ditangani.

0,0
Penyebab diare pada bayi ASI eksklusif bermacam-macamPenyebab diare pada bayi ASI eksklusif adalah penyakit hingga asupan ibu
Penting untuk mengetahui apa saja penyebab diare pada bayi ASI eksklusif, mengingat air susu ibu adalah sumber makanan utamanya sampai berusia 6 bulan.
Anda mungkin bingung mengapa bayi bisa mencret minum ASI. Namun, jangan jadikan ini alasan untuk menghentikan pemberian ASI. Sebab, riset terbitan BMC Public Health menemukan bahwa pemberian ASI secara eksklusif membantu membentuk kekebalan tubuh bayi dari kecil hingga ia besar nanti.Lantas, apa penyebab bayi mencret minum ASI?

Penyebab diare pada bayi ASI eksklusif

Jangan keburu panik melihat tinja bayi yang agak encer dan berwarna kekuningan. Ini belum tentu pertanda diare, dan sebetulnya masih termasuk sebagai ciri BAB normal pada bayiFeses bayi yang mendapat ASI eksklusif wajar bila terlihat kekuningan, lembut atau agak encer, dan terlihat seperti berbiji.Bayi baru dapat dikatakan mengalami diare apabila:
  • Fesesnya berair
  • Berwarna kehijauan atau lebih gelap daripada biasanya
  • Berbau busuk
  • Berdarah atau berlendir.
Jika si Kecil Anda diare, berikut penyebab diare pada bayi ASI eksklusif yang perlu Anda ketahui:

1. Makanan ibu menyusui

Minum kopi merupakan salah satu penyebab diare pada bayi ASI eksklusif
Minum kopi merupakan salah satu penyebab diare pada bayi ASI eksklusif
Rupanya, asupan makanan sehari-hari ibu menyusui dapat memicu bayi mencret setelah minum ASI.Hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa kandungan dalam makanan Anda yang mungkin memicu alergi dan sensitivitas tertentu. Kandungan-kandungan ini dapat terserap ke dalam ASI, sehingga berefek pada diare ketika bayi mengonsumsinya.Beberapa jenis makanan dan minuman penyebab diare pada bayi ASI eksklusif adalah:
  • Susu sapi
  • Cokelat
  • Makanan bergas, seperti kacang-kacangan, brokoli, kubis, bawang bombay, 
  • Makanan pedas
  • Minuman berkafein, seperti soda, kopi, dan teh.
Oleh karena itu jika bayi sedang diare, cobalah hentikan konsumsi beberapa makanan dan minuman ini untuk melihat perkembangannya.

2. Penyakit infeksi

Studi terbitan EClinical Medicine dan Pediatrics and Neonatology memaparkan bahwa ASI mampu meningkatkan perlindungan bayi dari diare yang diakibatkan oleh infeksi bakteri, seperti Escherichia coli, Campylobacter, Salmonella, dan Giardia.Namun, perlindungan ASI untuk infeksi tidak mencakup infeksi rotavirus, virus penyebab gastroenteritis (flu perut).Itu sebabnya, diare pada bayi ASI eksklusif masih mungkin terjadi khususnya apabila ia terkontaminasi dengan rotavirus dari kontak fisik dengan orang lain yang menderita gastroenteritis atau dari lingkungan sekitarnya. Bayi juga mungkin terpapar virus ini melalui kontaknya dengan mainan yang kotor.

3. Mengonsumsi antibiotik

Efek samping antiobiotik adalah penyebab diare pada bayi ASI eksklusif
Efek samping antiobiotik adalah penyebab diare pada bayi ASI eksklusif
Obat antibiotik berfungsi melawan bakteri yang membahayakan tubuh. Namun jika bayi sedang diresepkan obat ini untuk penyakit tertentu, diare mungkin saja terjadi selama ia menyusu.Obat antibiotik menjadi penyebab diare pada bayi ASI eksklusif karena obat ini bisa mengganggu keseimbangan bakteri dalam ususnya. Hal ini menyebabkan saluran pencernaannya iritasi sehingga memunculkan gejala diare.Nah, selain obat yang dikonsumsi bayi, obat yang ibu konsumsi juga mungkin dapat memicu diare padanya.Dikutip dari penelitian dalam jurnal National Center for Biotechnology Information, obat pencahar dengan kandungan ekstrak senna yang dikonsumsi ibu dapat masuk ke ASI dan tertelan oleh bayi. Zat-zat obat ini dapat merangsang kontraksi usus si Kecil sehingga menjadi penyebab diare pada bayi ASI eksklusif.

4. Intoleransi laktosa

ASI memiliki kandungan laktosa (gula alami) yang cukup tinggi. Dikutip dari Journal of Dairy Science, kadar laktosa pada susu ibu sebesar 6,98% dan sebetulnya justru menguntungkan. Sebab, laktosa akan digunakan sebagai sumber energi utama bayi.Sayangnya, tidak semua bayi bisa mencerna laktosa pada ASI. Kondisi ini disebut juga intoleransi laktosa. Bayi yang memiliki intoleransi laktosa tidak memiliki enzim laktase dalam tubuhnya, yang berguna untuk mencerna laktosa.Salah satu tanda intorelansi laktosa pada bayi adalah diare atau mencret setelah minum ASI.

5. Memiliki sindrom iritasi usus besar (IBS)

Sindrom iritasi usus besar pada bayi menyebabkan diare meski minum ASI eksklusif
Sindrom iritasi usus besar pada bayi menyebabkan diare meski minum ASI eksklusif
Penyebab diare pada bayi ASI eksklusif lainnya adalah irritable bowel syndrome (IBS).Irritable bowel syndrome atau sindrom iritasi usus besar adalah penyakit kronis yang menyerang saluran pencernaan. Salah satu tanda bila bayi mengidap IBS adalah diare setelah minum ASI.Sebagai salah satu penyebab bayi mencret minum ASI, kondisi ini harus dikelola dalam jangka waktu panjang.Beberapa faktor pemicu IBS adalah:
  • Gerakan kontraksi usus bermasalah
  • Pertumbuhan bakteri berlebihan
  • sistem saraf pada pencernaan yang bermasalah.

Pencegahan diare pada bayi ASI eksklusif

Bila diare akibat intoleransi laktosa, susu formula tanpa laktosa bisa diberikan dengan anjuran dokter
Bila diare akibat intoleransi laktosa, susu formula tanpa laktosa bisa diberikan dengan anjuran dokter
Beberapa cara yang bisa Anda lakukan sebagai langkah pencegahan bayi mencret minum ASI adalah:
  • Menjaga kebersihan tangan dan benda-benda di sekitar bayi
  • Vaksin rotavirus pada bayi mulai dari usia 6 minggu
  • Ibu mengurangi bahkan menghindari makanan penyebab diare pada bayi
  • Mengganti susu formula tanpa laktosa atas anjuran dokter anak.

Penanganan diare pada bayi ASI eksklusif

Segera bawa bayi ke dokter bila ia tidak ganti popok sebanyak 6 kali sehari dan diare terus-menerus
Segera bawa bayi ke dokter bila ia tidak ganti popok sebanyak 6 kali sehari dan diare terus-menerus
Bayi yang mencret setelah minum ASI dapat mengalami dehidrasi atau malnutrisi jika dibiarkan terus berlarut-larut.Oleh karena itu, Anda harus cepat memberikan penanganan yang cepat.Anda tidak perlu langsung memberikan oralit pada bayi ketika ia mencret. Salah satu hal paling sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan terus memberikan ASI demi mengisi ulang kebutuhan nutrisi dan cairan tubuhnya yang hilang.Segera bawa bayi ke dokter bila Anda melihat tanda-tanda berikut:
  • Bibir dan mulutnya kering
  • Air mata yang keluar sedikit ketika menangis
  • Susah menyusu
  • Rewel
  • Tidak ganti popok kurang dari 6 kali dalam sehari
  • Demam
  • Feses berdarah
  • Diare tidak berhenti selama 24 jam
  • Lemas dan sangat mengantuk.
Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait penyakit pada bayi lainnya, Anda bisa chat dokter secara gratis melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Jika Anda ingin mendapatkan susu dan keperluan untuk lainnya anak, kunjungi untuk mendapatkan penawaran menarik.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
bayi & menyusuimenyusuidiare pada bayiasi eksklusifdiareibu menyusui
BMC Public Health. https://bmcpublichealth.biomedcentral.com/articles/10.1186/1471-2458-11-S3-S15
Diakses pada 6 Agustus 2021
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/diarrhea-in-the-breastfed-baby-431632
Diakses pada 6 Agustus 2021
National Center for Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK501349/
Diakses pada 6 Agustus 2021
EClinical Medicine. https://www.thelancet.com/journals/eclinm/article/PIIS2589-5370(20)30305-9/fulltext
Diakses pada 6 Agustus 2021
Pediatrics and Neonatology. https://rsud-kelet.jatengprov.go.id/elibrary/assets/file_pdf/1-s2_0-S1875957217305223-main.pdf
Diakses pada 6 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/antibiotics-diarrhea
Diakses pada 6 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/baby/lactose-intolerance-symptoms-in-babies
Diakses pada 6 Agustus 2021
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/genetics/gene/lct/
Diakses pada 6 Agustus 2021
Journal of Dairy Science. https://www.journalofdairyscience.org/article/S0022-0302(17)31050-0/fulltext
Diakses pada 6 Agustus 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/irritable-bowel-syndrome/symptoms-causes/syc-20360016
Diakses pada 6 Agustus 2021
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/irritable_bowel_syndrome_in_children/article.htm
Diakses pada 6 Agustus 2021
Sari Pediatri. https://saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/download/1900/pdf
Diakses pada 6 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait