Apa Perbedaan Batuk Alergi dan Batuk Flu? Ini Penjelasannya

(0)
13 Jan 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Batuk alergi dapat disebabkan oleh iritan atau zat-zat tertentu di udaraZat-zat di udara dapat menyebabkan batuk
Batuk bukan hanya disebabkan oleh flu, namun juga bisa merupakan batuk alergi. Meski sama-sama mengakibatkan penderitanya tidak nyaman, kedua jenis batuk ini memiliki perbedaan yang signifikan.Perbedaan yang paling mencolok adalah penyebab terjadinya kedua batuk tersebut. Seperti namanya, batuk flu disebabkan oleh serangan virus flu yang memicu sistem imun aktif menyerang sebagai bentuk pertahanan sehingga tubuh akan mengeluarkan gejala, seperti batuk dan bersin.Sementara itu, batuk alergi pada dasarnya disebabkan oleh reaksi berlebihan sistem imun terhadap paparan zat yang sebetulnya tidak berbahaya atau disebut alergen. Masuknya alergen ke dalam tubuh memicu pelepasan histamin yang sebetulnya juga bertujuan melindungi tubuh, tapi di saat yang sama juga menyebabkan munculnya gejala seperti batuk dan bersin.

Perbedaan batuk alergi dengan batuk flu

Selain dilihat dari penyebabnya, banyak faktor lain yang menggarisbawahi perbedaan batuk alergi dengan batuk flu. Perbedaan tersebut, antara lain:
  • Lamanya batuk

Batuk alergi dapat berlangsung selama beberapa hari bahkan berbulan-bulan, tergantung lamanya Anda terpapar alergen tersebut. Sementara batuk flu tidak pernah bertahan hingga lebih dari 2 minggu.
  • Penularan

Batuk alergi tidak menular, meski bisa diturunkan dari orangtua ke anak. Sebaliknya, batuk flu sangat menular lewat bersin, batuk, maupun kuman yang terdapat di telapak tangan penderitanya.
  • Waktu terjadinya

Batuk alergi bisa terjadi kapan pun, meski ada juga penderita alergi dingin yang hanya batuk saat udara dingin, dan penderita alergi debu yang hanya batuk saat udara panas dan kering. Sementara batuk flu biasanya terjadi di musim hujan.
  • Waktu mulainya

Batuk alergi akan muncul hanya beberapa saat setelah Anda melakukan kontak dengan alergen, sedangkan batuk flu bisa baru muncul beberapa hari setelah terpapar virus flu.
  • Frekuensi batuk

Batuk alergi frekuensinya tidak sering, sedangkan batuk flu akan sangat mengganggu karena frekuensinya sering terjadi.
  • Efek samping

Batuk alergi biasanya juga menimbulkan mata berair dan gatal, sedangkan batuk flu kadang kala disertai dengan rasa pegal pada sekujur badan.
  • Demam

Batuk flu kadang kala disertai demam, sedangkan batuk alergi tidak.Jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter bila batuk Anda tidak kunjung sembuh dalam lebih dari 2 minggu. Hal itu bisa menandakan Anda menderita batuk alergi atau mungkin juga ada masalah kesehatan lain yang bersemayam dalam tubuh Anda.

Bagaimana cara mengetahui batuk alergi?

Meski Anda sudah mengetahui perbedaan batuk alergi dan batuk flu, terkadang sulit membedakan kedua batuk di atas dalam keseharian. Jika Anda mencurigai Anda tengah menderita batuk alergi, Anda dapat menjalani tes alergi di dokter atau laboratorium.Tenaga medis akan menanyakan gejala Anda, riwayat kesehatan atau pengobatan yang Anda jalani, serta melakukan tes untuk mengetahui pemicu alergi (alergen) Anda. Tes alergi biasanya dilakukan dengan metodologi skin testing, tes darah, hingga tes pernapasan (untuk mendeteksi batuk alergi karena asma).Skin testing dilakukan dengan menusukkan zat yang diduga merupakan pemicu alergi Anda dengan menggunakan jarum ke lengan (pada orang dewasa) ataupun punggung bagian atas (pada anak-anak). Tes ini biasanya dilakukan jika Anda dicurigai menderita alergi serbuk sari, debu, bulu halus binatang, kutu, dan bahan makanan tertentu.Sementara itu, tes darah dilakukan untuk melihat kadar immunoglobulin E (IgE) di dalam darah. Ketika IgE lebih tinggi dari normal, maka Anda positif mengidap batuk alergi. Namun demikian, dokter belum bisa memastikan alergen Anda, kecuali Anda melakukan tes IgE yang lebih spesifik.

Bagaimana cara meringankan batuk alergi?

Ada beberapa obat yang dapat digunakan untuk mengatasi batuk alergi. Obat-obatan ini juga banyak yang dijual bebas serta dapat Anda beli tanpa resep dokter, yaitu:
  • Dekongestan (pseudoephedrine atau phenylephrine)

Dekongestan membantu meredakan batuk alergi dengan cara mengeringkan tenggorokan sehingga gatal di tenggorokan berkurang.
  • Antihistamin (chlorpheniramine atau diphenhydramine)

Antihistamin bekerja dengan menghalangi pelepasan histamin yang menyebabkan peradangan pada tubuh. Selain dalam bentuk oral, obat antihistamin juga tersedia dalam bentuk obat tetes mata, yakni ketotifen, yang membantu mengurangi rasa gatal pada mata sebagai efek samping dari batuk alergi.Jika ‘obat warung’ tidak bisa menyembuhkan batuk alergi yang Anda alami, periksakan diri ke dokter. Anda mungkin akan diberikan obat lewat injeksi vena (suntik) yang dapat mengurangi munculnya reaksi alergi pada tubuh.
alergibatuk
WebMD. https://www.webmd.com/cold-and-flu/cold-guide/common-cold-or-allergy-symptoms
Diakses pada 12 Desember 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/allergies/hay-fever-cough
Diakses pada 12 Desember 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/allergy-tests/about/pac-20392895
Diakses pada 12 Desember 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/lab-tests/allergy-blood-test/
Diakses pada 12 Desember 2020
American College of Allergy, Asthma, and Immunology. https://acaai.org/allergies/allergy-symptoms/cough
Diakses pada 12 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait