Mengenal Berbagai Penyebab Kanker Usus yang Perlu Anda Waspadai


Penyebab kanker usus belum diketahui secara pasti hingga sekarang. Mulai dari usia tua, faktor keturunan, hingga gaya hidup sedenter bisa saja menjadi pemicunya.

(0)
31 Aug 2020|Armita Rahardini
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Penyebab kanker usus dapat berasal dari faktor keturunanMutasi gen bisa memicu tumbuhnya kanker dalam usus
Usus besar dan usus halus memiliki fungsi yang berlainan. Usus kecil berperan menyerap nutrisi dari makanan, sedangkan usus besar bertugas menyerap air dan membentuk sisa pencernaan (feses).Penyebab kanker usus adalah adanya mutasi pada sel-sel di usus, yang bisa terjadi pada usus besar maupun usus halus. Perubahan abnormal ini menyebabkan sel-sel tumbuh secara berlebihan dan dapat bersifat ganas.

Penyebab kanker usus besar dan usus halus

Kanker usus besar merupakan jenis kanker usus yang lebih umum terjadi daripada kanker usus halus. Penyebab di balik kedua jenis kanker ini adalah mutasi gen.Meski pemicu perubahan gen tersebut belum diketahui secara pasti hingga sekarang, ada beberapa faktor risiko yang mungkin bisa meningkatkan risiko Anda untuk mengalami kanker usus. Apa sajakah itu?

1. Usia tua

Sebagian besar orang yang menderita kanker usus besar mengalaminya pada usia di atas 50 tahun. Namun akhir-akhir ini, terjadi peningkatan jumlah pasien penyakit yang juga disebut kanker kolon ini pada kelompok usia yang lebih muda.Sementara untuk kanker usus halus, rata-rata usia orang yang mengalami penyakiyt ini adalah sekitar 60 tahun.

2. Polip usus

Kanker berawal dari tumbuhnya polip alias benjolan kecil yang tidak bersifat ganas, pada permukaan usus. Setelah jangka waktu tertentu, polip usus bisa saja berkembang menjadi kanker.

3. Penyakit usus tertentu

Penyakit-penyakit tertentu yang menimbulkan peradangan kronis pada usus bisa meningkatkan risiko kanker kolon di kemudian hari. Contohnya, seperti penyakit Crohn dan kolitis ulseratif.Sementara pada kanker usus halus, penyakit celiac juga bisa menjadi salah satu faktor risikonya. Walau penyebab pastinya belum jelas, gejala dari kondisi autoimun ini muncul ketika penderita mengonsumsi gluten.

4. Faktor keturunan

Jika ada orang tua atau saudara kandung Anda yang menderita kanker usus besar maupun halus, hal ini akan turut meningkatkan risiko Anda untuk terkena penyakit serupa.

5. Pola makan tinggi lemak dan rendah serat

Banyak riset yang telah menemukan kaitan antara timbulnya kanker usus dengan pola makan tertentu. Khususnya pada orang yang terlalu banyak mengonsumsi daging merah dan daging olahan, serta jarang mengonsumsi sayur maupun buah.Baca juga: Kolonoskopi virtual, Prosedur Tanpa Pembedahan untuk Deteksi Kanker Usus Besar

6. Gaya hidup sedenter

Orang yang jarang bergerak dan beraktivitas fisik, memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker usus besar.

7. Obesitas

Pengidap obesitas mempunyai risiko lebih besar untuk mengalami kanker usus besar, bahkan meninggal karena penyakit ini bila dibandingkan dengan orang dengan berat badan normal.

8. Diabetes

Penyakit kencing manis maupun kondisi resistensi insulin juga menjadi salah satu faktor penyebab kanker usus besar.

9. Merokok dan konsumsi alkohol berlebihan

Kedua kebiasaan ini tak hanya bisa menjadi faktor penyebab kanker usus besar maupun halus, tapi juga berbagai gangguan kesehatan lainnya.

10. Jenis kelamin

Khusus untuk kanker usus halus, kaum pria memiliki risiko yang sedikit lebih tinggi dibandingkan para wanita. Namun dalang di balik faktor risiko ini belum diketahui dengan pasti.

11. Paparan zat kimia tertentu

Tinggal atau bekerja di area yang banyak terpapar zat kimia tertentu pun dikatakan dapat menjadi faktor penyebab kanker usus halus.

Gejala kanker usus besar

Seiring berjalnnya waktu, gejala kanker usus besar mulai muncul. Ciri-ciri kanker usus di bawah ini sebaiknya Anda waspadai dan diperiksakan ke dokter:
  • Perubahan pada pola buang air besar (BAB)

Perubahan pola BAB contohnya seperti menjadi lebih sering diare atau justru mengalami konstipasi.Tanda yang juga bisa menjadi 'alarm' adalah perdarahan saat BAB. Apalagi bila kondisi ini terjadi terus-menerus dan tanpa penyebab yang jelas. Sebagian orang juga juga melaporkan adanya rasa seperti tidak tuntas setelah BAB.
  • Perubahan kondisi tubuh

Beberapa gejala adalah penurunan berat badan walau tidak sedang diet, rasa lemas dan letih berkepanjangan.
  • Rasa tidak enak pada bagian perut

Pada stadium awal beberapa keluhan di bagian perut yang umum dikeluhkan penderita, yaitu perut sering sakit, kram, atau terus-menerus kembung.Baca jawaban dokter: Anak Jajan Sembarangan Bisa Sebabkan Kanker Usus?

Gejala kanker usus halus

Meski belum tentu merupakan tanda kanker usus halus, tidak adanya salahnya Anda memeriksakan diri ke dokter jika mengalami beberapa ciri kanker usus berikut:
  • Sering merasa sakit atau kram pada perut bagian tengah
  • Berat badan berkurang walau Anda tidak sedang berdiet
  • Ada benjolan yang bisa diraba di bagian perut
  • Darah pada tinja
  • Limfedema atau pembengkakan pada tungkai akibat penyumbatan kelenjar getah bening

Cara mendiagnosis kanker usus

Kanker bersifat progresif, yang artinya secara umum penyakit ini tidak langsung menunjukkan gejala yang parah sehingga seringkali baru disadari saat kanker telah menyebar. Untuk itu, Anda harus waspada dan berkonsultasi ke dokter jika mengalami gejala-gejala tersebut.Selain menanyakan gejala Anda secara rinci, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik maupun penunjang. Jenis pemeriksaan lanjutan ini bisa berupa pencitraan. Contohnya, tes darah, rontgen, CT scan, atau MRI. Dengan begitu, dokter bisa mendeteksi ada tidaknya keabnormalan dalam usus.Bila dibutuhkan, dokter juga akan meminta pasien untuk menjalani endoskopi. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan selang fleksibel dengan ujung berkamera langsung ke saluran pencernaan pasien, agar kondisinya bisa dievaluasi.Melalui serangkaian pemeriksaan penunjang tersebut, dokter dapat mengetahui beragam gangguan pada usus yang bisa saja menjadi penyebab kanker usus. Proses ini juga akan sekaligus menentukan diagnosis Anda.

Deteksi dini pada kanker usus

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga menyarankan untuk deteksi dini pada masyarakat Indonesia. Pilihan pemeriksaan skrining ini ditentukan berdasarkan risiko dan pilihan individual, serta akses terhadap fasilitas kesehatan.Pada orang dewasa dengan risiko sedang, skrining harus dimulai pada orang yang berusia 50 tahun dengan pilihan pemeriksaan sebagai berikut:
  • Colok dubur
  • FOBT atau FIT setiap 1 tahun
  • Sigmoidoskopi fleksibel setiap 5 tahun
  • Kolonoskopi setiap 10 tahun
  • Barium enema dengan kontras ganda setiap 5 tahun
Pengobatan kanker usus kecil dan usus besar tergantung dari lokasi tumbuhnya kanker, stadium kanker, usia pasien, dan pertimbangan medis lainnya. Penanganan umumnya melibatkan operasi untuk membuang jaringan kanker, terapi radiasi, serta kemoterapi.Bila terdeteksi sejak dini dan ditangani secepatnya, harapan hidup penderita kanker usus juga akan meningkat.Jadi jangan tunda konsultasi ke dokter untuk mengetahui perlu tidaknya Ada menjalani skrining kanker usus. Terutama jika ada kejanggalan atau keluhan tertentu pada pencernaan Anda.Tanyakan langsung ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ dan download sekarang di App Store dan Google Play.
kanker usus besarradang usus
WebMD. https://www.webmd.com/cancer/cancer-of-the-small-intestine#1
Diakses pada 14 April 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/colon-cancer/diagnosis-treatment/drc-20353674
Diakses pada 14 April 2020
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. http://kanker.kemkes.go.id/guidelines/PPKKolorektal.pdf
Diakses pada 25 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait