Penyebab Tipes Bisa dari Makanan atau Kegiatan Anda Sehari-hari. Kenali Cara Penularannya!


Anda bisa tertular penyakit tipes bila mengonsumsi air atau makanan yang terkontaminasi bakteri S. Typhi. Gejala awal sakit tipes adalah demam tinggi, sakit perut, hingga sembelit atau diare.

(0)
18 Jan 2021|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
penyebab tipes adalah bakteri yang membuat perempuan sakit dan demam tinggiSeseorang bisa tertular tipes bila mengonsumsi air atau makanan yang terkontaminasi bakteri S. Typhi.
Tipes atau demam tifoid merupakan salah satu penyakit akibat infeksi bakteri yang masih mengintai masyarakat negara berkembang. Infeksi ini mudah berpindah dari makanan dan minuman yang terkontaminasi. Meski cukup umum, penyebab penyakit tipes bisa mengakibatkan risiko kematian bila tidak ditangani. Apa sebenarnya penyebab tipes?

Apa penyebab tipes (demam tifoid)?

Penyebab tipes atau demam tifoid adalah infeksi bakteri Salmonella Typhi (S. Typhi). Seseorang bisa tertular penyakit ini bila mengonsumsi air atau makanan yang terkontaminasi bakteri S. Typhi. Penyebaran atau perpindahan bakteri penyebab tipes umumnya terjadi lewat rute feses ke oral. Artinya, bakteri di feses seseorang yang terinfeksi dapat berpindah ke makanan atau minuman jika ia tidak mencuci tangannya dengan bersih setelah dari toilet.Bakteri juga bisa terdapat di dalam feses orang yang sudah sembuh dari sakit tipes tapi masih “membawa” bakteri Salmonella Typhi (S. Typhi).Risiko tipes atau demam tifoid masih tergolong tinggi pada masyarakat yang masih sulit mengakses air bersih dan tidak memiliki fasilitas sanitasi yang baik.

Rute penularan bakteri penyebab tipes (demam tifoid)

Penularan bakteri Salmonella typhi sebagai penyebab tipes utamanya terjadi dengan dua skenario berikut ini:

1. Transmisi feses-oral dari penderita tipes

Di skenario ini, penularan bersumber dari feses pasien yang mengandung bakteri penyebab demam tifoid. Kadang pada beberapa kasus, urine penderita tipes pun bisa membawa bakteri Salmonella TyphiBila pasien menyiapkan makanan atau minuman tapi tangannya tidak bersih setelah menggunakan toilet, makanan tersebut berisiko terkontaminasi bakteri penyebab tipes.Kemudian jika ada orang lain yang mengonsumsi makanan yang sudah disajikan, orang tersebut bisa tertular Salmonella Typhi dan menjadi sakit tipes.

2. Transmisi feses-oral dari pembawa bakteri penyebab tipes

Selain berpindah dari orang yang memang penderita tipes, transmisi juga bisa terjadi dari pasien yang sudah sembuh, disebut dengan kronik karier.Beberapa feses pasien tipes yang sudah sembuh terkadang masih “membawa” bakteri penyebab tipes dan berisiko berpindah ke orang lain.Oleh karena itu, penting untuk rajin mencuci tangan dengan benar setelah dari kamar mandi dan sebelum mengolah makanan agar tidak terinfeksi bakteri penyebab sakit tipes.

Gejala yang mungkin muncul jika Anda tertular bakteri penyebab tipes

Setelah mengonsumsi makanan atau air minum yang terkontaminasi bakteri Salmonella typhi, bakteri tersebut akan turun ke saluran pencernaan. Bakteri penyebab penyakit tipes akan cepat berkembang biak dalam tubuh dan mulai menginfeksi. Gejala awal infeksi akibat Salmonella typhi adalah demam tinggi, sakit perut, dan gangguan pencernaan seperti sembelit atau diare. Bila tidak diobati, bakteri penyebab demam tifoid akan masuk ke aliran darah dan menyebar ke area lain di tubuh.Penyebaran infeksi dapat menyebabkan gejala demam tifoid menjadi lebih parah dalam beberapa minggu setelah paparan.Gejala lain yang akan ditunjukkan penderita tipes, yaitu:
  • Tubuh lemah
  • Sakit kepala
  • Nafsu makan menurun
  • Ruam kulit
  • Tubuh lelah
  • Kebingungan
Menurut World Health Organization (WHO), tipes atau demam tifoid terjadi hingga 11-20 juta kasus tiap tahun. Jutaan kasus tersebut dilaporkan menyebabkan kematian hingga 128.000-161.000 nyawa per tahunnya.

Penanganan tipes atau demam tifoid

Pengobatan tipes atau demam tifoid umumnya ditangani dengan antibiotik, seperti antibiotik kelas fluorokuinolon. Namun, kasus bakteri penyebab tipes yang kebal terhadap antibiotik (resistensi antibiotik), termasuk terhadap fluorokuinolon, telah banyak dilaporkan.Fenonema ini membuat dokter mungkin beralih ke antibiotik yang lebih baru seperti sefalosporin dan azitromisin.Selain itu, seperti yang disampaikan di atas, beberapa pasien yang sudah pulih masih berisiko membawa bakteri penyebab tipes. Artinya, mereka dapat menyebarkan bakteri ke orang lain melalui kotorannya.Maka apabila Anda atau orang terdekat terinfeksi bakteri penyebab penyakit tipes, Anda perlu memerhatikan langkah berikut ini:
  • Habiskan antibiotik yang sudah diresepkan oleh dokter
  • Cuci tangan dengan sabun dan air setelah menggunakan kamar mandi
  • Jangan menyiapkan atau menyajikan makanan untuk orang lain
  • Kembali kunjungi  dokter untuk menjalani pemeriksaan ulang, demi memastikan tidak ada bakteri penyebab penyakit tipes yang tertinggal di dalam tubuh

Apa perbedaan tipes dan tifus?

Walau namanya mirip, tipes dan tifus adalah dua penyakit yang berbeda. Tipes atau demam tifoid disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella Typhi. Sementara itu, tifus disebabkan oleh bakteri rickettsia atau orientia. Dua penyakit ini memang sering disamakan oleh masyarakat.

Catatan dari SehatQ

Penyebab tipes atau demam tifoid adalah infeksi bakteri Salmonella Typhi (S. Typhi). Seseorang bisa tertular bakteri ini bila mengonsumsi minuman atau makanan yang terkontaminasi bakteri S. Typhi.Apabila masih memiliki pertanyaan terkait penyebab tipes, Anda bisa langsung chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Aplikasi SehatQ tersedia gratis di Appstore dan Playstore untuk memberikan Anda informasi kesehatan yang terpercaya.
demammakanan tidak sehatdiareinfeksi bakteritipesgangguan pencernaandemam tifoid
Healthline. https://www.healthline.com/health/typhoid
Diakses pada 5 Januari 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/typhoid-fever/symptoms-causes/syc-20378661
Diakses pada 5 Januari 2020
National Health Service. https://www.nhs.uk/conditions/typhoid-fever/causes
Diakses pada 5 Januari 2020
World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/typhoid
Diakses pada 5 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait